
“Rey, Reyhand.” Bu Kirani memanggil anaknya yang sedang melamun lalu menepuk pundaknya.
“Iya Ma, bikin kaget aja.”
“Mama panggil kamu dari tadi, mikirin apa sih Rey senyum – senyum sendiri.”
“Yeehhh Mama kepo deh.” Sambil beranjak dari sofa dan meninggalkan Mamanya.
“Kenapa dengan Reyhand kadang murung kadang senyum – senyum sendiri. Aneh anak jaman sekarang.” gumamnya.
“Bi, Pak Jon kemana ? Mobilnya juga gak ada di depan.”
“Oh Pak Jon, sedang pergi keluar mengantar temannya Den Reyhand Nyoya.”
“Siapa Bi ?”
“Saya tidak tau namanya Nyonya.”
“Oh ya Bi, tolong masaknya malam ini agak banyak ya, hari ini akan ada tamu.”
“Baik Nyonya.”
Di dalam kamar Reyhand sedang memandangi foto Destya.
“Aku sangat begitu mencintaimu Destya, hatiku hanya untukmu.” Reyhand memegang foto Destya dan memeluknya.
Reyhand yang mendengar handphonenya berbunyi langsung membuka pesannya.
“Aku sudah sampai rumah Rey, jangan lupa diminum obatnya ya.”
“Iya Suster cantik.”
Reyhand lalu menekan dial panggilan untuk menelpon Destya.
“Kenapa kau menelponku Rey “
“Memangnya tidak boleh ?”
__ADS_1
“Tidak juga. Apa kau perlu sesuatu ?”
“Tidak, aku hanya ingin mendengar suaramu saja. Aku sangat merindukanmu.”
“Rey, kita baru bertatap muka sekitar setengah jam yang lalu.”
“Aku tau itu Sayang.”
“Jaga kesehatanmu Rey.”
“Siap Suscan.”
“Suscan ?”
“Suster Cantik. Oh ya besok kita bertemu di tempat biasa ya. Aku akan menjemputmu. Dah Sayang.”
“Tapi Rey.....”
Tut tutt tut tut tuuutttt
Reyhand sudah menutup telponnya karena Mamanya memanggilnya.
“Des, tolong antar cucian ini ke rumah Bu Maya ya.” teriak Bu Desi dari dapur.
“Iya Bu, sebentar Destya ganti baju dulu.”
Di rumah Reyhand,
Bu Kirani sedang menunggu kedatangan temannya.
“Ma, siapa sih yang mau datang hari ini ?”
“Nanti juga kamu akan tau Rey, sudah bantu Mama nih menata ini semua."
“Reyhand gak bisa Ma menata makanan, Mama saja.”
“Kamu mau jadi anak durhaka Rey tidak mau membantu orang tua ?”
__ADS_1
“Iya Ma, Reyhand bantu.”
“Gitu dong baru anak Mama.”
“Kalau dibantuin kan cepat selesainya.”
“Siapa sih tamu Mama heboh bener.” Gumam Reyhand yang penasaran.
Tak lama kemudian datanglah Adinda bersama Mamanya. Adinda menggunakan gaun terbuka sehingga memperlihatkan punggungnya yang putih, dan Adinda pun duduk di samping Reyhand.
“Kenapa tamu Mama malah si Adinda.” Gumam Reyhand yang kesal.
“Hai Reyhand.” Sapa Adinda yang duduk disamping Reyhand.
Reyhand tidak menjawabnya dan hanya memalingkan wajah.
"Reyhand lo gak liat gue udah cantik dan seksi gini lo masih gak melirik gue." Gumamnya dalam hati dengan kesal.
“Adinda kamu cantik sekali.” Puji Bu Kirani.
“Makasih Tante.”
Reyhand makan dengan tidak berselera karena Adinda duduk disampingnya dan berusaha untuk mendekatinya.
“Ini Reyhand Ran ? Sekarang anakmu sudah besar dan makin tampan saja ya.”
“Iya Mam, Reyhand makin ganteng lebih ganteng dari pertama kali aku ketemu jadi makin suka deh.” Goda Adinda sambil mencolek dagu Reyhand.
“Kayaknya kita bakalan besanan nih Ran.” Celetus Bu Vina.
“Iya ya dari sahabat jadi besan.” Jawab Bu Kirani sambil tertawa.
Adinda tersenyum puas, ia merasa senang karena Bu Kirani mengiyakannya. Sedangkan Reyhand memasang wajah tidak suka dengan jawaban Mamanya.
“Ma, Reyhand duluan ya kepala Reyhand sedikit pusing.”
“Iya Rey istirahat saja.”
__ADS_1
“Maaf semuanya saya permisi. Selamat malam.” Sambil beranjak meninggalkan meja makan.
“Sialan si Reyhand dia berusaha untuk menghindariku. Tenang saja Reyhand kamu hanya akan menjadi milikku” Gumam Adinda dalam hati.