
Keesokan harinya, Reyhand pergi ke rumah Destya untuk menjemputnya pergi ke taman. Reyhand sengaja berangkat agak siang menunggu Mamanya berangkat ke rumah mereka yang dulu.
“Reyhand mana sih, katanya pagi – pagi.” Gumam Destya yang mulai merasa kesal karena sudah menunggunya hampir 2 jam.
“Itu pasti Reyhand.”
Destya langsung keluar dari kamarnya, saat mendengar suara motor yang berhenti di depan rumahnya.
“Raka ?”
“Hai Des, kamu cantik sekali pagi ini.”
“Raka, ada apa ya kamu pagi – pagi sudah ke rumahku.”
“Kamu bisa kan mengajariku tugas pelajaran Matematika. Aku belum belum paham materi tugasnya Des."
“Ta...ta...tapi aku sudah janji dengan seseorang.”
Raka merasa kecewa mendengar jawaban dari Destya.
“Ya sudah Destya, maaf sudah mengganggu waktu pagimu.”
“Tunggu Raka ! Kamu bisa menghubungiku nanti, aku akan mengajarkanmu.”
“Benarkah ?”
“Tentu saja Raka.”
Tak lama kemudian Reyhand baru saja sampai, dan melihat keberadaan Raka di depan rumah Destya.
“Kenapa laki – laki itu selalu saja mengganggu Destyaku.” Gumam Reyhand dalam hati.
Raka yang melihat kedatangan Reyhand langsung pamit pulang.
“Destya, aku pulang dulu ya.”
“Iya Raka hati – hati.”
Reyhand dan Raka saling memasang wajah tidak suka saat mereka berpapasan.
__ADS_1
“Kenapa dia pagi – pagi datang ke rumahmu ? Aku tidak suka Des, kalau kamu dekat dengannya.”
“Jadi kamu cemburu ?” tanya Destya ketus.
“Aku hanya tidak suka saja ada laki – laki lain yang menggoda kekasihku.”
"Dia hanya teman sekelasku."
"Tetap saja aku tidak suka melihatnya dekat denganmu."
“Udah telat pas datang langsung ngomel.”
“Maaf, tadi aku .....”
“Sudahlah Rey, jadi gak ? udah mau siang sore nanti kan aku harus ke kostan."
“Jadi dong.”
Di perjalanan Destya tidak mengeluarkan sepatah katapun.
“Aduh marah nih.” Gumam Reyhand dalam hati.
Destya tidak menjawabnya dan hanya mengangguk.
“Kamu mau pesan apa Sayang ?”
“Terserah.”
“Salah ngomong kali ya tadi, dingin bener.” Gumam Reyhand dalam hati.
“Kenapa melihatku seperti itu ?”
“Kamu cantik.”
“Jangan ngambek dong Sayang maafkan aku. Aku cuman gak suka aja kalau dia mendekatimu.”
Destya hanya diam saja mendengar perkataan Reyhand.
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Sesampainya di Taman, Reyhand melihat Destya masih diam saja.
“Destyaku sayang udahan ya jangan ngambek terus. Apa kamu gak lihat langit ini begitu cerah dan indah, senyum dong.”
“Gimana aku gak kesal Rey, aku nunggu kamu dari tadi hampir 2 jam lo dan kamu datang – datang langsung nyerocos.” Ketus Destya.
“Jadi kamu marah karena aku datang telat, maafkan aku sayang tadi itu aku nunggu Mamaku pergi ke rumah kami yang lama. Kamu kan tau sendiri kemarin aku sakit, kalau sampai Mamaku tahu aku pergi keluar pastinya Mama akan melarangku.”
Destya langsung meraba kening Reyhand. Reyhand merasa keheranan karena Destya tiba – tiba meraba keningnya.
“Kenapa Des ?”
“Demammu sudah turun rupanya. Seharusnya hari ini kamu istirahat di rumah Rey. Bagaimana kalau nanti kamu sakit lagi.”
“Tidak akan sayang, bagiku kamu adalah obat yang paling mujarab dari segala obat.”
“Mulai deh gombaaallll.”
“Ini bukan gombal Des, tapi ini nyata dan terbukti kemarin saat aku sakit kamu kan yang merawatku jadinya aku cepat sembuh.”
"Harusnya kan kamu istirahat, bukan malah pergi bersamaku ke taman."
"Aku akan melakukan apapun agar bisa terus bersama denganmu. Lagi pula aku sudah lebih baik."
“Tunggu disini sebentar ya, jangan pergi kemana – mana !”
“Kau mau kemana Rey ?”
“Tunggu saja aku akan segera kembali.”
Beberapa menit kemudian Reyhand membawa 2 cup ice cream rasa coklat dan vanilla.
“Ini untukmu dan ini untukku.” Sambil menyerahkan ice cream rasa coklat pada Destya.
“Aku suka ketika kau tersenyum, itu terlihat sangat manis.”
“Kamu bisa aja Rey. Hahaha.”
“Kita pindah kesana yuk Rey, disini banyak semut menggigitku.”
__ADS_1
“Tuh kan apa aku bilang, semut aja tau mana yang manis. Haha.”