Anak Genius Dari Istri Yang Tak Perawan

Anak Genius Dari Istri Yang Tak Perawan
Tamat


__ADS_3

“Iklan air mineral ajaib berarti ya konsepnya. Kakek-kakek yaitu diperankan oleh Ojan, mendadak jadi semuda Ananda. Lebih ajaibnya lagi, pas si kakek minum air mineralnya makin banyak, dia jadi ganteng maksimal level Jason!” ucap pak Helios yang duduk santai mengawasi jalannya syuting iklan, bersama Tuan Maheza.


Acara syuting air mineral memang dilakukan di kediaman Tuan Maheza. Adegannya dimulai dari Ojan yang mula-mula bangun tidur dengan malas, kemudian berjalan menuju wastafel depan kamar mandi. Ojan membasuh wajah di sana sambil menatap malas wajahnya yang tua sekaligus jauh dari tampan.


Meski awalnya masih tampak melakukan segala sesuatunya dengan malas, termasuk itu ketika tangan kanan Ojan meraih sebotol air mineral yang tersedia di sebelah wastafel, Ojan dibuat terkejut karena setelah meminum air mineral, dirinya mendadak jadi Ananda dan masih sangat muda.


Ananda dengan ceria lari-lari hingga dapur kemudian keluar rumah. Namun sampai di depan rumah, Ananda kembali ke wujud Ojan dan sudah langsung ditatap sebelah mata oleh para gadis di sekitar sana. Para gadis itu masih anggota keluarga mereka juga. Putri-putri pak Helios, putri pak Chalvin, dan juga putri Ojan karena keluarga dari kampung memang tidak diikut sertakan.


Lalu, Ojan yang teringat keajaiban air mineral merek perusahaan Malini, buru-buru kembali masuk kamarnya. Ia meraih sisa air mineralnya di sebelah wastafel. Kemudian, keajaiban pun terjadi. Makin banyak Ojan minum air mineral, tampang Ojan jadi makin muda dan berakhir di level ganteng maksimal karena Ojan digantikan oleh Jason.


Kini dengan penampilan Jason, pemuda itu segera mandi kemudian dandan sebelum akhirnya keluar rumah dan sukses membuat para gadis terpesona.


Terakhir, syuting dilaksanakan di lapangan basket depan rumah Tuan Maheza. Di sana, Ojan, Jason, termasuk Ananda main basket bersama dengan sangat ceria. Jason beberapa kali mengangkat tubuh Ananda dan membiarkan Ananda memasukan bola ke dalam ring. Ojan yang tak mau kalah juga mencoba mengangkat tubuh Ananda, tapi Ojan mendadak encok. Kemudian, Jason memberi Ojan air mineral yang sedang mereka iklankan. Dan setelah Ojan meminumnya, Ojan sampai bisa mengangkat Jason kemudian melemparnya hingga Jason terdampar di antara dinosaurus. Terakhir, baik Jason yang masih di antara para dinosaurus, juga Ojan dan Ananda yang ada di lapangan basket, sama-sama meminum air mineral yang sedang mereka iklankan penuh keceriaan.


“Cut!” seru Adam selaku putra sambung Ojan sambil mengacungkan kedua tangannya.


Semua anggota keluarga yang ada di sana kompak tepuk tangan. Mereka bersorak, merayakan kesuksesan syuting mereka.


“Kalau sudah begini, mending kalian mulai bikin rumah produksi deh. Kalian bisa jadi artis sekaligus orang penting di belakang layar. Opa bangga banget ke kalian. Jadi, kalau kalian sudah punya rumah produksi, nanti bisa iklanin produk usaha kita. Itu, restoran Kim contohnya. Geprek Mantan dan menu serba mantan yang sangat viral kan menjual banget,” ucap Tuan Maheza. Ia tetap duduk di kursinya di tengah keadaannya yang memang makin rapuh.


“Opa!” seru Ananda yang langsung lari memeluk Tuan Maheza.


Tuan Maheza yang langsung memeluk Ananda, tapi yang memangku bocah itu justru pak Helios.


“Tadi Nanda keren banget. Dua jempol dari Opa, dan banyak jempol dari yang lain!” ucap Tuan Maheza sengaja memuji cucu sambungnya.


“Nanda pengin jadi artis? Kok tadi pinter banget aktingnya?” ucap pak Helios yang memang sengaja memangku Ananda agar Tuan Maheza tidak melakukannya, dan ia khawatirkan berakhir encok.


