Anak Genius Dari Istri Yang Tak Perawan

Anak Genius Dari Istri Yang Tak Perawan
59 : Perkumpulan Para Pengkhianat


__ADS_3

“Perasaan, ... kenakalan yang aku lakukan pas masih kecil, paling banter ee lupa disiram apa makanan yang harusnya aku makan, dibuang. Lah ini kok, berasa jadi dakjal terlalu awam. Belum belajar dengan benar itu,” ucap Rain masih dengan santainya sambil tiduran di lantai.


“Sumpah kamu jor*ok banget!” ucap Jason yang detik itu juga merasa mual hanya karena cerita dari Rain.


“Iya, emang. Untung aku ganteng, ya? Soalnya orang-orang kan tahunya, yang jor*ok itu yang wajahnya jel*ek mirip papahku!” yakin Rain. “Ibaratnya sudah jadi hukum alam lah, yang ganteng punya keistimewaan tersendiri, sementara yang jel*ek ya mohon maaf, kalian tetap jadi yang pertama buat dihakimi!” ucap Rain yang kemudian jadi tertawa dan susah berhenti.


“Sampai sekarang, masih?” sela Malini di tengah tawanya.


Detik itu juga Rain kebingungan. “Hah? Masih, sih ... hahahahaha.”


“Innalilahi. Kasihan banget Mbak yang kerja di rumah kamu. Tiap hari harus siram ee kamu! Durhaka itu kamu namanya! Jangan dibiasakan makanya. Bisa gitu kan karena terbiasa. Jangan-jangan, kamu lupa ceb*ok juga!” balas Jason yang jadi kesal sendiri.


Ananda yang mendengar itu, dan memang langsung merenunginya dengan serius, berkata, “Berarti Uncle Rain sering enggak siram ee, dan sampai sering lupa buat ceb*ok?”


“Iyaaaaa! Sumpah! Uncle kan orang paling jujur se—Indonesia Raya! Makanya kamu ikut, ya! Tiru, jangan pernah siram ee sekalian enggak usah cebok!” yakin Rain.


Ketika Jason langsung mengomel karena ajaran ses*t Rain, tidak dengan Malini yang telanjur lemas karena tawanya. Sekadar memeluk Ananda saja, Malini jadi tidak sanggup.


“Enggak mau! Jor*ok itu namanya!” balas Ananda dengan sangat tegas.


Jason merasa bangga karena Ananda tetap menjadi orang lurus meski beberapa yang mendekat, mengajarinya untuk berbuat ses*at.


“Kamu belum punya pacar, kan?” tanya Jason masih menyikapi Rain dengan galak.


Meski sempat bingung, Rain berangsur menggeleng. “Tapi bukan berarti aku enggak laku. Aku hanya terlalu memilih!” yakinnya.

__ADS_1


“Namun aku yakin itu bagian dari azabmu yang terlalu joro*k. Aku pikir, aku sudah joro*k. Eh, ada yang lebih. Memang benar sih, yah, di atas langit masih ada langit. Karena sejor*ok-joro*knya aku, ada kamu yang innalilahi!” ucap Jason.


“Aku belum mati!” yakin Rain yang kemudian protes kepada Malini. “Besti rasa istriiiii!”


Setelah membahas mengenai anak kecil, Rain juga mendadak ingat Aqwa anak Kim dan Ryuna dan baginya sakti.


“Bukan sakti, tapi istimewa.” Malini mengorekai anggapan Rain.


“Sendok yang ia genggam saja bengkok, Besti rasa istri!” yakin Rain berbisik-bisik khas orang julid.


Namun dengan santainya, Jason yang telanjur tak percaya berkata, “Berarti Aqwa lagi main sulap!”


“Eh, ini orang tetap enggak percaya kalau Aqwa beneran sakti!” omel Rain yang kemudian berkata, “Wujud Aqwa memang kayak anak pada kebanyakan. Ganteng mirip aku, tapi kekuatannya mengalahkan dukun!”


***


Satu minggu setelah kasus Ananda, dan Ananda juga sudah keluar dari rumah sakit, Malini mendapat kabar dari pihak sekolah bahwa orang tua Rendy sudah siap untuk bertemu mereka.


“Dalam formasi lengkap, sepertinya Pah!” bisik Malini yang sengaja mendekap sebelah lengan Jason ketika keesokan harinya, mereka langsung ke sana.


