Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 31


__ADS_3

“Sarah, kenapa kamu senyum– senyum sendiri ?”


Sarah hanya tersenyum mendengar pertanyaan Destya, dan segera beranjak ke kamar.


“Kenapa lagi itu anak.” Gumam Destya melihat yang kepergian Sarah menuju kamarnya.


Di kamar Sarah saling berkirim pesan dengan laki – laki misterius yang tak lain adalah Roy. Sarah seakan rindu dengan gombalan maut laki -laki misterius tersebut yang sering membuatnya tiba – tiba senyum sendiri, seakan mendapat nutrisi dan semangat baru.


“Kenapa hatiku berdebar gini padahal baru chatan aja, apalagi kalau ketemuan.” Gumamnya dalam hati sambil memeluk ponselnya.


Destya yang baru menyelesaikan laporan harian prakteknya, masuk ke kamar dan menemukan sahabatnya sedang guling – guling di ranjang dengan bahagia.


“Ada yang lagi bahagia nih ?” goda Destya pada sahabatnya Sarah.


Sarah yang sejak tadi belum menyadari kehadiran Destya, tersenyum malu.


“Ada apa sih Sarah, kamu terlihat bahagia sekali.”


“Gak kenapa – napa.” jawab Sarah sambil tersenyum.

__ADS_1


“Lalu kenapa kamu senyum – senyum sendiri.”


Melihat Sarah yang hanya diam sedang memikirkan sebuah alasan, akhirnya Destya tidur lebih dulu karena sudah merasa lelah dengan kegiatan praktek saat ini.


“Ya sudah kalau kamu belum mau cerita, aku tidur duluan ya.”


Destya menarik selimutnya, menutupi tubuhnya yang merasa dingin dengan udara di daerah sini. Destya menoleh pada Sarah yang masih asyik berkirim pesan. Ia jadi teringat kembali pada Reyhand kekasihnya yang masih belum memberi kabar padanya.


“Semoga kamu baik – baik saja Reyhand. Selamat malam.” Gumam Destya dalam hati, hingga akhirnya dia memejamkan mata dan tertidur karena merasa lelah.


\=\=\=\=\=\=


Flashback on


Adinda sengaja membawa makan siang untuk Reyhand, karena ia tahu Bu Kirani tidak ada di rumah. Adinda tidak henti – hentinya mendekati Reyhand, meskipun Adinda sudah mendapat penolakan beberapa kali dari Reyhand. Adinda mendengus kesal karena mendengar kalau Reyhand belum pulang dari kemarin siang.


“Pasti karena wanita sialan itu.” Gumamnya kesal.


Saat hendak menghubungi Bu Kirani, Adinda mendengar suara mobil di depan rumah Reyhand. Adinda bergegas keluar untuk memastikan siapa yang datang.

__ADS_1


“Adinda kenapa kau ada di rumahku ?” ketus Reyhand.


“Reyhand, aku sangat merindukanmu.” Sambil memegang tangan Reyhand lalu memeluknya dengan erat.


“Lepaskan Adinda !” bentak Reyhand.


“Aku tidak akan melepaskanmu Reyhand. Aku sangat merindukanmu Reyhand.” Sambil menyandarkan kepalanya di pundak Reyhand.


Reyhand lalu melepaskan tangan Adinda dengan kasar dan berjalan menuju kolam renang. Mereka beradu mulut hingga akhirnya Adinda terpeleset ke kolam dan Reyhand langsung melompat untuk monolongnya. Adinda yang tidak bisa berenang hingga akhirnya dia pingsan karena meminum banyak air kolam. Akhirnya Reyhand meminta Pak Joni untuk mengantar Adinda ke rumah sakit, karena Adinda masih belum sadarkan diri juga. Ia segera ke kamar dan teringat dengan Destya, karena tadi dia langsung pergi ke rumah Rendi untuk bersiap pergi ke sekolah. Ia mengambil handphonenya di saku celana miliknya.


“Sialll, pake basah segala lagi.” Reyhand membuka casing handphonenya dan melepas sim cardnya, lalu mengeringkan bagian dalam handphonenya.


Reyhand langsung bergegas mandi sambil menunggu handphonenya kering untuk di charger karena memang baterainya sudah habis. Reyhand lalu mencharger telponnya hingga beberapa jam.


Flashback off


Reyhand mendengus kesal karena handphonenya tidak kunjung menyala. Reyhand berniat membeli handphone yang baru namun waktu sudah menunjukkan jam 9 malam.


“Sial.... sial....siaaalll.”

__ADS_1


Akhirnya Reyhand memejamkan matanya dan tertidur berharap hari ini segera hari esok.


__ADS_2