“Soalnya aku sudah belajar ke mamah. Dari satu minggu lalu belajar terus, jadi sudah paham. Apalagi dari tadi, mamah selalu kasih arahan,” jelas Ananda benar-benar cerdas. Seperti biasa, kali ini ia membuat rambut lurusnya menyerupai jambul nanas layaknya kepala Jason.


Detik itu juga, pak Helios maupun Tuan Maheza menoleh ke belakang. Ternyata di belakang mereka memang ada Malini, dan kini sudah dihampiri Jason.


Malini tersipu malu kemudian memberikan air mineral yang tampak dari lemari pendingin, kepada Jason.


“Hati-hati, Jas. Minum merek itu takut hadi Ojan!” sergah pak Helios sengaja menakut-nakuti Jason.


Jason yang nyaris menenggak minuman yang baru saja ia buka, jadi tak jadi. Ia malah tertawa lantaran di balik wajah sekaligus sikap dinginnya pak Helios, pria itu bisa bercanda juga.


“Enggak apa-apa, Mas Heli. Yang penting rezekinya juga ikut sultan kayak Pakde Ojan!” ucap Jason sambil tersenyum kepada pak Helios. Kemudian karena pak Helios mengaminkan ucapannya, Jason berangsur menenggak air minumnya sesaat setelah ia duduk di sebelah Malini. Tangan kirinya yang tidak memegang botol air mineral merangkul mesra pinggang Malini.


“Habis ini kita makan. Mas Kim—anak pertama Mas Helios dan mbak Chole, kirim satu mobil makanan. Tuh, Mbak Chole dan para ibu-ibu mulai sibuk urus. Aku juga sekalian pamit buat bantu-bantu di sana ya. Soalnya syutingnya sudah beres dan Ananda sudah enggal harus diarahkan,” lembut Malini sambil menatap lembut kedua mata Jason yang juga menatapnya sangat intens. Sebab wajah mereka saja nyaris tak berjarak.


Jason tidak menjawab. Pemuda itu hanya mengangguk-angguk lembut, kemudian mengec*up pipi kiri Malini dengan tak kalah lembut.


“Kita semua keluarga, jadi pemandangan seperti sekarang beneran akan menjadi hal biasa. Kita akan sama-sama sukses, terbukti kamu juga sudah bisa lihat sendiri. Karena saling membantu keluarga beneran enggak ada ruginya. Terlebih, keluarga kami tipikal yang memang pekerja keras. Bisnis satu dua, atau malah banyak rupa, kami jalani demi kehidupan lebih baik lagi. Kami semua setangguh dan setahan bantin*g kini. Kami juga hadir dengan kisah masing-masing. Dalam artian, bukan berarti kami selalu senang. Sebab setiap dari kami juga pernah ada di titik nadir,” ucap Malini sambil menyuapi sang suami ketika akhirnya mereka makan bersama.

__ADS_1


Acara makan-makan digelar di halaman rumah Tuan Maheza. Semuanya berkumpul dengan keluarga masing-masing. Semuanya tampak sangat akur, meski sesekali, cekcok masih mewarnai.


“Keren!” ucap Jason masih berbisik-bisik. Kini, giliran dirinya yang menyuapi Malini menggunakan menu serba mantan, selaku menu andalan di restoran Kim Food.


Mendengar itu, Malini langsung mesem. “Kita juga akan seperti mereka.”


Mendengar itu, Jason sudah langsung mengangguk-angguk.


“Aku mau minum yang dingin,” rengek Ananda yang duduk di sebelah Malini. Ia tak menjadi sekat antara orang tuanya lagi. Ia sengaja membiarkan keduanya bermesraan dengan leluasa.


Meski tidak direncanakan, Jason dan Malini menatap Ananda penuh cinta. Bocah itu agak berdiri hanya untuk mengambil air mineral dingin dari tengah meja.


Ketika Jason dan Malini makin bahagia bersama Ananda sekaligus keluarga besar mereka, tidak dengan Devandra, ibu Sonya, apalagi nyonya Sheryn.


Devandra menghabiskan waktunya dengan banyak renungan. Pria itu merasa sangat hancur, dan beberapa kali berusaha mengakhiri hidup*nya. Hingga akhirnya Devandra melihat hadiah seperangkat solat dari Ananda dan Malini, yang tergeletak di sudut penjara ia menghabiskan waktu. Detik itu juga hati Devandra tergerak. Ia ingat pesan Ananda agar dirinya jadi manusia baik. Apalagi setelah dipenjara dan kehilangan semua kemewahan yang selama ini Devandra dapatkan dari Malini, Devandra memang tidak punya apa-apa. Devandra juga tidak memiliki siapa-siapa karena Gissel yang sempat ia gadang-gadang menjadi istri idaman yang sangat pantas jadi ibu dari anak-anaknya justru tak lebih baik dari wanita peng*goda.


