
Adeeba dan kedua sahabatnya terkejut tiba -tiba saja Selly, Siska juga kedua sahabatnya menghadang ke jalan mereka.
" Hei jangan menghalangi jalan kami" kata Dita, dengan nada yang kesal.
" Ayo kita ke sana jangan hiraukan mereka " kata Dita, mengajak Adeeba dan Vero.
" Teman-teman aku tak menyangka di sekolah kita ada anak haram dan selama tiga tahun kita telah di tipu oleh sikapnya" teriak Selly.
Mendengar teriakan Selly membuat semua siswa yang semula fokus melihat medding tetalihkan oleh perkataannya, semua orang saling berbisik siapa yabg dimaksud oleh Selly.
Deg
Adeeba terkejut dan tak menyangka kalau Selly akan mengetahui rahasia yang ia simpan bahkan kedua temannya tak diberitahu.
" Jaga bicaramu Selly dan siapa yang kalian maksud itu" kata Vero, menatap datar.
" Oh ternyata sahabatmu itu tak memberitahu kalian baiklah kalau begitu akan ku katakan. Dia" menunjuk ke arah Adeeba. Mengatakan apa yang dikatakan oleh Siska pada lainnya.
Adeeba hanya menahan rasa sakit yang ia rasa saat hari kelulusan ia akan mengalami hal ini.
" Adeeba" kata Dita, Vero dan dirinya melihat ke arahnya.
Adeeba hanya bisa menahan kesedihannya ia tak ingin saat ini hatinya sakit bayangan ketika diusir oleh Rofdolf Emril dan kematian ibunya kembali terbayang.
__ADS_1
" Ayo kita ke sana" ajak Adeeba, mengajak kedua sahabatnya melihat hasil kelulusan.
Ketika Dita bicara dihentikan oleh Vero dan membiarkan Adeeba yang menjelaskannya.
" Adeeba, dimana ayah kandungmu jangan - jangan dia sudah mati seperti ibumu atau tak mengakuimu" kata Siska, Selly dan kedua temannya terrawa.
Tapi Adeeba fokus dengan hasil kelulusan repat di matanya.
" Deeba" kata Dita, dengan lirihnya.
" Lihat itu nama kita" kata Adeeba, berhasil menemukan namanya dan dua sahabatnya.
Vero menenangkan Dita agar dia tak banyak bertanya lebih dahulu. Melihat Adeeba tak terpengaruh oleh hinaan mereka membuat Siska dan lainnya menggerut kesal.
" Adeeba, selamat kamu peringkat ke pertama" kata Dita, senyum.
" Kamu juga selamat berada di peringkat sepuluh dan kamu Vero berada di tingkat ketiga" Adeeba, bahagia karena mereka berhasil lulus dengan hasil yang pertama.
" Ya berbeda dengan beberapa orang disana mendapat nilai 300 ke bawah, makanya jangan hanya menghina orang ayo kita pergi dari sini, kita harus merayakan kelulusan kita" kata Dita, senyum bahagia.
Sedangkan Siska dan lainnya menatap mereka dengan kebencian.
Siska dan lainnya memang lulus dengan memperoleh nilai pas. Siska berada di peringkat ke 299 disusul oleh Selly, Okta dan Una.
__ADS_1
Semua kelas 3 bahagia karena mereka semuanya lulus dan akan menempuh pendidikan lebih tinggi.
Di perusahaan Buana Group.
Hakim sedang sibuk dengan laporan yang diberikan sekretarisnya sampai ia melupakan kalau Adeeba putri kandungnya lulus, memang tiga hari terakhir Hakim disibukan dengan pekerjaannya makanya ia belum sempat mencari keadaan putri kandungnya.
Tok tok tok
" Masuk" kata Hakim. Irfan masuk melihat bosnya sibuk tapi ia harus memberitahu kabar yang baru saja diterimanya dari orang yang mengikuti Adeeba.
" Kenapa kau diam saja, Irfan? " Hakim, tahu yang masuk adalah Irfan tapi sudah lima menit ia belum juga bicara.
Hakim menutup berkasnya dan menatap ke arah Irfan yang ia tahu saat ini orang kepercayaannya ingin menyampaikan sesuatu yang penting.
" Katakanlah" kata Hakim.
Akhirnya Irfan memberitahu Hakim aoa yang terjadi pada Adeeba saat ia menerima hasil kelulusan.
" Brak. beraninya mereka menghina putriku dan mengatakan aku sebagai ayah kandungnya telah meninggal, Irfan cari tahu siapa saja yang telah menghina putriku saat hari kelulusannya" kata Hakim, menatap dengan dingin.
" Baik tuan" kata Irfan, segera menghubungi anak buahnya mencari tahu siapa saja yang telah menghina putri dari bosnya.
" Kalian akan menerima akibatnya karena menghina putri dari serigala ini" guman Irfan, merasa kasihan pada Selly dan lainnya.
__ADS_1