Anak Genius Dari Istri Yang Tak Perawan

Anak Genius Dari Istri Yang Tak Perawan
60 : Apakah Ini yang Namanya Karma?


__ADS_3

“Pak Jason, tolong kendalikan emosi Anda!” tegur kepala sekolah yang sampai menghampiri Jason. Ia berusaha menengahi, antara Jason dan Renaldy selaku papahnya Rendy.


“Kamu bisa berkeliaran bebas setelah kamu nyaris membunu*h Ananda? Kamu pikir semudah itu?” ucap Jason yang kemudian menggeleng di tengah fokus tatapannya kepada Gissel. “Enggak semudah itu. Aku mau banding!”


Kemudian, tatapan Jason tertuju kepada pak Renaldy. “Mungkin ini yang namanya karma!” Ia mendadak tersenyum penuh kemenangan. “Kau telah membuat seorang anak kehilangan mamanya dan anakmu akan merasakannya!”


“Jaga ucapanmu, Jason! Mamahmu sudah tahu karena dia sadar, dia tidak bisa memberiku keturunan!” tegas pak Renaldy yang sudah tersulut emosi.


“Dan kamu percaya dia anakmu? Wanita pembun*uh ini bahkan sudah mempersiapkan pernikahan dengan ayahnya Ananda yang sekarang di penjara. Namun karena sumber uangnya sudah tidak punya apa-apa, bahkan fatalnya mendekam di penjara, tampaknya wanita pembun*uh ini sengaja kembali kepadamu. Sebentar,” ucap Jason mendadak merasa sangat bahagia, kemudian mengalihkan tatapannya kepada Rendy yang masih digandeng Gissel. Ternyata, bocah itu menatapnya penuh dendam. “Ternyata kita sesama saudara tiri? Hanya status, entah biologisnya. Namun itu beneran enggak penting. Yang ingin aku sampaikan kali ini, pantas kamu sangat sibuk mengganggu Ananda karena kamu memang haus perhatian. Pantas kamu sangat iri kepada Ananda karena Ananda anak dari calon papahmu yang ke sekian. Pantas kamu iri kepada Ananda karena saat Ananda sangat disayangi mamahnya, mamahmu sibuk mencari kesenangan. Namun bukan berarti kamu merus*ak hidup Ananda karena jika itu yang terjadi, apa bedanya kamu dengan mamahmu!”


Pak Renaldy sudah melayangkan bogem tangan kanannya kepada Jason, tapi Jason yang masih fokus mengobrol dengan Rendy, dengan santainya menahan kepalan tangan kanan pak Renaldy bahkan sampai sekarang.


Kini, Jason menatap pak Renaldy, “Kamu boleh saja meram*pas mamahku dariku. Kamu bahkan boleh merus*ak kehidupan banyak orang termasuk itu kehidupan keluargaku. Namun kamu jangan lupa, yang namanya karma ada!” Jason yang telanjur muak sengaja mengabarkan bahwa pasangan orang tua Rendy bukan hanya yang di sana.


“Aku juga anaknya, sementara sebelum ini, mamahmu akan menikah dengan ayahnya Nanda, kan? Belum yang belum kita ketahui. Ah sudahlah, ... berurusan dengan kalian hanya buang-buang waktu saja. Toh, kamu sudah dikeluarkan dari sini!” tegas Jason. “Malahan aku mau bilang, thank you, kamu sudah bikin aku tahu. Dan kamu juga wajib kenalan sama Jeslyn. Aku yakin, dia justru anak kandung papah kamu!” Jason tak mau ambil pusing. Ia memilih berpamitan kemudian memboyong keluarga kecilnya dari sana.


Hati Jason telanjur remuk redam. Jason sulit menjelaskan perasaannya, terlebih jika itu menyangkut watak mamahnya. Sang mamah tetap memilih bertahan padahal pria yang dibela dan telah menghanc*urkan keluarga mereka, sudah dengan sengaja melukainya.

__ADS_1


“Papah baik-baik saja?” tanya Ananda sambil menatap sedih wajah papahnya menggunakan kedua matanya yang sudah kembali berfungsi dengan semestinya. Meski khusus untuk mata kanannya yang sempat ditinj*u Rendy dan sampai mengalami operasi pergantian lensa, ia masih kerap merasa nyeri terbilang kuat dari sana.


Jason yang berangsur menatap Ananda dan telah kembali ia emban, berangsur menggeleng. Air matanya berjatuhan karena pada kenyataannya, ia sedang sangat tidak baik-baik saja.


