Amanita phalloides

Amanita phalloides
lo open Bo sama siapa, an*ir!!


__ADS_3

Suasana pagi hari, merupakan suasana yang sangat indah untuk kembali terlelap dalam mimpi. Apalagi udara yang begitu dingin dikarenakan sejak semalam, hujan terus turun tanpa henti. Tapi tidak dengan Freya dan teman-temannya, mereka harus tetap berangkat sekolah, walaupun raga ingin kembali bergelut dengan selimut dan alam mimpi. 


Dengan langkah gontai, Freya melangkahkan kakinya memasuki pekarangan sekolah. Beruntung sekali pagi ini dia berangkat dengan Kafin, jadi dia tidak harus berdesak-desakkan di angkutan umum, dia juga tidak perlu mengeluarkan uangnya untuk ongkos. Jadi uang jajannya masih aman tanpa potongan ongkos.


Semua atensi siswa yang berada digerbang memusatkan pada satu titik, yaitu mobil lamb*rgini keluaran terbaru yang tiba-tiba berhenti didepan gerbang. Mobil mewah berwarna ungu tersebut, menepikan dirinya didaerah yang tidak seharusnya. Tidak seharusnya orang yang sangat kaya bersekolah disini, dan lagi Freya sangat yakin tidak ada anak disekolahnya yang punya mobil semewah itu, ini pertama kalinya dia melihat mobil semewah itu berada disekolahnya.


Keterkejutan Freya dan para siswa tidak berhenti sampai disitu. Mata mereka kian membulat lebar, ketika mengetahui siapa yang baru saja turun dari mobil mewah tersebut. Seorang gadis bertubuh gempal yang sangat Freya kenali, turun dari sana, tentu saja dia adalah Rara, sahabat Freya satu-satunya.


"Kenapa lo liatin gue kayak gitu?" Tanya Rara kepada Freya. Dia sangat menyadari tatapan orang-orang sedang berpusat kepadanya saat ini, tapi dia tidak peduli. Dia akan menikmatinya dengan senang hati. Kapan lagi seorang Rara Tantono menjadi pusat perhatian.


"Lo open BO sama siapa anjir!" Ujar Freya akhirnya. 


Dia sudah mengenal Rara sejak lama, dia juga kerap kali datang kerumah sahabatnya itu. Tentu saja keluarga Rara tidak sekaya itu, bukan bermaksud menghina apalagi merendahkan, tapi memang seperti itu faktanya. Rara tidak mungkin menjadi kaya secara tiba-tiba, bahkan gadis itu masih memiliki hutang 5000 kepada Freya untuk gorengan tempo hari. 


Keluarga Rara bukan keluarga yang miskin, bukan pula keluarga yang sangat kaya. Orang tua Rara dua-duanya bekerja sebagai guru disalah satu sekolah negeri, mereka juga seorang PNS, jadi keluarga mereka cukup berkecukupan mengingat Rara yang hanya anak tunggal.


Geplakan yang cukup keras pada kepalanya, berhasil membuat Freya mengaduh kesakitan "itu mulut, kalau gak bisa ngomong yang baik-baik jangan ngomong asal jeplak!!" Omel Rara kesal.


"Gue tahu lo gak sekaya itu Ra, jadi aneh banget kalau lo tiba-tiba turun dari mobil mewah" ujar Freya seraya memegang belakang kepalanya yang terasa ngilu. Geplakan dari seorang Rara Tantono jangan diragukan lagi, pasti sangat keras.


"Gue masih punya iman anjir!! Gak mungkin gue open BO" 


Sebuah rangkulan pada bahu keduanya, mampu mengagetkan mereka. Sosok Kafin muncul ditengah-tengah mereka dengan cengirannya yang sangat menyebalkan. "Ra, lo jadi simpenan om-om?" Tanyanya dengan wajah tanpa dosanya.

__ADS_1


"Lo berdua dari tadi ngeraguin keimanan gue!! Gak mungkin gue kayak gitu" ucap Rara kesal.


Kenapa diantara mereka berdua tidak ada yang mampu berpikir positif sih, kenapa harus ngejual diri untuk jadi orang kaya? Lagian Rara tidak semiskin itu sampai harus open BO. Walaupun dia tidak sekaya itu, tapi Alhamdulillah orang tuanya masih mampu memenuhi semua kebutuhannya, termasuk gaya hidupnya selama ini.


