Amanita phalloides

Amanita phalloides
karena lo yang salah, Aya!


__ADS_3

"Lo bilang apa tadi?" Freya berdiri dari duduknya seraya menatap Zyva dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun, siapapun yang melihat tatapan itu, pasti akan ketakutan luar biasa dikarenakan tatapannya yang sangat mengintimidasi.


Zyva memundurkan langkahnya kebelakang, ketika Freya berjalan menghampirinya "lo bilang apa tadi?" Freya mungkin tidak membentak Zyva, mungkin orang lain yang tidak sengaja melihat pertengkaran mereka, juga hanya akan berpikir bahwa Freya hanya bertanya saja.


"Coba lo ulang ucapan lo tadi? Siapa lo sampai berani ngehina keluarga gue? Emangnya lo siapa?!! Apa hak lo ngehakimi keluarga gue?" Bentak Freya murka.


"Gue bahkan gak kenal sama lo!! Tapi berani-beraninya, lo ngehina orang yang paling berharga dalam hidup gue. Lo bisa hina gue sepuas yang lo mau, gue gak peduli!! Tapi kalau lo ngehina keluarga gue--"


"Lo bakal ngelakuin apa? Lo bakal mukul gue? Nampar gue?" Zyva melangkahkan kakinya kearah depan dan berbisik pelan tepat pada telinga Freya "lo mungkin gak tahu, tapi alasan ayah lo ninggalin kalian semua adalah demi gue dan nyokap gue. Dan tentu saja Farrel akan selalu jadi milik gue"


Plak!!


Sebuah tamparan keras berhasil mendarat pada pipi kiri Zyva. Freya menatap Zyva dengan matanya yang memerah. Sebuah fakta yang mengejutkan berhasil membuat Freya bergetar hebat. Marah, kecewa, sedih, takut bercampur aduk dalam benak Freya.


"Freya!!" Farrel dengan segera merangkul bahu Zyva dan menatapnya khawatir "kamu gak papa kan?"


Harusnya Farrel bersikap sweet seperti itu kepada Freya, harusnya yang Farrel khawatirkan adalah Freya, bukan malah Zyva. Bukankah disini sudah sangat jelas siapa yang antagonisnya? Bukankah sudah sangat jelas bahwa ibunya Zyva telah merebut ayahnya Freya, bahkan sekarang Zyva juga hendak merebut Farrel dalam hidup Freya. Tapi kenapa selalu Freya yang menjadi tokoh antagonis dalam hidup Farrel dan Zyva.


"Lo bisa marah, tapi jangan pake kekerasan gini Aya. Lo tahukan kalau Zyva lagi sakit?" 


"Lo lebih milih ngebela Zyva dibanding gue yang pacar lo sendiri Rel?!" Freya menatap Farrel dengan tatapan terluka, disini Freya yang terluka, bahkan pikiran dan hatinya sudah sangat tidak karuan saat ini. Tapi kenapa selalu Zyva yang jadi prioritas Farrel?


"Karena lo yang salah Aya!!"

__ADS_1


"Maksud lo, gue salah kalau merasa cemburu? Gue salah kalau gak terima pacar gue sendiri, makan-makanan yang diberikan oleh wanita lain. Sedangkan lo selalu buang makanan yang gue buat?!!" 


Farrel terdiam mendengar penuturan Freya.


"Lo tahu gimana kondisi keluarga gue, lo bahkan sangat tahu secinta apa gue sama bunda dan kak Darpa. Tapi lo masih saja ngebela dia, yang jelas-jelas udah ngehina orang yang paling gue sayang?"


"Tapi gak dengan kekerasan Freya!! Harus berapa kali gue bilang, kalau Zyva lagi sakit!"


"Iya Rel, dia sakit. Sakit jiwa"


Beberapa detik setelahnya, Freya merasa waktu berjalan begitu menegangkan. Orang-orang mulai berdatangan dan sibuk menolong Zyva yang terjatuh pingsan. Bahkan Freya tidak tahu, kapan orang-orang datang dan mengerumuni mereka. Padahal, tadi disini hanya ada mereka bertiga. Bahkan ucapan orang-orang yang berteriak, juga beberapa guru yang bertanya tentang kronologi kejadian berhasil Freya hiraukan.


Tapi satu hal yang Freya ingat tentang kejadian hari itu adalah ketika dia mencegat Farrel yang sedang membopong Zyva untuk pergi.


"Itu dulu, minggir!"


