Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 15


__ADS_3

Amerika


Hakim Buana dan Irfan Angkasa berada di cabang perusahaannya menyelesaikan pekerjaan, Hakim rela bekerja lembur agar cepat menyelesaikan pekerjaannya ia tak sabar bertemu dengan putri kandungnya dari wanita yang tak sengaja ia lukai.


Tak terasa sudah enam bulan mereka di Amerika dan masalah yang terjadi sudah teratasi dengan baik dan cabang perusahaan kembali berjalan normal, Hakim Buana sangat merasa senang karena ia akan bertemu dengan sang putri.


" Irfan, ayo pesan tiket ke Indonesia aku tak sabar kembali dan bertemu dengan putri kandungku" kata Hakim, senyumanmya tak pernah lepas dari wajahnya.


" Baik tuan" kata Irfan, segera memesan tiket menuju Indonesia.


Beberapa hari lalu.


Sebuah mansion mewah terlihat para pelayan sibuk mengerjakan pekerjaan masing- masing.



Terdengar suara wanita membangunkan putranya yang masih tidur nyenyak.


" Nak bangun ini sudah pagi katanya ada rapat penting pagi" mommy, berusaha membangunkan sang putra.


" Uh mom sebentar lagi Franco masih ngantuk" sang putra menutup wajahnua dengan selimut.


" Nggak ada alasan Franco salah siapa sendiri pergi ke bar sampai pagi, cepat bangun daddy dan Gemma sudah menunggu" kata nyonya Filide.

__ADS_1


Franco Edoardo putra sulung dari pasangan suami istri Diego Edoardo dan Filide Edoardo seorang CEO perusahan Edoardo Group, ia sudah berusia tiga puluh tahun.


Franco Edoardo juga memiliki seorang adik berusia tujuh belas tahun bernama Gemma Eduardo, ia sekolah SMA Internasional salah satu sekolah terkenal di Amerika.


Mommy Filide tersenyum melihat putranya menuju kamar mandi setelah memastikan putranya masuk kemudian dia menuju ke kamar putri bungsu.


" Gemma, sayang bangun nanti telat sekolah" kata mommy Filide, mengetuk pintunya.


" Ya mom Gemma sudah bangun" kata Gemma, dari dalam.


Mommy Filide menuju ke meja makan dimana suaminya sudah menunggu.


" Mom dimana anak-anak? " daddy Diego.


" Baiklah kita tunggu mereka " kata daddy Diego, Mommy Filide menanggukan kepalanya dan duduk di samping suaminya.


Tak lama Franco dan Gemma turun tangga dengan pakaian rapi, mommy Filide meminta mereka duduk dan menikmati sarapan yang disiapkan oleh pelayan.


Di saat menikmati sarapan pagi pak Can datang menyampaikan sesuatu, pak Can adalah kepala pelayan kediaman keluarga Edoardo ia sudah lama mengabdi pada daddy dan mommy Edoardo semenjak mereka baru menikah.


" Ya pak" seru daddy Diego.


" Ini ada telepon dari tuan Jordy" kata Pak Can, menyerahkan telepon pada daddy Diego.

__ADS_1


" Jordy bukannya ia harus mengurus rapat nanti" kata daddy Diego.


" Mungkin ada kepentingan dad" kata mommy Filide.


Daddy Diego menanggukan kepalanya mengangkat teleponnya.


" ***. Jordy ada apa, bukannya kamu harus mengurus rapat yang sebentar lagi di mulai. Saya sedang sarapan sebentar lagi berangkat" kata daddy Diego.


" Wass, maaf tuan. Saya baru saja mendapat kabar kalau tuan Hakim Buana berada di Amerika sudah enam bulan dan beberapa hari lagi dia kembali ke Indonesia " kata Jordy.


" Apa, kenapa kau tak mrngatakannya sejak tadi, Jordy" teriak Daddy, Diego.


" Maaf tuan saya baru saja mendapat kabar. saya diberitahu oleh tuan Samantha dan kebetulan mereka juga bekerja sama dengan kita" kata Jordy, merasa takut mendengar suara daddy Edoardo.


Mommy Filide, Franco dan Gemma saling memandang, mommy Filide mengelus punggung suaminya agar merasa tenang.


" Sekarang kamu cari cara agar menghubunginya dan minta ia bertemu denganku" daddy Diego, memutuskan panggilan.


" Dad ada apa? " mommy Filide, daddy Diego menghela napasnya.


" Hakim Buana ada disini" kata daddy Diego.


" Apa".

__ADS_1


__ADS_2