
SEBAGIAN BAB INI TELAH DIHAPUS
Dhea membiarkan kaca pintu mobil terbuka. Ia juga melakukan hal yang sama untuk Panji. Mereka ingin merasakan angin sejuk di tengah kota panas yang baru saja ia rasakan. Saat angin menerobos masuk dan membelai wajah seolah sedikit beban ikut dibawa terbang.
"Penjamin mata kamu. Tarik napas dalam dan keluarin perlahan," suruh Dhea. Panji melakukan apa yang diperintahkan wanita itu. "Lebih tenang?" tanya Dhea kemudian.
"Hmmm .... " Panji menggenggam tangan Dhea. Rupanya belum puas juga Panji menggenggam tangan Dhea di sepanjang perjalanan tadi.
"Hubungi istrimu. Dia pasti khawatir."
Panji menyunggingkan senyuman semu ke arah Dhea. "Dia harusnya dengerin aku dari awal. Kenapa harus berbohong," ucap Panji lirih.
__ADS_1
"Maksud kamu?" tanya Dhea tak mengerti.
"Suap itu. Tas dan uang itu Haris berikan ke Rena. Aku udah minta Rena buat mengembalikkannya tapi dia malah bohong." Panji mempererat genggaman tangannya. Ia kesal dan tanpa sadar melampiaskan pada genggaman tangannya.
"Aww .... " pekik Dhea sambil mencoba membebaskan tangannya.
"Maaf," ucap Panji begitu sadar tangan Dhea kesakitan.
"Nggak apa-apa. Terus .... " Dhea ragu ingin bertanya. "Emm, kamu udah jelasin ke atasanmu?"
"Terus?"
"Sanksi disiplin. Aku nggak akan mendapat gaji selama tiga bulan dan harus menandatangani pernyataan kalau nerima suap lagi aku bakal diberhentikan dengan tidak hormat." Panji menghembuskan napas dalam seolah bebannya ini sangat berat.
__ADS_1
"Semuanya bakal cepet berlalu, Panji. Kamu hanya perlu menjelaskan situasinya dan memberi tahu ke semua orang kalau kamu sudah menerima sanksi." Dhea berkata lembut pada lelaki yang sedari tadi berusaha keras mencoba mengungkapkan masalahnya.
Sementara Dhea masih bersama Panji, kini Rena sudah ada di depan apartemen Dhea. Rena yang merasa bersalah pada suaminya langsung berlari ke rumah Haris untuk mengembalikan barang haram itu.
Namun, begitu kembali pulang. Rena tak menemukan batang hidung suaminya di rumah. Ia hubungi pun juga tak diangkat.
Lalu bagaimana Rena bisa sampai di apartemen Dhea? Sebelumnya ia sudah memasang aplikasi yang dapat mengetahui lokasi seseorang di handphone Panji. Dari situlah Rena bisa sampai di apartemen Dhea sekarang. Ya meskipun sebenarnya Rena belum tahu kalau yang tinggal di sana adalah Dhea.
Rena memutuskan untuk terus menunggu. Ia bertahan hingga berjam-jam, meskipun tak ada jaminan akan melihat suaminya di sana. Lokasi Panji yang saat ini terlalu jauh untuk Rena susul. Itu sebabnya ia putuskan menunggu.
Hingga lebih dari dua jam menunggu. Rena menangkap sebuah mobil mendekat. Setelah sadar itu mobil Panji, Rena langsung buru-buru bersembunyi.
Suatu kejadian yang tak pernah disangka-sangkanya terjadi tanpa sepengetahuan Rena. Ah sebenernya Rena sudah sedikit memperdiksi ini. Namun, seakurat apapun itu ia tetap saja tersentak kaget saat melihat Dhea turun dari mobil Panji.
__ADS_1
Kaki Rena lemas seolah tak lagi mampu menopang badannya untuk berdiri tegak. Matanya panas dan memerah memandangi senyum suaminya bersama wanita lain. Ya meskipun senyum itu menyiratkan kesedihan tapi tetap saja sakit. Panji tak pernah melakukan itu padanya.
SEBAGIAN BAB INI TELAH DIHAPUS