Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 39


__ADS_3

Reyhand, tertidur dengan pulas begitupun dengan Pak Joni yang ketiduran di meja makan karena kekenyangan dan akhirnya tertidur, sampai suara alarm di handphone Reyhand tidak terdengar.


Reyhand membuka matanya, dan waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, ia terkejut saat melihat jarum jam dan melirik ke arah meja makan melihat Pak Joni juga sama tertidur pulas.


“Aaarrrggghhh,”


Reyhand menuju meja makan dan membangunkan Pak Joni umtuk menanyakan kunci mobil.


“Pak Jon ! Pak Jon, bangun !”


Pak Joni membuka mata dan mengucek matanya karena masih mengantuk.


“Den Reyhand, maaf Den saya ketiduran,” seru Pak Joni saat melihat jam sudah menunjukan pukul 16.30.


Reyhand menghembuskan nafasnya dengan kasar.


“Mana kunci mobilnya Pak Jon ?”


Pak Joni langsung merogoh saku celananya dan menyerahkannya pada Reyhand.


Reyhand membasuh wajahnya di westafel dapur untuk menghilangkan rasa kantuknya dan bergegas pergi dari villa tersebut, dan menghiraukan Pak Joni yang memanggil namanya.


Reyhand melajukan mobilnya menjauhi villa, dan menuju ke kostan Destya. Beruntung jalanannya tidak macet jadi dalam waktu kurang dari setengah jam Reyhand sudah sampai di kostan Destya.

__ADS_1


“Sepi sekali,” gumamnya dalam hati.


Reyhand turun dari mobilnya, dan mengetuk pintu kostan Destya. Namun tidak ada jawaban dari dalam kostan tersebut. Akhirnya Reyhand menunggu di teras depan kostan Destya.


“Kenapa Destya belum sampai juga, padahal ini sudah pukul 18.30,”


“Dimana sih kamu Destya,” gumam Reyhand dalam hati sambil mondar mandir.


Saat Reyhand hendak di pergi meninggalkan kostan tersebut, datanglah Sarah yang dibonceng oleh rekan barunya di tempat praktek. Reyhand yang melihat Sarah datang tidak bersama Destya bertanya - tanya.


“Sarah, dimana Destya ?”


“De...Destya eeuu di...dia eeuu,”


“Kenapa kalian tidak pulang bersama ?”


“Bukankah kalian satu tempat praktek ?” tanya Reyhand menyelidik.


“Aduhhh gimana ini, aku harus jawab apa,” gumam Sarah dalam hati yang ketakutan melihat mata Reyhand yang melotot kepadanya mengintrogasi keberadaan Destya.


Setengah jam kemudian Destya datang bersama dengan Raka, Reyhand yang melihat Destya datang bersama dengan Raka membelalakan matanya dan mengepalkan tangannya.


Destya lalu turun dari motor Raka, melihat Reyhand datang menemuinya langsung menghampiri dan memeluk Reyhand. Reyhand hanya diam tidak membalas pelukan Destya, matanya masih menatap tajam pada Raka yang masih berdiam di tempat. Sarah melirik Raka dan mengintruksikan agar Raka segera pergi. Raka pun melajukan motornya meninggalkan kostan Destya karena tidak nyaman berlama – lama melihat wanita yang dicintainya memeluk pria lain meskipun itu adalah kekasih wanita yang dicintainya.

__ADS_1


“Darimana saja ?” tanya Reyhand pada Destya dengan ketus.


Destya melepaskan pelukannya dari Reyhand mendengar kekasihnya bertanya dengan nada tinggi padanya.


“Aku hanya pergi sebentar, tadi Raka me ......”


“Aku menunggumu dari sore tadi, dan kau malah datang bersama lelaki itu,”


“Aku tadi hanya me....”


“Sudahlah, lebih baik kau istirahat,”


Reyhand langsung naik ke mobilnya bergegas pergi meninggalkan Destya yang mencoba menghentikannya. Destya berusaha mengejar mobil Reyhand yang berlaju semakin jauh meninggalkannya.


“Destyaaaa,” panggil Sarah yang mencoba menghentikan Destya yang berlari mengejar mobil Reyhand.


Akhirnya Destya pun terjatuh dan menangis. Sarah pun menghampiri Destya yang sedang menangis.


“Ayo Des, kita masuk !”


“Reyhand Sarah,”


“Aku tahu itu lebih baik kita masuk, malu dilihat orang,”

__ADS_1


Destya melihat ke sekeliling ada orang yang keluar dari rumahnya, karena mendengar teriakan Destya tadi. Destya pun menurut dan bergegas masuk ke kostannya.


__ADS_2