
Siang hari Adinda datang ke rumah Reyhand, ia berencana untuk mendekati Bu Kirani.
“Permisi Nona, di rumah sedang tidak ada siapa – siapa.” seru Pak Joni yang melihat mobil Adinda akan masuk ke rumah majikannya.
Adinda tetap memaksa masuk meskipun Pak Joni sudah melarangnya.
“Sepi sekali, apa Reyhand ada di kamarnya.” Gumam Adinda.
Adinda lalu berjalan menuju tangga kamar Reyhand.
“Nona mencari siapa ya ?” Tanya Bi Surti menghentikan langkah Adinda yang sedang menaiki tangga.
“Dimana Tante Kirani dan Reyhand.”
“Nyonya sedang ke rumahnya yang dulu Non, kalau Den Reyhand sedang pergi keluar.”
“Pergi kemana Reyhand ?”
“Saya kurang tahu Non, Den Reyhand tidak bilang akan pergi mana.”
“Siaaalllll. Pasti dia menemui wanita itu lagi.” gumam Adinda.
Adinda keluar dari rumah Reyhand dan mendengus kesal.
“Percuma gue tadi pagi – pagi udah nyalon kalau gini jadinya.”
Tak lama kemudian handphone Adinda berdering.
“Siapa sih nih yang nelpon udah tau gue lagi kesel.”
“Hallo Adinda ? Ada apa ya kamu menelpon Tante tadi, maaf handphonenya Tante silent.”
“Aku ke rumah Tante hari ini, tapi tidak ada orang.”
“Reyhand tadi pagi masih tidur di kamarnya, dan tidak bilang akan keluar.”
__ADS_1
“Dia sedang pergi katanya Tante.”
“Pergi kemana ?”
“Adinda juga gak tau Tante.”
“Ya sudah Adinda nanti Tante coba telpon Reyhand.”
“Iya Tante.”
"Okey untuk kali ini gue belum berhasil, tapi lihat saja nanti, Reyhand akan menjadi milikku selamanya." gumamnya dalam hati.
Adinda pun berlaju menjauhi rumah Reyhand.
Di taman, Roy melihat Destya dan juga Reyhand sedang tertawa bersama, Roy pun menghampiri mereka.
“Destya dekat lagi sama Reyhand, pantas saja dia tidak lagi mengirimiku pesan.” Gumam Roy dalam hati.
“Ngapain lo duduk disamping Destya ?” tanya Reyhand karena Roy tiba – tiba datang dan duduk di samping Destya.
“Ini kan taman umum Rey, bukan taman pribadi lo.”
“Destya aja diem kok lo sewot sih.” Ketus Roy.
“Kalo dalam hitungan ke tiga lo gak pindah, gue gak mau jadi sahabat lo lagi dan gue gak mau bantu lo lagi kalo ada sesuatu.”
Roy pun akhirnya pindah di samping Reyhand. Suasana menjadi hening ketika Roy datang tanpa ada obrolan.
“Kenapa diem – dieman sih ? Perasaan tadi sebelum gue datang kalian berdua ketawa – ketawa.”
Reyhand dan Destya hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Roy. Tak lama kemudian handphone Roy berbunyi.
“Nyokap lo nih nelpon gue, kangen kali ya ma gue karna udah lama gak main ke rumah lo.”
“Angkat aja Roy, dan bilangin gue lagi sama lo.”
__ADS_1
Roy pun mengangkat telpon dari Mamanya Reyhand.
“Hallo Tante, kangen ya sama Roy ?”
“Hallo Roy, apa Reyhand bersamamu ? Tante telpon Reyhand tapi dia tidak menjawabnya.”
“Ada kok Tante, Reyhand ada disini sedang besama ........”
Reyhand langsung merebut handphone Roy dari tangannya.
“Hallo Ma, ini Reyhand. Rey lagi sama Roy, kita lagi belajar kelompok Ma.”
“Belajar kelompok ? Tapi berisik sekali ?”
“Emm ini Ma, ini kita lagi ke taman dulu biar fresh soalnya matematika mah pusing, jadi perlu udara segar.”
“Adinda ke rumah mencarimu Rey.”
“Udah dulu ya Ma Reyhand mau cari makan siang dulu sama Roy. Dah Ma.”
Reyhand langsung menutup panggilan saat mendengar nama Adinda.
“Untung gak di loadspeaker.” Gumam Reyhand dalam hati.
“Kenapa kau berbohong Rey ? Tanya Destya yang tidak suka dengan kebohogan Reyhand pada Mamanya.
“Kalau aku bilang main, Mama pasti marah sayang. Maafkan aku.”
“Rey, mau nyari makan dimana kita ?” pungkas Roy yang mendengar Reyhand mengajaknya mencari makan.
“Makan ?”
“Tadi lo bilang mau nyari makan ma gue. Gue kan udah bantuin lo gak bilang yang sebenarnya gak ada salahnyakan gue mau makan sepuasnya.”
“Ya udah ayok.”
__ADS_1
“Rezeki nomplok dapat makan gratis lagi.” Gumam Roy dalam hati.
Mereka bertiga pun pergi ke cafe terdekat taman tersebut.