Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 44


__ADS_3

Setelah selesai belajar Rendi dan Roy pergi ke UKS. Sesampainya di UKS Rendi dan Roy tidak menemukan keberadaan Reyhand. Akhirnya Rendi bertanya pada salah seorang siswa yang piket di UKS.


“Dimana Reyhand ?”


“Reyhand ?”


“Kamu tidak tahu Reyhand ?”


Gadis itu lalu menggelengkan kepalanya.


“Kau kan yang berjaga disini ? Lalu kenapa kau tidak mengetahuinya. Aaarrrggghhh....”


Rendi dan Roy lalu beranjak pergi keluar dari UKS tersebut.


“Tunggu !”


“Mungkin maksudmu kakak yang tadi tiduran disini, dia barusaja pulang dijemput oleh orang tuanya,”


Rendi tidak menjawabnya, ia langsung bergegas menuju rumah Reyhand.


“Kenapa sih lho Rey,”


“Ayo Roy, kita harus buru – buru jenguk Reyhand. Untuk tes seleksi masuk kampus nanti saja ya Roy,”


Rendi yang tengah berjalan tidak mendengar jawaban dari Roy, akhirnya ia menoleh ke belakang mencari sosok Roy.


“Kemana lagi nih si Roy,”


Rendi pun berjalan menuju UKS mencari keberadaan Roy, dan ternyata benar Roy sedang berada disana mengobrol dengan gadis tadi.


“Heh Roy, lho kok masih disini sih ?”


Rendi lalu menarik tangan Roy, agar segera meninggalkan UKS.

__ADS_1


“Sakit Ren, lho kok galak banget sih,”


“Abis lho lelet bukannya ngikutin gue lho malah asyik godain gadis tadi,”


“Gue gak godain Ren, gadis tadi aja yang pengen digodain ma gue, buktinya dia yang senyumin gue awalnya,"


“Banyak alasan lho Roy. Udah cepet, kita cabut ke rumahnya Reyhand,”


Mereka berdua pun langsung melajukan motornya menuju rumah Reyhand. Sesampainya di rumah Reyhand tampak Pak Joni yang sedang memangkas rumput.


“Pak Jon, Reyhand ada di rumah ?”


“Iya Den, silahkan masuk,”


Rendi dan Roy langsung masuk ke rumah Reyhand.


“Tante, Reyhand baik – baik saja kan ?” tanya Rendi dengan khawatir.


“Apa kami boleh melihatnya Tante ?” tanya Roy yang ikut khawatir sama seperti Rendi.


“Tentu saja, kalian masuk saja ke kamarnya,”


“Tante boleh minta tolong sama kalian, jagain dulu Reyhand soalnya 2 jam lagi Tante ada meeting. Kalian bisa kan ?”


“Bisa Tante tenang saja kami berdua siap menjaga Reyhand dari berbagai serangan yang akan mengancamnya,” celetuk Roy.


“Hus Roy, ngomong apaan sih lo Roy gak nyambung banget,”


“Bisa Tante, aku sama Roy bakal nungguin Reyhand sampe Tante pulang,”


“Makasih ya kalian memang sahabat Reyhand yang paling baik,”


“Iya dong Tante, pokoknya Reyhand aman sama kami berdua terutama dari serangan nyamuk di siang hari,”

__ADS_1


“Permisi Tante, kita mau lihat keadaan Reyhand dulu,”


“Ayo Roy,” ajak Rendi pada Roy agar pergi menuju kamar Reyhand dan tidak berbicara hal yang tidak nyambung pada Tante Kirani.


Tok tok tok


“Rey, gue sama Roy masuk ya,”


“Rey, lho baik – baik aja kan ?”


Reyhand pun mengangguk.


“Ya udah lho mending istirahat gue sama Roy nunggu di luar aja ya. Oh ya ini tas lho tadi gue bawain di kelas. Gue taro sini ya, kalo ada apa – apa lho panggil kita ya Rey,” gumam Rendi lalu menyimpan tas Reyhand di atas meja belajarnya dan beranjak keluar dari kamar Reyhand, agar Reyhand bisa beristirahat.


“Baru kali ini gue lihat Reyhand sampe sakit gitu, efek kangen kali ya,”


“Apa lho bilang Roy ?”


“Si Reyhand sampe sakit gak berdaya gitu karna kangen ceweknya,”


“Apa Destya tahu kalau Reyhand sakit ?”


“Mana gue tahulah Ren, yang gue tau si Destya lagi deket lagi sama cowok paling ganteng di dunia ini ?”


“Maksud lho Roy ?”


“Sialan ni mulut pake keceplosan segala,” gumam Roy dalam hati.


“Keripik singkongnyaa enak,” jawab Roy yang tengah memakan keripik singkong di pangkuannya.


Rendi menghembuskan nafasnya dengan kasar karena mendengar jawaban Roy yang tidak nyambung dengan pertanyaannya.


“Kenapa sih si Roy, apa maksud perkataannya Destya dekat dengan laki – laki lain. Aaarrrgggghhh udahlah Roy kayak gak tahu aja sikapnya si Roy,” gumam Rendi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2