
Di dalam mobil Reyhand, Sarah merasa tidak nyaman. Ia merasa seperti kambing conge diantara Destya dan Reyhand. Akhirnya Sarah memutuskan untuk turun.
“Kok berasa jadi kambing conge gini ya. Nasib jadi jomblo gini banget sih ngenesss.” Gumam Sarah dalam hati.
“Destya, Reyhand, aku turun disini ya ?”
“Kenapa Sarah, kan belum sampai ?”
“Aku ada perlu dulu Des.” Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Oh ya sudah. Hati - hati ya Sarah."
Pak Joni pun memberhentikan mobilnya sesuai permintaan Sarah.
"Oke Des, duluan ya. Dahhh." sambil melambaikan tangannya.
Karena Sarah sudah turun dari mobilnya Reyhand, Reyhand berniat untuk menjelaskan mengenai Adinda agar Destya tidak salah paham padanya.
“Pak Jon, berhenti perempatan sana ya.”
“Baik Den.”
“Rey, kita mau kemana ?” tanya Destya, karena meminta supirnya Reyhand untuk berhenti di perempatan.
Seperti biasa Reyhand tidak menjawab pertanyaannya ia hanya tersenyum, dan membuat Destya penasaran.
Pak Joni memberhentikan mobilnya di perempatan jalan tersebut sesuai instruksi dari Reyhand.
“Pak Jon, tunggu sebentar ya 30 menit !”
“Baik Den.”
Reyhand mengajak Destya masuk ke sebuaah kedai di perempatan jalan tersebut.
“Kenapa kita kesini Rey ? Bukankah kita sudah makan tadi.” Tanya Destya yang merasa heran.
“Ayo masuk.”
“Bang, ice creamnya 2 ya.”
“Siap ditunggu ya De.”
__ADS_1
“Kita kesini beli ice cream aja ?”
“Iya, apa kau mau makan ?”
“Tidak Rey, aku masih kenyang”
“Ini ice cream mu makanlah sebelum cair.”
Reyhand suka sekali memandang Destya yang sedang makan ice cream, baginya Destya terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
“Kenapa melihatku seperti itu ?” tanya Destya karena dari tadi Reyhand memandang wajahnya dan tersenyum.
“Tidak apa – apa, kamu sangat manis.”
Destya yang mendengar Reyhand menggodanya tersenyum malu.
“Des, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakatan mengenai Adinda.”
“Adinda ???”
“Iya wanita yang bertemu dengan kita di cafe itu. Dia itu adalah anak sahabat Mamaku, jujur dia memang menyukaiku sejak dulu namun aku tidak pernah menyukainya. Aku tidak ingin diantara kita ada salah paham. Percayalah hatiku selalu untukmu Des.”
“Kenapa kamu tidak menyukainya Rey ?”
“Tapi Rey, dia sangat mencintaimu, dia juga terlihat sekelas denganmu. Aku hanyalah wanita bi.....”
Reyhand langsung menutup bibir Destya dengan telunjuknya.
“Hanya 1 wanita yang di dalam hatiku selain keluargaku yaitu kamu Destyani Maharani.”
“Sudah Des, aku tidak ingin membahas tentangnya lagi. Aku hanya ingin meluruskan saja mengenai apa yang kau lihat di cafe waktu kemarin. Aku tidak ingin ada kesalahpahaman diantara kita. Aku mencintaimu Destya.” Sambil menghapus air mata Destya.
“Aku juga mencintaimu Reyhand.”
“Apa kau mau ice cream lagi, untuk mengembalikan senyummu yang manis itu.”
“Tidak Rey, sebaiknya kita pulang saja hari sudah semakin sore.”
“Okey Tuan Putri mari kita pulang.”
Reyhand tidak melihat keberadaan Pak Joni, padahal dia memintanya untuk menunggu beberapa menit.
__ADS_1
“Kemana Pak Jon ya ?”
Reyhand mencarinya ke sekitar tempat itu, namun tidak menemukan Pak Joni.
“Mobilnya juga dikunci.” gumam Reyhand.
“Coba kau hubungi saja Rey.”
“Handphoneku ada di tas di dalam mobil.”
“Mungkin kita kelamaan Rey, meninggalkan Pak Jon disini.”
Tak lama kemudian Pak Joni keluar dari sebuah toko mainan.
“Pak Jon, darimana saja ?”
“Maaf Den Reyhand, anak saya ulang tahun besok tadi saya lihat – lihat dulu. Sekali lagi saya minta maaf sudah membuat Den Reyhand menunggu saya."
“Ooh, sudah beli hadiahnya ?” tanya Reyhand karena melihat Pak Joni keluar dari toko tersebut tanpa membawa apa - apa.
“Belum Den Reyhand.”
“Kenapa Pak Jon ?”
“Saya pikir tahun ini belum saatnya memberikan hadiah untuk anak saya. Mari Den Reyhand.”
Reyhand dan Destya saling bertatapan, mereka mengerti kondisi Pak Joni yang tidak memiliki uang yang cukup untuk membelikan anaknya hadiah ulang tahun.
Pak Joni sudah bekerja di rumah Reyhand selama belasan tahun dan sudah Reyhand anggap seperti keluarganya sendiri.
“Ayo Pak Jon, kita lihat dulu kesana !”
“Untuk apa Den Reyhand ?”
“Pokoknya ikut aku sekarang Pak Jon !”
Pak Joni pun mengikuti Reyhand dan Destya. Reyhand membelikan hadiah ulang tahun untuk anak Pak Joni, dan setelah itu mereka langsung pulang.
Di dalam mobil, Pak Joni tidak henti – hentinya berterima kasih pada Reyhand karena sudah membelikan hadiah ulang tahun untuk anaknya.
"Terimakasih Den Reyhand, anak saya pasti senang sekali. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak."
__ADS_1
"Tidak perlu berkata seperti itu, Pak Jon juga sudah sering membantu kami."