“Intinya, kamu enggak usah larang aku kalau aku sampai nempele*ng orang tuanya. Lihat, mata anak kita sampai operasi lensa padahal sebelumnya baik-baik saja!” balas Jason lirih dan memang akan langsung emosional jika membahas apa yang menimpa Ananda.


“Zaman sekarang beda sama zaman dulu, Pah. Kalau kamu sampai nempe*leng mereka, yang ada kamu dikasus. Tegur saja mereka habis-habisan. Nanti aku yang maju, pastikan ada hitam di atas putih lengkap dengan materai. Juga, ... nanti kita spil ke wartawan mengenai ini, biar masyarakat yang menilai. Buat pembelajaran bersama khususnya para orang tua. Kita lakukan tanpa menyebut apalagi menunjukkan foto Rendy,” lembut Malini berusaha menenangkan. Kedua tangannya berangsur mengelus-elus lengan sang suami yang ia dekap.


Sampai di sana, ternyata pihak Rendy belum datang. Namun pertemuan yang berlangsung di ruang kepala sekolah tersebut sampai dihadiri pengacara dari pihak sekolah.

__ADS_1


“Mereka bahkan telat,” lirih Jason belum apa-apa sudah malas. Bersama Malini, ia duduk di sofa agak panjang yang ada di sana, dan sampai sekarang masih memangku Ananda.


“Ini, kita beneran enggak perlu bawa pengacara?” bisik Malini jadi harap-harap cemas.


“Aku sanggup lawan mereka. Kalau mereka sampai macam-macam, aku telepon pasukan wartawan!” yakin mereka.


Belum lama dari ucapan Jason tersebut, dari luar, seseorang terdengar mengetuk pintu penuh ketenangan. Miss Rinda yang ada di sana dan menjadi wali kelas Ananda maupun Rendy, segera berdiri sembari pamit dengan sangat santun. Miss Rinda membukakan pintu dan ternyata mereka yang sedang ditunggu-tunggulah yang datang.


“Mommy, aku takut,” rengek Rendy.


“Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Ada Mommy dan Daddy. Mulai sekarang, kita akan selalu bersama-sama,” lembut suara seorang wanita.


Suara yang langsung membuat Malini bergidik. Malini refleks berdiri saking terkejutnya. Namun ternyata, bukan hanya dirinya yang berdiri. Sebab Jason yang sampai detik ini masih mendekap Ananda juga. Dan masih tak beda dengannya, Jason juga turut menatap tak percaya sosok-sosok di hadapan mereka yang belum sempat menatap mereka.


“PANTAS KELAKUAN ANAK KALIAN LAYAKNYA DAKJAL! ORANG TUANYA SAJA DAKJAL! JADI INI, MODEL YANG DIANGGAP DEVANDRA SUPER PERAWAN? TERNYATA SIMPANAN TUA BANGKA PERUSA*K RUMAH TANGGA ORANG?!” lantang Jason benar-benar emosional.


Malini benar-benar syok. Tak menyangka jika wanita muda yang dipanggil Mommy oleh Rendy justru Gissel! Gissel yang harusnya masih ada di penjara dan memang mendapat julukan wanita super perawan dari Jason.


“Kamu bukannya harusnya di penjara, ya? Kamu yang nyaris membun*uh Ananda!” tegas Malini dengan kedua tangan mengepal di sisi tubuh. Namun, Gissel yang sempat menatapnya dan memang belum sempat duduk karena posisinya saja masih di depan pintu, memilih bungkam tanpa lagi menatapnya.


“Setelah menghancu*rkan rumah tangga orang tuaku, kau juga menghancurkan kehidupan mamaku? BAHKAN MAMAHKU MEMBUANGKU HANYA UNTUK KAMU!” Jason menangis. Ia terlalu marah. Jason tak segan mendatangi si pria yang memang bapak tirinya, kemudian melayangkan bogem sekuat tenaga dan sudah langsung membuat pria kurus berjas hitam itu sempoyongan.


“Kalian perkumpulan pengkhianat yang sudah menghan*urkan hidup kami. Luar biasa ...,” lirih Malini yang turut menangis lantaran ia bisa merasakan kehanc*uran yang dirasakan oleh sang suami.


Malini benar-benar tak menyangka, kasus yang dihadapi Ananda membuat mereka membuka tabir kehidupan yang selama ini dirahasiakan. Si Gissel model super perawan. Juga pria perus*ak rumah tangga orang yang sudah membuat ibu Sheryn bucin.

__ADS_1


__ADS_2