Anak Genius Dari Istri Yang Tak Perawan

Anak Genius Dari Istri Yang Tak Perawan
63 : Giliran Devandra dan Ibu Sonya


__ADS_3

“Dia anak siapa?” Pak Renaldy masih menyikapi Gissel dengan sangat dingin.


Di sana ada nyonya Sheryn, yang masih dengan sangat setia mengurus pak Renaldy. Seolah ketimbang mengurus darah dagingnya dan telah wanita itu buang dengan sadar, mengurus suami yang telah membuatnya membuang anak, lebih utama. Juga, suami yang dengan sadar menjalin hubungan dengan wanita lain, hanya untuk mendapatkan keturunan sekaligus penerus keluarga besar.


“Memangnya kalian belum periksa ke dokter?” sinis Jason sengaja datang.


Penuh rencana, Jason ingin mengungkap apa yang terjadi. Mengenai kasus pak Renaldy dengan Gissel, juga hubungan keduanya dengan nyonya Sheryn.


Kehadiran Jason yang kali ini benar-benar mengejutkan ketiga orang di sana khususnya ibu Sheryn, juga langsung membuat ketiganya tidak nyaman.


Perlu kalian ketahui, kini, Gissel dan pak Renaldy sama-sama mengalami kelumpuhan di kedua kaki. Untuk Gissel, mungkin jika ada mukjizat, wanita itu masih bisa berjalan. Namun untuk pak Renaldy, pria itu lumpuh total dari pinggang hingga ujung kaki. Selain itu, kedua mata pak Renaldy memang bisa kembali melihat setelah pria itu menjalani operasi secara khusus. Namun, fakta bahwa Rendy bukan anak pria itu sungguh tak ubahnya mimpi buruk.


“Coba cek ... laki-laki yang bikin otak dan hatimu enggak bisa bekerja dengan semestinya, memang bermasalah, Ma. Aku yakin, dia man*dul.”


“Terus, si Jeslyn pun itu bukan anak angkat. Jeslyn anak biologis dari pacarnya di SMA, yang juga alasan suamimu mengkhianatimu di masa itu.”


“Status Jesslyn sebagai anak angkat hanya kedok karena suamimu gobl*ok. Memang suamimu sudah biasa celap-celup dengan mamahnya Jeslyn, tapi darah suamimu dan Jeslyn saja beda!”


“Ingat, saat Jeslyn kecelakaan dan dia kehabisan darah? Kita bertiga termasuk suamimu, enggak ada yang bisa bantu tolong, kan? Yang ada justru temenku yang menolong, dan semenjak itu, Jeslyn jadi serba baper ke aku!” ucap Jason yang memang sengaja berucap panjang lebar guna meluapkan emosinya.

__ADS_1


Selanjutnya, hal yang Jason lakukan ialah pergi. Ia sengaja menyerahkan semua keputusan kepada ketiga manusia di sana yang memang menjalani. Meski kemungkinan sang mamah tetap setia kepada pak Renaldy, benar-benar masih terbentang luas. Terlebih Jason paham, nyonya Sheryn satu tipe dengan ibunya Malini di novel : Pembalasan Istri yang Haram Disentuh. Karena jangankan Jason, kepada papa Jason yang ibaratnya sudah menarik ibu Sheryn dari keterpurukan saja, ibu Sheryn tega.


Sekitar dua jam kemudian, Jason tak lagi ada di salah satu lorong rumah sakit. Jason sudah ada di lorong menuju ruang besuk Devandra dipenjara. Namun berbeda dari sebelumnya, kini Jason terdiam sedih sambil menatap kepergian Malini yang mengikuti Ananda.


Di depan, Malini mengikuti Ananda sambil menenteng kantong berwarna kuning. Tak beda dengan Malini, Ananda yang sudah bisa berjalan dengan lancar juga menenteng kantong serupa dengan ukuran tak kalah besar.


Yang lebih mengejutkan, di sana ada nyonya Sonya yang juga tampak baru saja duduk di ruang jenguk untuk menjenguk Devandra.


“Assalamualaikum ...?” sapa Ananda. Namun, baik ibu Sonya maupun Devandra yang baru sampai belakang kursi di hadapan mereka, tidak ada yang menjawab.


“Waalaikumsalam ....” Justru Jason yang baru datang yang menjawab.


