Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 27


__ADS_3

Sesampainya di cafe Roy memesan hampir semua jenis makanan, Destya dan Reyhand yang melihatnya geleng – geleng kepala, meja mereka sekarang penuh dengan berbagai jenis makanan yang dipesan oleh Roy.


“Apa semua makanan ini akan habis semua ?” Tanya Destya yang merasa ragu jika Roy akan menghabiskan semuanya.


“Tentu saja.” Jawab Roy singkat.


Destya yang melihat Roy makan dengan sangat lahap menggelengkan kepala, begitu juga dengan Reyhand.


“Roy, lo abis gak makan berapa bulan sih ?”


Roy tidak memperdulikan pertanyaan dari Reyhand, ia tetap fokus pada semua makanan di depannya.


“Jangan lupa baca do’a.” Seru Destya yang melihat Roy seperti orang yang sedang kelaparan.


“Rasanya tanpa perlu makan aku sudah kenyang melihatnya makan dengan lahap.” Gumam Destya dalam hati.


Akhirnya Roy sudah menghabiskan makanan pesanannya dan mengeluarkan sendawa.


“Eueueueu ........”


“Maaf refleks. Hehehehe.”


“Gak sopan banget lo Roy.” Ketus Reyhand.


Destya melihat jam tangannya, dan sudah menunjukkan pukul setengah 2 siang.


“Ya ampun, aku harus pulang sekarang Rey, sore ini aku akan berangkat."


“Aku akan mengantarmu.”

__ADS_1


“Tunggu Rey, udah dibayar belum makannya nih.” seru Roy yang menghentikan langkah Reyhand yang hendak meninggalkannya.


“Nih lo pake credit card gue buat bayar, gue gak bawa duit cash.”


Destya dan Reyhand langsung keluar dari cafe tersebut dan meninggalkan Roy yang masih duduk karena kekenyangan.


“Lagi – lagi gue ditinggal lagi.”


Roy masih duduk di cafe tersebut dan memesan minuman lagi. Ia belum mau beranjak dari cafe tersebut, sesekali Roy melihat ke meja samping dan depan, mereka datang bersama dengan pasangannya masing – masing.


“Enak bener sih mereka, coba aja Destya mau jadi cewek gue pasti udah lebih so sweat dari mereka. Nasib jadi jones samping pacaran depan juga pacaran dan gue sendiri.” Gumamnya dalam hati.


Roy pun memandangi foto Destya di galeri handphone miliknya.


“Kamu cantik sekali Destya, andai saja kau mau menjadi kekasihku.”


Seorang pelayan cafe tanpa sengaja menumpahkan air minuman yang di pesan Roy ke baju seorang wanita sehingga menimbulkan keributan di cafe tersebut. Roy yang tengah melamun dan memandangi foto Destya segera menghentikan lamunannya itu.


“Maafkan saya Mba, saya tidak sengaja.”


“Asal lo tau aja ya gaji lo selama 1 tahun gak akan cukup untuk membeli baju dan tas gue yang mahal ini.”


Manajer cafe yang mendengar ada keributan di cafenya segera menghampirinya.


“Ada apa ini ?”


“Pelayan ini gak becus banget kerjanya, dan gue minta dia dipecat sekarang juga !”


“Maafkan saya Mba, saya tidak sengaja kaki saya tersandung kaki meja. Tolong jangan pecat saya Pak. Adik dan Ibu saya tidak akan bisa makan kalau saya tidak bekerja.” Pelayan itu menangis dan bersujud agar wanita tersebut mau memaafkannya.

__ADS_1


Semua pelanggan cafe yang melihat kejadian itu merasa iba pada pelayan tersebut.


“Maafkan karyawan kami Mba. Kami akan memperbaiki pelayanan disini. Dan sebagai permohonan maaf kami, Mba bisa memesan makanan disini tanpa harus membayarnya.”


“Gue gak butuh makan yang gratisan, cwiiihhhh.”


“Sekali lagi kami mohon maaf Mba atas ketidaknyamanannya.”


“Gue gak betah lama – lama disini. Cepet nih.” Sambil menyerahkan credit cardnya pada seorang pelayan.


“Maaf Mba, sepertinya credit cardnya di blokir.”


“Apa lo bilang ? Pake yang ini !”


“Ini juga sama Mba.”


“Coba semua yang ini !” sambil menyerahkan credit card dan debit card yang lainnya.


“Semuanya tidak bisa Mba, maaf.”


“Apa !?”


“Katanya orang kaya bayar aja gak bisa.” Bisik salah satu pelayan yang lain.


Wanita itu pun mendengus dengan kesal.


“Kenapa bisa seluruh credit cardku di blokir, apa Mama yang melakukannya.” Gumamnya dalam hati sambil menelpon Mamanya yang tidak kunjung mengangkat telponnya.


“Pakai ini saja !” Seru Roy menyerahkan credit cardnya.

__ADS_1


“Gue bakal ganti uang lo 5 kali lipat.” Lalu beranjak pergi keluar dari cafe tersebut.


“Gila tu cewek galak bener bilang makasih kek.” Gumam Roy dalam hati yang melihat kepergian wanita tersebut.


__ADS_2