"Di gerbang tadi heboh banget loh Ra, katanya Lo open BO. Katanya, si Rara jadi simpenan om-om. Gue cuman nanya langsung aja sama lo" ujar Kafin seraya semakin mengeratkan rangkulannya pada bahu Freya.


"Dia cuman ojek online anjir! Ngapain seheboh itu" ucap Rara menjelaskan.


Apakah keduanya percaya? Tentu saja tidak, tidak mungkin seorang ojek online sekaya itu, mereka gak mungkin kekurangan uang. Sangat tidak mungkin.


"Gak percaya gue" ujar Freya dan Kafin berbarengan.


"Lo berdua yah" Rara mengeluarkan ponselnya kemudian membuka aplikasi ojek online dan memperlihatkannya kepada Freya dan Kafin tepat didepan mata mereka "nih, masih gak percaya?" Tanyanya lagi.


"Yah mana gue tahu, tuh orang emang beneran ojek online kok. Katanya dia gabut karena kebangun pagi banget, sedangkan jadwal kuliahnya siang. Jadi yah gitu....intinya gabut"


"Gabut orang kaya aneh banget anjir" ujar Kafin.


Freya menepuk kedua tangannya takjub, bisa-bisanya gabutnya orang kaya jadi tukang ojek online. "Hoki banget lo bisa naik mobil mewah" 


"Asal lo tahu yah, waktu gue tadi masuk ke mobilnya. Gilaaa wangi banget, aroma orang kaya, gue bener-bener bisa nyium wangi uang. Gue bahkan ngerasa segan banget buat duduk, takut baju gue atau sepatu gue bikin mobilnya lecet. Gue gak punya duit sebanyak itu m, buat ganti rugi" ujar Rara menjelaskannya dengan heboh.


"Lo bilang tadi ojeknya bangun kepagian dan jadwal kuliahnya nanti siang?" Tanya Freya panasaran.

__ADS_1


Rara menganggukan kepalanya mengiyakan "iya"


"Berarti masih muda, bukan om-om"


"Heem. Baru 20 tahun sih tadi dia bilang"


"Ganteng gak?" Tanya Freya semakin penasaran.


"Ganteng banget Aya, sumpah.  Mobilnya aja semulus itu apalagi yang punyanya"


Dengan segera Freya memeluk tubuh Rara, dia bahkan tidak memperdulikan sosok Kafin yang sedang berdiri diantara keduanya "Ahh, berarti lo punya kesempatan buat deket sama dia. Asik gue punya temen seorang nyonya" ujar Freya girang.


Rara juga membalas pelukan Freya tidak kalah erat, saat ini keduanya sudah seperti karakter teletabis "lo bener!!" 


Mereka berdua tertawa kegirangan, tanpa memperdulikan suasana koridor yang sangat ramai, juga tatapan aneh orang-orang sekitar "Tapi Ya...." Rara menggantung ucapannya dengan mata yang memelas.


"Tapi apa?"


"Gue gak punya nomor nya" ujar Rara sedih.


"Yah,,, lo gagal jadi nyonya dong. Gue gagal punya temen seorang nyonya" keduanya kembali berpelukan dengan raut wajah yang dibuat sesedih mungkin.


Kafin bergidik ngeri melihat tingkah kedua sahabatnya itu, jadi dari pada ketularan gila. Dia lebih memilih melangkahkan kakinya dan meninggalkan adegan drama yang menurutnya sangat menyebalkan. Emang apa bedanya mereka dengan orang-orang kaya itu? Kenapa harus menyukai orang kaya? Kenapa harus jadi nyonya? Lagian orang kaya hanyalah orang-orang yang punya kelebihan uang. 

__ADS_1


Kalau memang Freya sangat ingin mempunyai teman seorang nyonya, dia aja yang jadi nyonya. Kafin tidak semiskin itu, walaupun dia tidak memiliki mobil lamborgini keluaran terbaru, tapi dia bisa berusaha untuk menjadi orang kaya. Dia sangat yakin, dimasa depannya nanti dia akan menjadi orang yang berkecukupan. Tidak harus jadi orang kaya, jadi orang yang berkecukupan saja cukup. Punya cukup uang untuk membeli mobil lamborgini terbaru, punya kecukupan uang untuk membeli rumah yang seperti istana. Iya cukup, berkecukupan.


__ADS_2