
Sangat begitu menyakitkan ketika kamu lebih memilih dia dibandingkan aku. Maaf Rel, aku menyerah--Freya hela.
Aroma obat-obatan menyeruak masuk kedalam indra penciuman Freya. Ternyata keputusannya untuk datang menjenguk Zyva, merupakan keputusan yang sangat baik. Keputusan ini mampu membuka mata Freya, perihal arti cinta sesungguhnya, juga perihal sebuah kesetiaan. Ternyata ketulusan tidak akan mampu mengalahkan yang namanya cinta pertama ataupun cinta yang belum selesai.
"Gue bakal maafin lo asal lo mau putusin Farrel" pinta Zyva.
"Maksud lo apaan? Gue dateng kesini dengan niat baik-baik. Kalau lo gak bisa nerima niatan baik gue yah terserah, intinya gue udah minta maaf sama lo"
Zyva mengangkat tangannya menjadi bersedekap dada "terserah sih, gue bisa aja nyebarin diinternet kalau lo gak minta maaf dengan tulus, tinggal sedikit drama, mereka bakal percaya sama omongan gue dan lo yang bakal jadi tokoh antagonisnya".
"Lo!!" Kafin yang awalnya tidak mau ikut campur dengan masalah kedua gadis tersebut, justru akhirnya turun tangan. Dia tidak ingin ada orang yang menghacurkan hidup dari sahabatnya, apalagi didepan matanya sendiri.
Dengan segera Freya menggenggam tangan Kafin erat, berusaha mengatakan pada laki-laki itu bahwa dia tidak apa-apa, bahwa dia masih bisa menangani masalah ini sendirian. Bahwa sekarang bukan saatnya Kafin turun tangan untuk membantunya. "Gue sih gak peduli ya, kalau lo emang mau manfaatin simpati dari masyarakat, yah silahkan gue gak peduli. Lagian gue masih punya kartu emas, lo pikir cuman lo aja yang bisa manfaatin simpati dari publik? Gue juga bisa. Gue tinggal ceritain aja kalau nyokap lo udah ngerebut ayah gue. Dan lo juga mau ngerebut pacar gue. Nanti bakal muncul berita yang judulnya buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, ibunya pelakor dan anaknya juga meneruskan jejak sang bunda. Wahhhh judul yang sangat dramatis"
Sebenarnya Freya tidak benar-benar sungguh-sunggu akan ucapannya, dia sangat menyayangi bundanya. Tidak mungkin dia mengorek kembali luka yang perlahan mulai sembuh. Jika memang dia harus menyimpan rahasia ini seorang diri, maka dia akan menyimpannya serapat mungkin. Yang Freya inginkan hanyalah kebahagiaan bagi bundanya dan kakaknya, sudah cukup selama ini mereka menderita dan jangan lagi.
Jika Freya menceritakan kisah bundanya dan perselingkuhan yang dilakukan oleh ayahnya, pasti mereka para netizen akan mencari tahu siapa dan seperti apa bunda Freya. Dan tentu saja, Freya tidak menginginkan hal tersebut terjadi.
Genggaman erat pada tangan Freya membuatnya menatap Kafin, dari sorot matanya sepertinya laki-laki itu menanyakan kebenaran dari ucapan yang baru saja keluar dari mulut Freya. Freya hanya membalas tatapan Kafin dengan senyuman manisnya.
"Lo pikir gue percaya? Gue tahu secinta apa lo sama bunda dan kakak lo, jika lo nyeritain semuanya di internet, otomatis mereka bakal nyari tahu siapa bunda dan ayah lo. Dan gue tahu lo gak setega itu"
__ADS_1
"Kenapa? lo takut? Lo takut gue bakalan bener-bener ngelakuin itu? Lo takut bakal terkenal sebagai anak dari seorang pelakor?" Freya takut? Jelas tidak. Untuk apa takut pada orang yang jelas-jelas salah. Untuk apa takut mendengarkan ancaman yang hanya gertakan saja. Lagian image Freya sudah sangat buruk dimata publik, jadi jika Zyva akan membuat drama nantinya, Freya tidak akan peduli. Kita tidak bisa memaksa orang untuk percaya pada kita bukan? Setidaknya, mereka boleh berspekulasi seperti apapun tentang Freya. Tapi jangan pernah meminta Freya untuk berpikir seperti apa yang mereka pikirkan.