Jason sudah langsung mengemban Ananda. Kemudian, ia menarik kursi di pinggir, “Mah, duduk!” sergahnya yang memang sengaja menyiapkan tempat duduk itu untuk Malini. Sementara ia juga sengaja menyusul duduk, tepat di sebelah ibu Sonya, hingga posisinya tepat di antara Malini dan ibu Sonya.


“Hei, Bu Sonya. Tahu enggak? Menantu idamanmu si Gissel yang statusnya model super perawan itu punya anak segede Ananda bahkan mereka satu sekolah? Hah ... Bu Sonya pasti ketinggalan berita. Orang kaya baru sekelas Ibu kan sering termakan status seseorang. Lagian, bukannya meragukan kelurusan seorang model apalagi kalau modelnya cap jempol itik kayak Gissel. Kebukti kan, jangankan masih perawan, anaknya saja seumuran Ananda!” ucap Jason sengaja dengan nada julid khas orang gibah. Kini, tangannya sengaja mengebrak pinggir meja di hadapan ibu Sonya, hingga wanita itu benar-benar syok.


Wajah ibu Sonya langsung pucat, tapi entah efek tangan Jason yang baru saja menggebrak meja, atau malah kabar Gissel yang memang sangat membuat syok.


“Jangan mengatakan yang tidak-tidak. Aku sudah ikhlas lahir dan batin akhirnya kalian menikah!” tegas Devandra menatap bengis Jason.

__ADS_1


Bukannya marah, Jason malah langsung menyambutnya dengan penuh suka cita. “Alhamdullilaaaaaah! Rezeki kita makin lancar ya, Mah, Nanda, sudah diikhlaskan oleh nara pidana!”


Ketika Devandra dan ibu Sonya tampak sangat dongkol pada ulah Jason yang jelas mencari gara-gara kepada mereka, tidak dengan Malini dan Ananda yang malah tersenyum lembut.


“Ayah, ini kami beli beberapa makanan buat Ayah.” Ananda mendorong sopan kantong kuning yang ia bawa, ke hadapan Devandra.


Devandra menatap bingung ulah Ananda, yang sampai detik ini masih dipangku Jason.


“Maaf ya ... sampai kapan pun, aku tidak bisa memanggil apalagi menganggap kamu sebagai papahku. Karena sampai kapan pun, papaku tetap Papa Jason. Kamu tak akan pernah lebih sebagai ayah—laki-laki lebih tua dariku yang sudah layaknya aku hormati. Tidak lebih,” ucap Ananda penuh ketenangan sambil menatap Devandra.


“Ini juga masih ada, Mas. Ini tadi Nanda yang pilih. Sarung sama koko panjang, tapi sengaja aku lengkapi dengan seperangkat alat solat lengkap,” ucap Malini yang juga agak berdiri hanya untuk mendorong dengan sopan, apa yang ia bawa dan kantongnya masih sama dengan kantong milik Ananda, ke hadapan Devandra.


Dalam diamnya, Jason yang masih mengawasi setiap perubahan ekspresi ibu Sonya apalagi Devandra, mendapati keduanya sudah langsung terlihat malu. Keduanya tak lagi berani menatap Malini apalagi Jason dengan tatapan bengis.


“Sebentar, kalian beneran harus tahu ini.” Jason berangsur mengeluarkan ponselnya dari saku sisi kanan celana levis panjang warna hitamnya. Melalui ponselnya, ia memutar beberapa video kebersamaan Gissel dengan pak Renaldy di rumah sakit. Pak Renaldy terus membahas status Rendy, selain pria itu yang juga membahas hubungannya dengan Gissel.


“Ternyata kalau dengan papah tiriku, status Gissel masih simpanan. Sempat akan berpisah, tapi karena kasusnya yang sampai membuatnya dipenjara, Gissel menerima tawaran pak Renaldy. Mereka nyaris menikah atas restu mamaku, andai mereka tak mengalami kecelakaan yang membuat status anak Gissel terungkap karena ternyata, itu bukan anak papah tiriku!” tegas Jason.


Kini, Jason benar-benar merasa puas setelah mengabarkan semuanya kepada Devandra maupun ibu Sonya. Terlebih, keduanya sudah langsung terlihat lemas sekaligus berkeringat. Devandra yang sebelumnya masih bersikap arogan, sampai meraih ponsel Jason untuk menatap saksama koleksi video, maupun foto-foto Gissel dengan pak Renaldy.

__ADS_1


__ADS_2