Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 40


__ADS_3

Reyhand melajukan mobilnya dan mendengus kesal.


“Kenapa laki – laki itu selalu saja mendekati Destya,” sambil memukul – mukul setir mobilnya.


“Aaarrrggghhh,”


Reyhand mengendalikan mobilnya dengan rasa cemburu yang membara di hatinya melihat Destya bersama dengan Raka. Tanpa disadari Reyhand hampir menabrak seseorang, ia lalu membanting setir mobilnya. Reyhand segera keluar dan melihat keadaan orang tersebut.


“Apa kau tidak apa – apa ?” Tanya Reyhand yang terlihat panik melihat seorang wanita yang hampir ditabraknya.


“Kau, laki – laki yang menyenggol mobilku waktu itu ?”


Reyhand mengerutkan dahinya mendengar perkataan orang tersebut, dan mengingat saat Reyhand menyenggol mobil wanita tersebut.


“Jadi kau ?”


Wanita tersebut mengangguk dan tersenyum pada Reyhand.


“Maafkan aku, aku sedang tidak fokus menyetir. Apa ada yang luka ? Biar aku membawamu ke rumah sakit sekarang,”


“Tidak perlu,”


“Apa kau yakin ?”


Wanita itu hanya mengangguk.


“Dimana rumahmu ? Biar aku mengantarmu pulang,”


“Aku disini hanya kost, kostanku disitu.” Sambil menunjuk ke kostannya yang depan jalan raya.


“Sekali lagi maafkan aku,”


“Okey,”

__ADS_1


“Maaf aku harus segera pulang,”


“Tunggu !”


“Perkenalkan aku Clara, namamu siapa ?”


“Aku Reyhand,”


“Kamu tinggal disini Reyhand?”


Reyhand hanya mengeleng, dan bergegas pergi meninggalkan Clara.


“Maaf aku harus segera pergi,”


Clara masih mematung, menatap kepergian Reyhand yang melajukan mobilnya.


“Bodoh,” sambil menepuk keningnya.


Clara mendengus kesal karena bisa melupakan hal tersebut.


“Sial sial,” gumam Clara yang beranjak pergi menuju kostannya.


Di perjalanan Reyhand mengemudikan mobilnya dengan sedikit berhati – hati walaupun perasaannya kali ini sedang kacau memikirkan Raka yang selalu saja mendekati Destya.


Sesampainya di villa Reyhand, bergegas membersihkan tubuhnya dengan air hangat yang sudah disiapkan Pak Joni. Setelah itu, Reyhand menenangkan hati dan pikirannya di dalam kamar, karena perasaannya benar -benar menjadi kacau.


“Bagaimana kalau aku pergi ke Jerman meninggalkan Destya disini, pasti laki – laki itu akan lebih leluasa mendekati Destya,” gumam Reyhand yang kesal dan mengacak – ngacak rambutnya.


Reyhand menghembuskan nafasnya dengan kasar. Reyhand lalu mengambil handphone di saku celananya dan tidak menemukan notifikasi pesan masuk dari Destya.


“Destya Destya kenapa semenjak kamu ada disini tidak pernah menghubungiku, sesibuk itukah hingga kau melupakanku dengan kehadiran laki – laki itu,” Gumam Reyhand dalam hati.


“Apa dia lebih baik dariku ?”

__ADS_1


“Apa dia bisa membuatmu lebih bahagia ?”


“Apa dia lebih mencintaimu dengan lebih tulus daripada rasa cintaku padamu ?”


Reyhand terus bertanya pada dirinya sendiri.


Tak lama kemudian Pak Joni mengetuk pintu kamarnya, memintanya untuk segera makan malam.


“Den Reyhand makan malamnya sudah saya buatkan. Apa Den Reyhand mau makan di kamar ?”


“Sebentar lagi saya akan turun,” jawab Reyhand singkat.


“Baik Den,”


Reyhand keluar dari dalam kamarnya, dan menuju meja makan.


“Apa Den Reyhand baik – baik saja ?” tanya Pak Joni yang penasaran melihat keadaan Reyhand dengan rambut acak – acakan.


Reyhand tidak menjawabnya, dan malah balik bertanya.


“Apa Pak Jon mencintai istri Pak Jon ?”


“Iyalah Den, Pak Jon sangat cinta sama istri,” jawab Pak Joni sedikit malu.


“Apa yang akan Pak Jon rasakan jika kekasih maksud saya istri Pak Jon bersama dengan pria lain ?”


“Maksud Den Reyhand bersama seperti apa ?”


“Ya jalan berdua atau pergi bersama atau apalah pokoknya berdua. Apa Pak Jon akan marah ?”


“Saya harus tahu dulu Den, kenapa alasannya bisa pergi bersama, kalau masih dalam batas wajar saya tidak akan marah Den. Soalnya saya sangat mempercayai istri saya,”


Reyhand mengangguk mengerti mendengar perkataan Pak Joni. Reyhand lalu menghabiskan makan malamnya dan pergi ke kamar untuk segera beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2