Amanita phalloides

Amanita phalloides
titik balik


__ADS_3

Hari-hari Freya jalani dengan begitu baik. Tidak ada yang berubah dari hidupnya, selain dia yang sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan Farrel. Seantero sekolah sudah mengetahui kabar kandasnya hubungan keduanya, juga kabar bahwa Farrel yang sudah menjalin hubungan dengan Zyva. Satu hal yang Freya syukuri adalah sudah tidak ada lagi hujatan yang dia terima diinternet. Bahkan mereka sekarang justru berubah haluan,. menjadi membela Freya dan menyudutkan Zyva. Sebenarnya Freya tidak ingin hal itu terjadi kepada Zyva, tapi mau bagaimana lagi? Dunia ini berputar bukan? Dan kebenaran pasti akan terungkap.


Satu postingan anonim yang mengirimkan video full kejadian yang sebenarnya terjadi dihari itu, tersebar luas. Namun, video tersebut kalah pamor dibandingkan video yang pertama. Freya tidak merasa keberatan jika memang orang-orang menganggap dirinya sebagai pelaku, karena memang dia bersalah karena telah membuang makanan bekal buatan Zyva. Freya tidak tahu siapa yang mengirimkan video tersebut, tapi dia merasa sangat bersyukur karena ada orang baik yang telah menolongnya.


Hari dimana video tersebut di posting, merupakan satu hari setelah hubungan Freya dan Farrel kandas. Entah siapa yang mempostingnya, tapi yang pasti,,, video itu diambil dari arah belakang. Setelah opini publik kini terbalik, bahkan akhirnya Freya kembali membuka akun media sosialnya. Banyak sekali dm yang masuk, juga notifikasi. Banyak sekali yang awalnya menghujat dirinya, kini berubah menjadi membela dan menyemangatinya. Walaupun tidak sebooming video pertama, tapi ternyata dampaknya cukup terasa dalam hidup Freya.


Freya meregangkan tangan-tangannya. Dia harus berterima kasih pada otaknya yang sudah mau diajak bekerja keras selama beberapa hari terakhir, dia juga harus berterima kasih kepada Rara dan juga Kafin. Setelah mengetahui niatan balas dendamnya, mereka dengan semangat mengajukan dirinya untuk membantu Freya. Tentu saja Freya merasa sangat senang dibantu oleh orang yang jauh lebih pintar dibandingkan dirinya. Karena itu selama beberapa hari terakhir, mereka menghabiskan waktu bertiga untuk belajar di gazebo depan rumah Freya.


"Gak kerasa besok udah hari terakhir aja" ujar Rara, ketika keduanya bertemu dikoridor.


Rara dan Freya berbeda ruangan ujian, karena itu mereka lebih sering bertemu di kantin dan perpus. Ketika pulang, mereka akan berkumpul di koridor dekat kelas, karena Kafin dan Freya satu ruangan, jadi mereka hanya perlu menunggu Rara untuk pulang bersama.


Tidak terasa hari-hari itu akan segera berakhir. Mereka pasti tidak akan pulang bersama lagi, Rara akan kembali dijemput oleh papanya ataupun naik ojek. Kafin juga tidak akan membawa mobil lagi dan akan kembali menggunakan motor kesayangannya. Freya pun sama, dia akan pulang naik angkot atau dijemput oleh kak Darpa. Ternyata walau tidak terjadi begitu lama, kebersamaan seperti ini terasa begitu menyenangkan.


Tentang Farrel, dia juga satu ruangan dengan Freya dan Kafin. Selama masa ujian berlangsung, Freya dan Farrel tidak pernah berinteraksi, apalagi betegur sapa. Ternyata memang benar, pesan Farrel malam itu memang pesan terakhir yang pemuda itu kirimkan. Farrel akan langsung pulang ketika jam pelajaran selesai. Tidak ada lagi Farrel yang mengajak pulang bersama, tidak ada lagi Freya yang duduk di jok motor Farrel. Semuanya hanya tinggal kenangan, yang akan hilang dimakan waktu.


Freya menganggukkan kepalanya "iya yah, gak kerasa"

__ADS_1


"Oh iya Ya, hari ini gue gak bisa ikut belajar bareng. Gak papa kan?" 


"Iya gak papa, makasih yah karena selama ini udah mau bantuin gue" ujar Freya tulus. Dia tidak tahu apakah dia mampu merebut gelar rangking satu yang dipegang oleh Farrel selama ini. Tapi setidaknya, Freya merasa bersyukur karena dia sudah berjuang dengan sangat baik dan mempertaruhkan seluruh kemampuan yang dia bisa.


"Aya?"


"Hmm?" Freya menoleh kearah Rara.


