
Ternyata ucapan kak Darpa tentang kedatangan Farrel memang benar adanya, Farrel benar-benar datang kerumahnya. Tentu saja Freya merasa heran dengan kehadiran lelaki itu yang tiba-tiba, tidak biasanya dia datang secara tiba-tiba tanpa mengabarinya terlebih dahulu. Dengan langkah pelan, Freya berjalan menghampiri Farrel yang saat ini sedang membantu Kafin membakar daging.
"Ada apa, Rel?" Tanya Freya ketika berada disamping pemuda itu.
Farrel menatap kehadiran Freya kemudian tersenyum lebar "ada yang mau gue omongin" ujarnya.
"Iya apa?"
"Gak bisa disini" Farrel menarik tangan Freya untuk menjauh dari kerumunan. Namun mereka tidak sengaja berpapasan dengan mbak Rania dan juga kak Darpa yang baru saja keluar dari dalam rumah. "Didalem aja ngomongnya" ujar kak Darpa tiba-tiba. Seakan-akan dia mengetahui semua niatan dari Farrel.
Jadi disinilah keduanya sekarang, di ruang tamu keluarga Freya. Mau tahu apa yang paling mengherankan? Sosok Kafin yang berada diantara keduanya benar-benar membuat Freya heran. Freya menatap Kafin kesal. Padahalkan, tadi Farrel mengajaknya kesini supaya tidak ada yang mendengar obrolannya, tapi kenapa Kafin malah ikut-ikutan masuk dan duduk di kursi single coba?
"Gak papa, gak usah pikirin gue. Anggap gue gak ada disini" ujar Kafin, dia dengan sangat santainya menyantap sate bakar buatannya sendiri. Seakan-akan, dia tidak peduli dengan tatapan Freya yang sudah seperti singa betina yang hendak memburu.
"Lo ngapain sih disini? Ganggu aja" ujar Freya kesal. Inikan kali pertama Freya disamperin Farrel kayak gini, tapi kenapa harus ada manusia kayak Kafin sih?
"Sorry nih Ya, gue kesini cuman ngelaksanain tugas dari kak Darpa. Jadi lo gak usah marah-marah"
__ADS_1
Freya memutar bola matanya malas. Kenapa pula kak Darpa bersikap seperti itu, seakan-akan dia secara terang-terangan menolak kehadiran Farrel. Padahal kak Darpa yang menyarankan mereka untuk ngobrol didalam rumah, kenapa pula dia harus bersikap kekanakan seperti ini. Kan Freya malu, bagaimana kalau Farrel menganggap kak Darpa gak setuju dengan hubungannya. Padahal Freya gak pernah ngeganggu kak Darpa dan mbak Rania ketika mereka berduaan. Tapi kenapa kakaknya malah bersikap seperti ini? "Awas aja kak, aku juga akan ganggu kakak ketika lagi berduaan sama mbak Rania" ujar Freya dalam hati.
"Oke-oke, kalian jangan natap gue kayak gitu. Gue pergi ke atas aja, kalian mah sok silahkan mau ngapa-ngapain juga. Mau ngobrol sepanjang rel kereta kereta api, sok silahkan" setelah mengatakan hal tersebut, akhirnya Kafin pergi kelantai atas dan meninggalkan Freya dan Farrel berdua.
"Jadi lo mau ngapain ke sini? Gak biasanya lo dateng kesini tanpa ngabarin dulu" tanya Freya to the point. Mungkin karena hubungan Farrel dan Freya tidak berjalan sebagaimana orang lain ketika berpacaran, jadi Freya bingung harus berbasa-basi seperti apa dulu.
Farrel memasukkan tangannya kedalam saku hoodie, kemudian mengeluarkan sebuah jepit rambut berwarna biru "nih buat lo" ujarnya seraya menyerahkannya kepada Freya.
Freya menatap jepit rambut pemberian Farrel dengan tatapan tidak mengerti "kena sambet apa lo tiba-tiba ngasih gue jepit rambut?" Tanya Freya benar-benar heran.
"Lo kenapa sih Rel? Bikin takut aja" ujar Freya bergidik ngeri.
