Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 34


__ADS_3

“Terimakasih Raka, sudah mengantarkanku pulang.”


Raka pun mengangguk dan tersenyum.


Raka melihat Destya yang diikuti Sarah masuk ke kostannya dengan tatapan sendu sejujurnya hatinya merasa sakit ketika Destya pingsan dan menyebutkan nama Reyhand kekasihnya. Raka lalu menaiki motornya dan menjauhi kostan Destya.


Sesampainya di kostan Raka masuk ke dalam kamar kostannya dan merenung, selama ini dia belum pernah mencintai wanita lain selain Destya. Raka tergolong laki – laki tampan, pintar yang memiliki sifat cuek di sekolah, terutama ketika ada wanita yang mendekatinya. Raka merasa bingung dengan perasaannya saat ini. Entah apa yang saat ini Raka rasakan di hatinya, di sisi lain ia sangat mencintai Destya namun Destya lebih memilih laki – laki lain meskipun Raka lah yang lebih dulu menyatakan cintanya pada Destya.


“Aku tidak bisa melupakanmu Destya. Aku terlanjur mencintaimu.” Gumam Raka sedih.


Tak lama kemudian handphone Raka berdering, ia segera mengangkat telponnya.


“Hallo Raka. Tolong jemput aku sekarang. Aku takut.”


“Kamu dimana Clara ?”


“Aku gak tau Raka ?”


“Kamu kirim lokasimu sekarang aku akan segera kesana.”


Raka lalu menutup sambungan telponnya. Ia beranjak dari ranjangnya dan bergegas menuju ke tempat Clara berada.


“Ada – ada saja.” Gumam Raka kesal sambil menyalakan motornya.


“Clara ? Kenapa kamu bisa ada disini ? Jalan ini kan berlawanan arah dengan kostan kita.” Ketus Raka.


“Aku belum pernah naik angkutan umum, tadi saat angkutan umum ini lewat aku langsung naik saja Raka.”

__ADS_1


Raka menepuk jidatnya, tidak percaya dengan kelakuan Clara yang seperti anak kecil tidak tau arah pulang.


“Ayo cepat naik !”


Selama di perjalanan Clara memeluk Raka dari belakang, sehingga membuat Raka menjadi sangat risih.


“Clara, jangan memelukku seperti itu !”


“Aku kedinginan Raka.”


Raka bisa merasakan Clara yang kedinginan karena tadi sempat menyentuh tangan Clara yang dingin untuk melepaskan pelukannya.


“Jangan terlalu erat ! Aku tidak bisa bernafas.” Ketus Raka.


Clara tersenyum senang, karena bisa memeluk Raka.


“Ada untungnya aku tersesat.” Gumam Clara senang.


“Makasih Raka.” Sambil mengedipkan mata kiri ke arah Raka.


Raka mengiraukan Clara, dan bergegas masuk ke kostannya.


Clara menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Hatinya merasa senang karena Raka menjemputnya tadi ditambah ia bisa memeluk Raka.


“Aku harus mendapatkanmu Raka.” Gumam Clara yang merasa senang dan berguling – guling memeluk bantal guling.


Raka kembali melanjutkan lamunannya yang tadi. Ia membuka dompetnya dan mengambil sebuah foto di dalam dompetnya.

__ADS_1


“Kenapa kau hanya menganggapku sebagai teman Destya ? Padahal aku mempunyai perasaan lebih padamu tapi kau tak pernah menolehku sedikitpun.”


Raka memandangi foto dirinya dan Destya yang ia dapat ketika study tour tahun lalu dan memeluk foto tersebut. Hatinya merasa sangat sakit seperti teriris – iris mengingat Destya menyebut nama Reyhand ketika mulai sadar dari pingsannya.


Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintunya dengan keras.


"Raka ! Raka !" sambil mengetuk pintu kostan Raka yang bersebelahan degannya.


“Ada apa lagi Clara ?” tanya Raka kesal karena lagi – lagi Clara mengganggunya.


“Ada kecoa di kamarku Raka. Aku takut !”


“Hanya seekor kecoa kamu mengganggu waktu istirahatku ?”


Raka menghembuskan nafas dengan kasar.


“Tunggu disini !”


Clara pun mengangguk.


“Ini yang kamu takutkan ?” sambil mengarahkannya pada Clara.


“Iiihhh Rakaaaaa !!! Jijik banget tau.”


Raka lalu membuangnya ke luar.


“Kenapa tidak kau bunuh saja ? Bagaimana kalau dia masuk lagi ke kamarku ?”

__ADS_1


“Tidak akan, sudah jangan menggangguku lagi.”


Raka lalu masuk meninggalkan Clara yang masih mematung di teras.


__ADS_2