Tatapan Farrel yang penuh dengan kebencian, tidak pernah hilang dalam benak Freya. Bahkan ketika Kafin datang dan memeluknya erat, Freya masih saja diam dengan tatapannya yang begitu kosong. Semuanya terlalu tiba-tiba bagi Freya, fakta-fakta yang Freya terima hari ini benar-benar mengguncang mentalnya dengan sangat dahsyat.


****


Beberapa hari setelah kejadian hari itu, Zyva tidak pernah masuk sekolah lagi. Katanya gadis itu dirawat dirumah sakit, jadi dia mengerjakan ujiannya dari sana. Beberapa siswa bahkan menyalahkan Freya akan apa yang terjadi pada Zyva hari itu. Bahkan video Freya yang menampar Zyva berhasil viral diinternet. Selain di bully disekolah, akun media sosial Freya juga di teror oleh jutaan netizen. Secara beramai-ramai, mereka meminta Freya meminta maaf kepada Zyva dan mempostingnya di media sosial. Karena ternyata, Zyva merupakan influencer terkenal dengan 20.000 Followers.


Diakibatkan semua teror yang dia terima, akhirnya Freya memutuskan untuk menutup semua akun media sosialnya.

__ADS_1


Miris memang, mereka bahkan hanya melihat seperempat dari kejadian yang terjadi. Tapi mereka seakan-akan tuhan yang maha tahu akan segalanya. Sangat disayangkan karena orang yang merekam video itu, hanya ketika Freya menampar Zyva. Tidak ketika Zyva mendorong Freya dengan kasarnya. Bahkan beberapa hari setelah kejadian hari itu, Freya tidak mampu duduk terlalu lama karena bokongnya yang terasa sakit. Tapi mereka tidak peduli dengan fakta tersebut bukan? Mereka bisa membully seseorang hanya dari potongan video saja. Dan tentunya, mereka tidak memiliki niatan untuk mencari tahu kebenarannya.


Freya sadar, dia salah karena sudah membuang bekal buatan Zyva, dan dia akan dengan senang hati untuk meminta maaf. Tapi untuk meminta maaf karena menampar gadis tersebut, Freya tidak akan pernah mau melakukannya. Dia tidak merasa salah karena dia hanya membela keluarganya. Bunda dan kak Darpa, jauh lebih berharga dibandingkan apapun. Bahkan jika dia harus dihina seumur hidupnya, maka dia tidak akan merasa keberatan. Freya, akan dengan senang hati memberikan seluruh dunianya, untuk dua orang manusia hebat itu.


Satu hal yang sangat Freya syukuri adalah karena Kafin dan Rara selalu berada disisi nya. Dibandingkan menanyakan tentang seluruh kejadian yang terjadi hari itu. Mereka justru malah menenangkan Freya dan mengatakan bahwa mereka percaya kepada Freya, dan mereka tahu kalau Freya tidak akan menampar Zyva, tanpa alasan yang begitu fatal.


"Aya, lo beneran mau ngejenguk Zyva?" Ini sudah kesepuluh kalinya, Kafin bertanya seperti itu. Mungkin tidak seharusnya Freya meminta Kafin untuk mengantarnya kerumah sakit.


"Lo kalau mau balik lagi, ayo gue anter balik"


Freya memutar bola matanya malas.


"Lo kalau mau pulang, udah pulang sana. Gue bisa kok ngejenguk sendirian" 


Secara tiba-tiba, Kafin menggenggam tangan Freya "lo gak salah Aya, wajar kalau lo ngerasa cemburu. Wajar kalau lo nampar Zyva karena dia sudah ngehina bunda dan kak Darpa. Jadi lo gak usah maksain diri lo untuk minta maaf, hanya karena orang-orang maksa lo ngelakuin itu"


Jadi Kafin tahu? Sejak kapan? Gak mungkin kan dia menguping hari itu.


"Lo tahu dari mana?" Tanya Freya curiga.


"Sorry, gue gak sengaja nguping. Tapi beneran sumpah gak sengaja" sebuah cengiran menyebalkan berhasil Kafin berikan kepada Freya, dia juga membuat tanda v menggunakan tangannya.


"Katanya lo bakalan bantu gue kalau butuh, lo bakalan dateng kalau gue minta pertolongan lo. Tapi kenapa lo gak dateng hari itu, padahal gue benar-benar butuh lo"

__ADS_1


Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, Kafin memeluk tubuh Freya erat. Beberapa kali pemuda itu mengucapkan kata maaf dan juga penyesalan "Sorry Aya, seharusnya gue bantu lo hari itu"


__ADS_2