Tak beda dengan Davendra, ketidakbahagiaan juga ibu Sonya rasakan. Wanita itu sempat sangat setr*es dan berakhir sakit-sakitan. Namun setelah agak mendingan dan wanita itu sadar tidak ada makanan di rumahnya, selain dirinya yang tidak punya uang, memutuskan untuk bekerja.


Kondisinya yang sudah tua sekaligus sakit-sakitan, membuat ibu Sonya hanya bisa bekerja menjaga anak-anak dari tetangganya. Kebetulan, tetangga yang kasihan kepada ibu Sonya sengaja bekerja sama agar pekerjaan itu ada.


“Begini rasanya jagain cucu orang, padahal cucu sendiri enggak pernah aku jaga,” pikir ibu Sonya yang jadi nelangsa.


Karena terus batuk, ibu Sonya sengaja memakai masker agar tidak menular ke anak-anak yang ia jaga dan jumlahnya ada sembilan.


Di tempat berbeda, ada nyonya Sheryn yang masih bucin kepada pak Renaldy. Namun, diam-diam wanita itu merasa, hidupnya tak ada artinya. Terlebih setelah mengetahui Rendy bukan darah dagingnya, pak Renaldy jadi sangat pendiam. Pak Renaldy bahkan seolah tidak punya semangat hidup.


Empat tahun berlalu, perusahaan Malini yang dijalankan dengan Jason juga makin jaya. Tampak Jason yang buru-buru keluar dari kantor kemudian masuk mobil yang sudah disiapkan di depan pintu masuk utama.


Berbeda dari dulu, kini Jason tampil sangat rapi. Dasi bahkan setelan jas, sudah menjadi bagian wajib dari penampilannya.


Jason yang mengemudi sendiri masih terhubung dengan Ananda melalui telepon suara. Ananda yang makin cerdas mengabarkan, bahwa sang mamah sudah nyaris melahirkan. Keluarga besar mereka yang memboyongnya ke rumah sakit.


“Papah ke sini yah, Pah!”


Seperti niat Jason, mereka baru memberi Ananda adik setelah mereka mengukir masa kecil Ananda dengan banyak kebahagiaan dan nantinya akan menjadi kenangan tak terlupakan.


Kepanikan benar-benar terjadi karena sampainya Jason di sana bertepatan dengan Malini yang sudah mulai mengejan di ruang bersalin.


Setelah menerima tuntunan memakai seragam khusus dari Nina yang sengaja datang ke Jakarta untuk mendampingi Malini dari tiga hari lalu, Jason masuk ke ruang bersalin menggantikan mbak Laras.


“Beneran sudah mau keluar!” sergah Malini sudah kuyup keringat dan langsung menggenggam erat sebelah tangan Jason.


Ditemani Jason, Malini melahirkan anak perempuan yang sangat cantik. Jason terlihat sangat bahagia dan sampai tidak bisa berkata-kata.


“Hidungnya Adik mirip banget sama hidup Papah!” heboh Ananda yang sudah langsung sangat menyayangi adiknya.

__ADS_1


Bisa Malini dan Jason pastikan, Ananda akan menjadi kakak yang sangat baik. Ananda akan menjadi pria penyayang yang juga sangat bertanggung jawab layaknya didikan mereka.


🌟Tamat🌟



Novel Pemain Lain :




Novel Ojan : Duda Tanpa Malam Pertama Dan Janda Luar Biasa (Menikah Karena Anak)




Novel Akala dan Nina : Pembalasan Istri yang Haram Disentuh.




Novel Mas Aidan : Talak Di Malam Pertama (Kesucian yang Diragukan)




Novel Helios—Chole : Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam.




Novel Tuan Maheza : Pembalasan Istri yang Terbunuh (Suamiku Simpanan Istri Bos!)




Novel Sepri : Pernikahan Suamiku (Istri yang Dituntut Sempurna)


__ADS_1



Juga, masih banyak novel lainnya. Selanjutnya, aku akan garap 3 novel ongoingku dulu. Novel yang lain akan segera menyusul. Chalvin—Laras. Cinta—Syam. Cucu-cucu ibu Arum.


__ADS_2