
SEBAGIAN BAB INI TELAH DIHAPUS
"Kalian yang datang ke rumah sakit ini. Saya tidak pernah mendatangi anda," jawab Dhea mencoba kuat.
"Cukup tutup mulutmu dan dengarkan saya. Sekarang ikut saya ke rumah Rena. Jelaskan ke Rena dan orangtuanya bahwa kamu yang selama ini menggoda Panji .... "
"Saya tidak akan pernah terlibat lagi dengan masalah kalian .... "
'Plak'
Satu tamparan Dhea terima dari Mia. Benar-benar di luar dugaan. Jika ada rekor untuk orang yang menerima tamparan terbanyak dalam waktu dua hari, maka Dhea akan memenangkannya.
"Gara-gara kamu hidup Panji hancur, karirnya berantakan, rumah tangganya sekarang terancam."
"Kenapa saya jadi ikut bertanggung jawab atas karir Panji?" tanya Dhea penuh penekanan.
"Mau saya tampar lagi?" tantang Mia dengan mata melotot.
"Silakan. Saya sudah mendapat banyak tamparan dari menantu anda. Itu membuat saya terbiasa." Dhea ikut menantang.
'Plak'
Benar, satu tamparan lagi Dhea terima. Ia benar-benar harus mendaftarkan diri untuk mendapatkan rekor.
__ADS_1
"Gara-gara kamu, hidup Panji hancur. Dia akan bercerai. Itu yang kamu inginkan? Menghancurkan hidup orang yang katanya kamu cintai?" Mia semakin di kuasai emosi. Ia sedang berusaha menyelamatkan nasib anak semata wayangnya itu. Sebenarnya, Mia juga sedang berusaha menyelamatkan hidupnya sendiri.
"Hidup saya juga hancur, Tante. Tetapi saya tidak pernah meminta kalian untuk bertanggung jawab," sahut Dhea tegas.
"Tidak usah banyak omong. Cepat masuk mobil. Ikut saya dan jelaskan ke keluarga Rena kalau sebenarnya kamu yang menggoda Panji. Bukan sebaliknya." Mia terus memaksa. Pintu mobil merah darah di samping Dhea itu kini telah terbuka.
Namun, Dhea memilih pergi. Bahkan tanpa permisi.
Mia mengejar. Ia mencoba mengimbangi langkah Dhea. Namun, sedikit tertinggal. "Tidak tahu diri. Ayo ikut." Mia terpaksa menarik rambut panjang Dhea dari belakang.
SEBAGIAN BAB INI TELAH DIHAPUS
SEBAGIAN BAB INI TELAH DIHAPUS
"Hiks .... hiks .... " suara hisakan tangis Rena kembali memuncak. Perih telinganya, sakit hatinya mendengar itu.
"Panji merasa bersalah dan merasa harus bertanggung jawab .... "
"Dengan selingkuh maksudmu?" serobot Desi.
"Kamu masih mencintainya?" tanya Suryo tenang. Meskipun tatapan matanya menuding penuh kemarahan.
"Ya," jawab Panji singkat.
__ADS_1
"Panji!" bentak Mia.
"Tapi bukan berarti Panji tidak mencintai Rena," lanjut Panji.
"Kurang ajar kamu, Panji." Desi marah. Lebih marah dari sebelumnya.
"Saya tahu. Hati saya cuma satu. Tidak seharusnya ada dua wanita yang .... "
"Ceraikan Rena!" ucap Suryo tiba-tiba.
"Ayah .... " Rena menegakkan duduknya dan menatap Ayahnya memohon.
Rena sangat mencintai Panji, sesakit apapun perasaannya. Rena yang meminta perjodohan itu. Mungkin ini balasan karena sudah merusak hubungan orang dan memaksa Panji untuk hidup bersamanya. Keluarga Rena sudah membeli Panji dengan investasi usaha seharga miliaran, ditambah kesuksesan Panji sebagai jaksa saat ini.
"Kamu harus memilih satu, Panji," lanjut Suryo.
"Beri saya waktu. Saya ingin menjaga perasaan semua orang."
"Menjaga dan mencintai itu berbeda. Kamu mau bertanggung jawab dengan luka di wanita itu tapi malah berakhir dengan melukai anak Papa." Suryo mulai meninggikan nada bicaranya.
"Kami sama-sama terluka. Dhea terluka karena saya tinggalkan. Saya terluka karena meninggalkannya. Rena terluka karena sampai sekarang rasa cinta saya padanya tidak .... "
SEBAGIAN BAB INI TELAH DIHAPUS
__ADS_1