"Jaga mulut kamu!!"
Kemunculan wanita paruh baya juga Farrel yang tiba-tiba datang, mampu membuat Freya maupun Kafin terkejut.
"Saya mengijinkan kalian masuk karena katanya kalian ingin meminta maaf. Kalau saya tahu kalian kesini hanya untuk menghina putri saya, sudah pasti saya tidak akan mengijinkan kalian masuk"
Freya menelisik penampilan wanita paruh baya tersebut, dari atas hingga kebawah. Tidak ada yang spesial darinya, hanya terlihat sebagai wanita glamour yang menyukai perhiasan, melihat dari banyaknya perhiasan yang terpasang pada tubuhnya. Pakaian yang terkesan seksi namun bekelas, juga make up yang berlapis-lapis. Kenapa ayahnya lebih memilih wanita seperti ini, dibandingkan bunda yang sangat lemah lembut dan anggun. Bahkan bunda jauh dari kata glamour, selama ini bunda selalu tampil sederhana dengan make up tipis-tipis. Tapi aura kecantikan bunda masih saja bersinar.
"Saya pikir anda sangat cantik dan sangat woow sampai ayah lebih memilih anda dan meninggalkan bunda. Tapi ternyata, anda hanya wanita sosialita seperti kebanyakan orang"
"Jaga mulut kamu!! Gini-gini saya wanita yang dipilih oleh ayah kamu. Dia lebih memilih saya dibandingkan bunda kamu yang kampungan itu"
Keduanya hendak melangkah pergi jika saja, suara Zyva tidak menghentikan pergerakan mereka "gue udah jadian sama Farrel, jadi gue harap lo putus dari dia" celetuk Zyva tanpa permisi.
Terkejut? Tentu saja, bahkan Freya merasa telinganya sudah kemasukan sesuatu, sampai tidak mampu mendengar dengan baik. Freya membalik tubuhnya kemudian menatap kearah Farrel, meminta penjelasan darinya. Freya benar-benar berharap laki-laki itu membantah ucapan Zyva barusan. Dia benar-benar berharap bahwa apa yang dia dengar saat ini, merupakan kebohongan belaka.
Beberapa menit Freya menunggu, tapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Farrel, seakan-akan apa yang baru saja dikatakan oleh Zyva memang benar adanya.
"Rel, lo jadian sama Zyva?!!" Tanya Freya akhirnya.
__ADS_1
"Iya"
Degg,
Freya benar-benar berharap bahwa semua ini hanya mimpi buruknya saja. Dia benar-benar berharap bunda segera membangunkannya dari tidur panjang yang membuatnya tersiksa.
"Gue pacar lo Rel!!" Ujar Freya tidak terima.
"Memang" jawab Farrel enteng.
"Terus kenapa lo malah jadian sama Zyva?"
"Karena gue suka sama dia"
"Apa?"
Jadi seperti ini akhirnya, akhir dari setiap ketulusan yang selalu Freya berikan kepada Farrel. Ternyata hanya berbuah pengkhianatan. Orang brengsek ternyata akan tetap brengsek. Seharusnya, ketika melihat ketulusan dari bunda nya yang berakhir menjadi sebuah pengkhiantan, seharusnya Freya sadar. Bahwa Farrel juga sama, dia tidak jauh beda dengan ayahnya.
Jika memang Farrel mencintai Zyva sedalam itu, jika memang sejak awal dia tidak mencintai Freya. Kenapa dia harus membawa-bawanya dalam sebuah kerumitan yang sangat menyakitkan. Seharusnya, jika memang Farrel mencintai Zyva yah perjuangkan, kenapa dia harus bersikap sekan-akan menjadi laki-laki gantle dengan merelakannya hidup bahagia dengan orang lain. Hingga tanpa sadar, dia menyakiti wanita lain yang tidak tahu apa-apa. Orang baru yang memberikannya sebuah cinta juga ketulusan. Namun berakhir penyesalan yang begitu mendalam.
"Dengan kamu berpacaran dengan Zyva, berarti kamu sudah mengikrarkan kata putus dalam hubungan kita. Oke, aku nyerah Rel. Kamu menang" ujar Freya.
__ADS_1
Dengan menggenggam tangan Kafin, dia membawa pemuda itu keluar dari ruangan yang sangat menyiksa bagi Freya. Ruangan yang sangat-sangat Freya sesali karena telah masuk kedalamnya.