“Lupakan mereka, Pah. Lupakan mereka yang sudah sangat melukai Papah. Itu juga yang sudah aku lakukan kepada Devandra. Mereka yang hanya melukai kita memang sudah semestinya kita buang jauh-jauh!” lirih Ananda yang kal ini jadi ikut menangis. Selain itu, ia juga menggunakan kedua tangannya untuk mendekap tengkuk Jason. Ananda sengaja membenamkan wajahnya di sebelah bahu Jason, sebagai wujud dari kepeduliannya kepada papahnya itu.


“Mamah yang nyetir ya,” ucap Malini tak kalah sedih. Namun karena keadaan Jason yang tak memungkinkan, ia memilih untuk menyetir. Ia membiarkan Jason untuk bertukar pikiran dengan Ananda.


Di tempat parkir yang ada di depan sekolah Ananda, Malini sengaja membuka tempat duduk bagian tengah untuk Jason dan Ananda. Selanjutnya, ia berangsur masuk lewat pintu sebelah kemudi. Ia siap menyalakan mesin mobilnya, tapi telepon masuk dari mas Aidan, mengusiknya.


Mas Aidan mengabarkan perihal Gissel yang menjadi tahanan kota. Malini pun mengabarkan apa yang baru saja ia dan keluarga kecilnya alami dan itu masih berkaitan dengan Gissel.


Malini menghela napas pelan sekaligus dalam. Ia masih berusaha sabar, mencoba menjadi sumber ketenangan untuk keluarga kecilnya. Yang tidak kalah penting, kenyataan Ananda yang terus memeluk Jason, juga Ananda yang terus memberikan dukungan kepada Jason, selalu menjadi angin segar tersendiri untuk Malini.


Tanpa Malini dan Jason sadari, di luar sana, keluarga kecil pak Renaldy, juga baru keluar. Tampak Rendy yang lari dengan buru-buru setelah sebelumnya mengipratkan tahanan tangan Gissel dengan sengaja.


“Rendy Sayang!” sergah Gissel yang kemudian menoleh sekaligus menatap sang suami.

__ADS_1


Pak Renaldy justru tetap sibuk berbicara melalui sambungan telepon di hapenya, meski pria itu tahu, pertemuan dengan Jason, membuat Rendy jengkel parah. Karenanya, Gissel sengaja menyusul sang putra. Gissel yang masih bergaya necis layaknya ABG yang belum pernah hamil apalagi punya anak, terus berusaha membujuk Rendy.


Hingga tanpa Gissel apalagi Rendy sadari, keduanya sampai keluar dari area sekolah yang digerbang. Keduanya makin mendekati jalan raya. Bekas Ananda kecelakaan sampai mereka lewati. Pak Renaldy yang merasa tertinggal, sengaja mencoba menyusul. Tanpa tahu, di lantai atas tengah ada renovasi.


Di lantai atas depan balkon sana, beberapa pekerja tengah memperbaiki tembok yang mulai rapuh menggunakan adukan semen. Salah satu dari mereka yang dijatah meletakkannya ke pinggir justru tak sengaja menyenggol ember. Ember berisi adukan semen dan pasir tersebut terjatuh ke bawah dan tepat mengenai kepala pak Renaldy.


Para pekerja yang kaget menyaksikannya, termasuk keempat pekerja yang tengah gotong royong untuk memasang kaca, justru terpeleset nyaris jatuh ke bawah. Karenanya, tangan mereka refleks melepas kacanya hingga kaca yang sebagiannya sudah pecah itu mengenai pak Renaldy juga.


Pak Renaldy yang refleks menengadah memastikan, langsung syok tanpa bisa menyelamatkan diri. Bukan hanya punggung dan kepalanya yang terkena, tapi juga dengan kedua matanya.


Sementara di luar, Gissel yang akhirnya berhasil menggandeng sebelah tangan sang putra, sempat terusik oleh jerit kesakitan pak Renaldy. Namun, alih-alih membawa sang putra masuk ke area sekolah sekaligus untuk memastikan, kecelakaan beruntun justru menjadikan mereka sebagai bagiannya.


Tubuh Giss dan Rendy terseret dan tak lagi bersama.


“Mommy!”


Berbeda dengan Rendy yang masih bisa berteriak, Gissel justru melihat adegan yang menimpa anaknya, layaknya adegan ketika dirinya membuat Ananda celaka.

__ADS_1


“Apa ini yang namanya karma?” pikir Gissel pasrah meringkuk di aspal yang sangat panas di tengah tubuhnya yang luka-luka.


__ADS_2