Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 42


__ADS_3

Setelah selesai makan, Reyhand mengajak Destya ke Danau yang ada di belakang villanya, diikuti oleh Sarah. Mereka pun duduk di pinggir danau tersebut.


“Kenapa kau tidak pernah menghubungiku selama aku disini ?”


Reyhand memalingkan wajahnya menatap Destya.


“Apa maksudmu Sayang ?”


“Sudahlah lupakan saja,” Jawab Destya ketus.


“Kau marah ? Maafkan aku,”


“Reyhand apa kamu gak ngerti selama Destya disini, dia selalu berharap kamu menghubunginya, tapi tak pernah sekalipun kamu memberinya kabar,” ketus Sarah yang tidak terima sahabatnya bersedih.


“Aku selalu menghubungimu Destya, tapi kau tak pernah mengangkatnya,”


Seketika Destya teringat akan nomor asing yang sering mengubunginya itu.


“Kenapa kamu tak mengabariku kalau kamu mengganti nomormu,”


“Ganti nomor ?” tanya Reyhand yang bingung dengan perkataan Destya.


“Iya,”


Reyhand mengerutkan dahinya.


“Aku tidak pernah mengganti nomorku,”


“Kalau bukan kamu lalu siapa ?”


Destya lalu mengambil handphone di saku celananya, dan menunjukkan sebuah nomor yang sering menghubunginya. Reyhand lalu mengecek nomor di ponselnya.


“Ya ampun,” Reyhand menepuk jidatnya.


“Sepertinya ini memang nomorku, waktu itu handphoneku rusak dan besoknya aku langsung membeli handphone baru. Aku gak tau kalau petugas toko handphone itu tertukar memasukan sim cardnya. Maafkan aku,”


Destya menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia tidak habis fikir dengan sikap Reyhand yang tidak menyadari kalau kartu simnya tertukar.


Karena hari sudah semakin siang, Reyhand mengajak Destya dan Sarah untuk pergi keluar untuk mencari makan siang.


“Kamu mau makan apa Sayang ?”

__ADS_1


“Terserah,” jawab Destya singkat.


“Bagaimana kalau kita makan disitu ?” tanya Reyhand yang menunjuk ke arah warung nasi.


“Apa kau yakin akan makan di pinggir jalan ?” tanya Destya tidak percaya.


“Iya Rey, kamu yakin akan makan disitu ?” tanya Sarah yang sama tidak percaya.


“Kenapa memangnya aku tidak boleh makan dipinggir jalan ?”


“Bukan itu Rey,”


“Sudahlah, aku sudah sangat lapar,”


Mereka bertiga pun akhirnya mampir dan makan di warung nasi tersebut.


“Ternyata makanannya enak juga,” kata Reyhand yang mulai mencicipi makanan di piringnya.


Wajar sajalah orang kaya belum pernah makan di warteg wkwkwk.


“Rey, kamu bawa uang cash kan ? Disini gak bisa pake kartu kredit ataupun debit,” tanya Sarah yang sedang menggigit ayam goreng.


“Tenang saja Sarah,” jawab Reyhand cepat.


“Kamu mau nambah lagi ? Rakus banget ?” sahut Sarah.


“Apa belum kenyang Rey ?


“Ini untuk Pak Jon, kasihan sepertinya dia belum makan,”


“Kenapa aku tidak melihat Pak Jon tadi Rey ?”


“Oh, dia sedang memangkas rumput di pinggir villa,”


“Oh pantas saja aku tidak melihatnya tadi,”


“Minggu – minggu kedepan aku akan sibuk mempersiapkan ujian, Maafkan aku tidak akan bisa sering mengunjungimu kesini,”


“Fokuslah pada ujianmu Rey,”


“Oh ya, aku sudah meminta formulir kampus XXYY. Nanti kamu isi ya,”

__ADS_1


Deg


Jantung Reyhand berdetak begitu kencang begitu mendengar perkataan Destya yang memintanya untuk kuliah di kampus XXYY.


“Maafkan aku belum bisa berkata jujur padamu,” gumam Reyhand dalam hati.


“Oh ya Rey, nanti kalau aku sempat aku ingin mengantarmu daftar di kampus itu,”


“Kapan kamu akan mendaftar Rey ?”


Reyhand tidak menjawab perkataan Destya, pikirannya masih melamun membayangkan betapa ia akan membuat sedih kekasihnya jika mengetahui yang sebenarnya.


Reyhand membuyarkan lamunannya ketika Destya menepuk pundaknya.


“Kamu melamun ?”


“Eemmm tidak, ayo kita pulang Sayang. Aku akan mengantarmu pulang. Karena sore ini aku akan pulang,”


Mereka bertiga keluar dari warung nasi tersebut. Reyhand melajukan mobilnya menuju kostan Destya. Reyhand mencoba untuk berkonsentrasi menyetir meskipun dalam pikirannya tidak tenang memikirkan apa yang dikatakan Destya.


Sesampainya di depan kostan Destya.


“Maafkan aku tidak bisa lama – lama disini. Jaga dirimu baik – baik Sayang.”


Destya pun mengangguk.


“Aku pulang dulu ya sudah mau sore,”


Reyhand segera melajukan mobilnya menjauhi kostan Destya.


Hoooaaammm


“Kamu ngantuk Sarah ?”


“Heem, ayam goreng tadi membuatku mengantuk hehe,”


“Hahahaha ada – ada saja kamu ini Sarah,”


“Tidur yuk !”


“Kamu saja Sarah, aku mau menyelesaikan laporan kegiatan kemarin,”

__ADS_1


Destya pun segera masuk ke dalam kostannya setelah mobil Reyhand tidak terlihat diikuti Sarah yang melangkah dengan gontai karena mengantuk.


__ADS_2