"Menurut lo Kafin bagaimana?" 


Sepertinya dugaan Freya mengenai Kafin yang berusaha mendekati Rara benar adanya. Tidak mungkin Rara tiba-tiba menanyakan perihal Kafin, jika dia tidak tertarik dengan pemuda itu.


"Dua-duanya" jawab Rara antusias.


"Kalau dari segi kebaikan, Kafin baik banget. Dia laki-laki yang bisa banget lo andelin. Kalau minta jemput dia pasti dateng, mau malem kek, pagi ataupun siang, dia pasti dateng. Selain itu, dia juga royal banget. Katanya pantang buat cewek bayar sendiri. Terus, dia juga perhatian. Dari segi muka dia juga cukup oke untuk dibawa kemana-mana" Freya menjelaskan dari apa yang dia alami selama ini, dari bagaimana Kafin memperlakukannya dengan sangat baik.


"Kalau buruknya?"

__ADS_1


"Lo tahu lah dia hobi banget gonta-ganti pacar, alasannya gak cocok lah, posesif lah, matre lah, pokoknya banyak banget alasannya. Terus,,,,,dia juga suka modus, banget malah. Hobi gombal juga. Dia juga suka balapan sama tawuran, lo tahu kan kalau dia gabung sama geng motor gitu"


Sudah sejak SMP Kafin bergabung dengan geng motor, dia juga sering balapan dan pulang malem banget. Dari mana Freya mengetahui Kafin suka pulang malem? Tentu saja karena pemuda itu selalu mengganggu hari-harinya. Pernah tengah malam, jendela kamar Freya diketuk dari luar. Saat itu, Freya benar-benar ketakutan kalau itu maling, hampir saja dia berteriak saking takutnya. Setelah mendengar suara yang mengetuk jendelanya, akhirnya Freya membukanya karena dia sangat mengenal suara tersebut. Siapa lagi jika bukan Kafin.


Malam itu, Kafin meminta Freya untuk mengobati luka lebam diwajahnya, katanya dia takut ketahuan oleh bundanya. Aneh banget memang, padahal walaupun Freya obati, luka lebam itu tidak akan hilang saat itu juga dan tentu saja tante Mawar akan menyadari luka lebam itu. Alhasil pagi harinya, motor Kafin disita oleh tante Mawar dan baru dikembalikan setelah Kafin masuk SMA, itupun dengan syarat Kafin tidak akan balapan ataupun tawuran lagi.


Apakah Kafin menuruti syarat tersebut? Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin anak badung seperti Kafin, akan menurut begitu saja. Bahkan sejak motornya disita pun, Kafin masih saja balapan dengan menggunakan motor temannya. Mau tahu alasan Kafin bisa keluar dari rumahnya, padahal saat itu Kafin sedang diawasi dengan ketat oleh tante Mawar?


Jawabannya hanya satu, Freya. Iya, Freya ditumbalkan oleh Kafin untuk menutupi setiap kebusukannya. Kafin akan selalu beralasan menemui Freya dan belajar bersama dengannya.  Kafin memang datang kerumah Freya, tapi dia akan keluar melalui jendela yang ada didalam kamar gadis tersebut, dia akan menuruni pohon mangga milik tetangga dan kabur dari rumah Freya dengan sangat cerdiknya.


Kenapa Kafin memilih Freya untuk menutupi kebusukannya itu? Karena Kafin sangat tahu bahwa bundanya sangat mempercayai Freya, apalagi Kafin pergi kesana dengan alasan belajar bersama. Jadi siapa yang tidak akan ketipu coba.


Sampai saat inipun Kafin masih sering balapan ataupun tawuran, dia juga masih bergabung dengan geng motor. Hanya saja, dia tidak pernah lagi menjadikan Freya sebagai alasan untuk dirinya kabur. Sekarang dia akan pergi langsung dari rumahnya, entah alasan apa yang dia berikan kepada tante Mawar, atau mungkin tante Mawar sudah tidak mau lagi mengurusi tingkah Kafin yang sangat bandel.


"Kafin jadi kayak karakter didalam novel yah? Diluar terlihat dingin, cuek, aslinya mah petakilan dan juga ngeselin. Untung ganteng, jadi gak kecewa-kecewa amat" celetuk Rara


Freya mengangguk-anggukkan kepalanya setuju "Bener banget, si Kafin mah, dibandingkan dingin yang ada malah kayak cacing kepanasan yang gak bisa diem"

__ADS_1


Rara tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Freya "lo bener banget".


Rara secara tiba-tiba menatap Freya serius "kalau menurut lo, dia pantesnya dijadiin pacar atau sahabat?" Tanyanya.


__ADS_2