Jepit rambutnya sih cantik banget, lucu malah. Tapi yang membuat Freya bergidik ngeri adalah karena Farrel tiba-tiba bersikap seperti ini. Bahkan laki-laki itu yang tiba-tiba bisa mengingat warna kesukaan Freya, benar-benar seperti keajaiban dunia. Bagaimana bisa Farrel yang biasanya selalu bersikap menyimpang, menjadi sangat manis seperti ini. Biasanya kan Farrel suka mengingat kebalikannya, Freya yang alergi kacang justru malah dikatakan dia sangat menyukai kacang-kacangan. Jadi sikap Farrel yang seperti ini merupakan keajaiban dunia, bahkan mungkin mampu mengalahkan keajaiban dunia unesqo.
Farrel tersenyum lebar melihat reaksi Freya yang seperti itu, dia mengacak puncuk kepala Freya gemas "tapi lo suka?" Tanyanya.
Freya menganggukkan kepalanya cepat "iya suka, suka banget. Makasih Farrel sayang"
__ADS_1
Jika ditanya tentang seberapa besar kebahagiaan yang Freya rasakan saat ini, maka dia akan menjawab 1000 dari 10. Dia benar-benar bahagia, sangat bahagia. Sepertinya Farrel benar-benar menepati semua ucapannya tadi siang, sepertinya dia benar-benar sedang berusaha untuk mencintai Freya, karena itu dia melakukan hal-hal yang diluar kebiasaannya.
Jika ditanya tentang apakah Freya mempercayai ucapan Farrel yang mengatakan bahwa dia tidak sengaja melihat jepit rambut itu, maka jawabannya adalah tidak. Farrel yang Freya kenal bukan orang yang seperti itu, dia bahkan sangat tidak memperhatikan sekelilingnya, dia hanya akan melihat dan mencari apa yang dia butuhkan dan perlukan saja. Tapi gak papa, untuk kali ini mari kita percaya dengan ucapan Farrel yang katanya tidak sengaja melihatnya.
"Udah kan ngobrolnya? Masih ada yang mau diomongin?" Tanya Kafin tiba-tiba. Entah sejak kapan dia turun dari lantai atas, Freya bahkan tidak menyadari kehadiran lelaki itu yang bagaikan jalangkung "Gue udah laper banget nih. Yuk keluar? Gue gak bisa keluar kalau tanpa lo berdua"
"Oh iya, Rel lo jangan langsung balik. Makan dulu lah, mumpung lo udah disini juga"
Freya melihat kearah Farrel dan menunggu jawaban dari pacarnya itu "iya" jawab Farrel disertai anggukkan kepala.
Akhirnya ketiganya keluar dari dalam rumah. Awalnya Freya pikir kehadiran Farrel ditengah-tengah keluarganya, tidak akan disambut dengan hangat mengingat mereka yang sering meminta Freya mengakhiri hubungannya. Tapi siapa yang menyangka kalau, mereka akan bersikap se welcome itu kepada Farrel dan menyambutnya dengan sangat hangat juga tangan terbuka. Bahkan Kafin yang sering beradu debat dengan Farrel di sekolah, justru dengan akrabnya mereka membakar daging bersama-sama.
"Sorry kakak tadi nyuruh Kafin buat nemenin kalian ngobrol. Kakak cuman gak mau terjadi hal yang tidak diinginkan, kamu kan juga tahu kalau manusia yang berlawan jenis berdua-duaan yang ketiganya itu syetan. Mau dikatakan seperti apapun, iblis punya pengalaman ribuan tahun untuk menggoda manusia"
"Iya gak papa kok kak"
Freya tidak mampu membantah ucapan kak Darpa, karena yang dia ucapkan memang benar adanya. Iblis memiliki pengalaman ribuan tahun menggoda manusia untuk melakukan dosa dan maksiat. Bahkan nabi adam yang tangguh dan awalnya tidak mau nurut, akhirnya luluh melalui pasangannya yaitu Siti Hawa. Nabi Adam saja yang seorang nabi bisa luluh akan rayuan iblis, apalagi Freya dan Farrel yang hanya manusia biasa yang jauh dari kata istiqomah. Nauzubillah, semoga kita semua dapat dijauhkan dari hal-hal yang mengerikan seperti itu. Semoga kita semua berada dalam lindungan Allah Swt, karena kan dimana pun kita berada dan kemanapun kita menatap, Allah pasti akan selalu ada disana.
__ADS_1