Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 11


__ADS_3

Keesokan paginya, Reyhand berangkat dari rumahnya lebih pagi karena pagi ini ia akan ke rumah Destya untuk mengantarkannya pergi ke sekolah.


“Permisi Bu, Saya Reyhand temannya Destya. Destyanya ada ?”


“Ada silahkan masuk. “


“Tunggu sebentar biar Ibu panggilkan dulu Destyanya.”


“Baik bu terimakasih.”


“Reyhand, kenapa kamu kesini ?”


“Apa kamu tidak sekolah ?”


“Aku sekolah, tapi sebelum berangkat ke sekolah aku akan mengantarmu ke sekolah.”


“Aku gak mau kamu kecapean dan sakit lagi seperti kemarin, makannya aku kesini untuk menjemputmu.”


"Bagaimana kabarmu sekarang ?"


"Aku sudah lebih baik dibanding hari kemarin Rey."


"Syukurlah."


“Ya sudah, sebentar aku menyiapkan buku – buku ku terlebih dahulu.”


Mereka pun pamit, untuk segera berangkat ke sekolah.


“Sayang, ini aku sudah buatkan sarapan pagi untukmu nanti di kelas ya.” Sambil menyodorkan kotak makan pada Destya.


“Kamu buatin aku sarapan pagi Rey ?”


“Iyaa Sayang, kamu tau gak aku buatnya dengan penuh cinta.”


Destya pun tersenyum, Reyhand selalu memperhatikannya dengan baik.


“Ya sudah ayok naik nanti kesiangan.”


Destya pun menaiki motor Reyhand. Pagi ini Destya terlihat sangat bahagia, saking bahagianya Destya tersenyum terus dan terlihat jelas di kaca spion motor Reyhand. Reyhand sengaja mengarahkan kaca spionnya ketika membonceng Destya agar sesekali Reyhand bisa memandang wajahnya. Reyhand pun tersenyum senang melihat Destya pagi ini bisa tersenyum.


“Pagi ini cerah ya.”


“Sangat cerah sayang.”


“Padahal kupikir tadi langitnya akan mendung, karena tadi subuh hujan.”

__ADS_1


“Langitnya mendadak cerah karena melihat senyum manismu.”


“Kamu bagai mentari yang selalu menyinari dunia Sayang.”


“Gombal.” Destya pun mencubit punggung Reyhand.


“Awww sakit.”


“Makannya jangan gombal melulu.”


“Aku gak gombal ini nyata Sayang, langit juga tau kalau kamu sedang bahagia pagi ini.”


“Maksudmu Rey ?”


“Iya dari tadi kamu tersenyum terus sehingga membuat pagi ini semakin cerah.”


Destya pun tersenyum malu karena Reyhand mengetahui dirinya tersenyum bahagia.


“Sudah sampai tuan putri.”


“Terimakasih.”


“Sama – sama.”


“Jangan lupa dimakan sarapannya dan habiskan ya karena aku buatnya dengan penuh cinta.” Sambil membentuk kedua tangannya membentuk love.


“Kotak makannya jangan dimakan ya. Nanti Mamaku mencarinya.” Goda Reyhand pada Destya.


“Iya tenang saja aku bukan monster, yang suka melahap kotak makan.”


“Makasih ya Rey sudah mengantarku dan menyiapkan sarapan pagi untukku. Sebaiknya kamu segera berangkat ke sekolah nanti kamu kesiangan.”


“Siap bos nanti pulangnya aku jemput lagi ya. Jangan kemana – kemana.”


Destya pun mengangkat tangannya dan membentuk O tanda menyetujuinya. Reyhand pun melajukan motornya menjauhi Destya. Dan Destya bergegas masuk ke kelas.


“Destyaaa ?” panggil Raka yang menghampirinya dari tempat parkir.


“Iya Raka.”


“Destya, kamu sudah baikan ?”


“Iya Raka, aku sudah lebih baik.”


“Kemarin aku mengkhawatirkanmu Des. Kamu tidak masuk sekolah tanpa memberitahu siapapun.”

__ADS_1


“Ya kemarin aku hanya kelelahan saja, dan perlu sedikit istirahat.”


“Syukurlah kalau kamu tidak apa – apa.”


“Ayok kita masuk kelas.”


Raka dan Destya pun berjalan menuju kelas. Clara yang melihat mereka berdua begitu akrabnya melihatnya dengan sinis.


“Awas aja kamu Destya, berani – beraninya mendekati Raka.” Gumamnya dengan kesal.


Clara adalah teman sekelas Destya dan juga Raka. Dia adalah siswi pindahan yang baru 1 minggu ini masuk ke sekolahnya. Dan Clara sudah jatuh hati pada Raka diawal mereka bertemu.


Hari ini giliran Sarah yang tidak masuk sekolah karena kemarin kakinya terkilir saat di perjalanan pulang dari rumah Destya.


“Kalian tukeran ya kemarin kamu Des yang gak masuk sekarang giliran Sarah.” Ucap Ayu.


“Iya kemarin kakinya Sarah terkilir setelah pulang dari rumahku.”


Raka yang mendengarnya berinisiatif agar bisa lebih dekat dengan Destya.


“Des, aku lupa yang pelajaran kimia yang bab minggu kemarin. Kamu mau ajarin aku gak ?”


“Iya Des, sama aku juga jangankan bab pelajaran yang beberapa minggu kemarin, yang baru 1 minggu aja aku udah lupa lagi.” Jawab Ayu.


“Iya nanti aku ajarin kalian.” Jawab Destya sambil tersenyum.


“Makasih Des.” Ucap mereka berdua.


“Ya udah kebetulan hari ini Bu Desi gak masuk dan ngasih tugas untuk dikerjakan, gimana kalau kita kerjainnya bareng – bareng sambil diskusi.” Usul Raka pada Destya dan Ayu.


Di kelas Raka adalah Ketua Muridnya jadi dia mengetahui kalau hari ini Bu Desi tidak bisa masuk.


“Ya udah boleh.” Jawab Destya mendengar usulan dari Raka.


“Aku duduk disini aja ya Des, Sarah gak masuk kan ?”


Destya hanya menjawabnya dengan anggukan.


“Ya udah aku sarapan dulu ya. Abis itu kita kerjain pas bel masuk.”


“Okee.” Jawab Raka dan Ayu dengan serempak.


Clara yang melihatnya semakin terbakar api cemburu. Karena Raka lebih memilih dekat dengan Destya dibanding dirinya.


“Apa sih lebihnya cewek itu ? Kenapa Raka menyukainya. Aku kan lebih cantik darinya” Gumamnya dalam hati dengan wajah kesal memperhatikan mereka berdua yang semakin akrab.

__ADS_1


“Kamu hanya milikku Raka, dan aku akan menyingkirkan orang yang berani mendekati Raka selain aku.” Sambil menatap dengan sinis ke arah Destya dan Raka.


__ADS_2