Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!
AMM 50


__ADS_3

Stevani hanya bisa meraung ketika Abram dengan tega memasukkannya ke tempat pelacuran. Hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia memang bercinta dengan lelaki lain, tapi tidak sembarang lelaki. Stevani hanya bercinta dengan Abram dan Charles. 


Siapa Charles?


Ia adalah lelaki yang pertama kali merenggut keperawanan Stevani. Dulu, Stevani tidak sepenuhnya cinta bahkan membenci lelaki itu. Apalagi ketika ia menjalin hubungan dengan Abram, membuat Stevani melupakan segalanya termasuk Charles. Namun, seiring waktu berjalan, Stevani mulai merasa jenuh menjalani hubungan dengan Abram yang seperti itu-itu saja. 


Abram memang bisa memberikan harta dan apa pun yang ia mau, tetapi tidak dengan perhatian. Lelaki itu terkesan cuek meskipun Stevani bisa merasakan cinta Abram untuknya dan satu tahun terakhir hubungannya dengan Charles menjadi dekat karena lelaki itu memberikan Stevani perhatian yang sangat penuh. 


Akan tetapi, sekarang yang bisa dilakukan Stevani hanyalah pasrah. Ia tidak bisa lagi meminta bantuan Charles karena lelaki itu dikirim ke tempat terpencil. Sungguh, Stevani tidak menyangka kalau Abram bisa bersikap sekejam itu padanya. 


***

__ADS_1


"Gisel," gumam Abram saat ia sedang merenung dalam kesendirian. Entah mengapa, tiba-tiba nama Gisela yang keluar dari bibirnya. "Aarggh!! Ya Tuhan. Di mana dia sekarang!" 


Abram mengacak rambutnya kasar. Ia frustrasi. Semenjak tidak berhubungan lagi dengan Stevani, tiba-tiba Abram rindu dengan Gisela. Wanita yang pernah menjadi istrinya dan sekarang ia tidak tahu di mana wanita itu berada. Ia bertemu dengan wanita itu terlahir kali hanya saat memberi peringatan. 


Abram menjadi mengingat satu hal dan hati kecilnya merasa kalau bukan Gisela yang menjadi dalang kecelakaan sang mama. Ia meragu. Dengan cepat ia mengembuskan napas kasar lalu bergegas pergi mengalihkan pikirannya yang makin tidak karuan. 


Entah ke mana tujuan Abram, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia hanya ingin pikirannya tidak terlalu larut. Namun, ketika sedang asyik mengemudi, perhatian Abram teralihkan hingga membuatnya mengerem secara mendadak. Abram memusatkan perhatian ke seberang jalan. Melihat wanita yang sangat tidak asing sedang membeli martabak. 


"Gisel," gumam Abram. Menatap Gisela sangat lekat. Ingin sekali ia turun dan menyapa wanita itu, tetapi gengsi. 


"Dasar murahan! Cih!" Abram berdecih sendiri lalu melajukan mobilnya pergi dari sana. Ia tidak mau makin kesal melihat pemandangan itu. 

__ADS_1


Sementara itu, Gisela terlihat sibuk melihat penjual martabak yang sedang meracik pesanannya. Air liur wanita itu tidak bisa ditahan lagi saat melihat sang penjual sedang memarut keju yang sangat banyak sebagai toping. Sesuai dengan pesanan  Gisela. 


"Kamu yakin akan makan keju sebanyak itu?" tanya Dirga. 


Gisela tidak menjawab, hanya mengangguk pelan. Lalu dengan cekatan ia menerima martabak yang telah dibungkus itu. Ketika membayar, terjadilah perdebatan. Gisela dan Dirga sama-sama ingin membayar makanan itu hingga membuat sang penjual bingung. Tidak ingin urusan makin memanjang, Dirga pun memilih mengalah untuk saat ini. Ia menyimpan kembali uang ke dalam dompet dan mengajak Gisela untuk bergegas pulang karena angin malam tidak baik untuk wanita itu. 


***


"Makanlah dengan pelan. Aku tidak akan merebutnya." Dirga berbicara disertai senyuman manis. Merasa terhibur dengan cara makan Gisela yang sangat lahap bahkan terkesan rakus. 


"Kalau kamu mau, ambil saja. Aku tidak akan mungkin bisa menghabiskan ini sendirian," kata Gisela tidak terlalu jelas karena wanita itu sedang sibuk mengunyah. 

__ADS_1


"Yakin, nih?" Dirga bertanya untuk memastikan. Gisela hanya menanggapi dengan anggukan. Namun, tiba-tiba Gisela dibuat terkejut saat Dirga memakan martabak yang berada di tangan Gisela dan ada bekas gigitan wanita itu. "A-apa yang kamu lakukan?" tanyanya gugup. 


"Aku hanya ingin melakukan ciuman secara tidak langsung denganmu," ucal Dirga santai dan ia tersenyum seolah tanpa dosa. Sementara itu, Gisela hanya bisa mematung dan menatap Dirga dengan tatapan yang susah dijelaskan. 


__ADS_2