Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 43


__ADS_3

Resepsionis dan satpam yang sebelumnya mengusir Gemma terkejut mendengar Gemma memanggil bos mereka dengan sebutkan kakak, keduanya menjadi ketakutan jika Franco marah besar karena telah berani mengusir adiknya.


Franco melihat keduanya dengan tatapan tajam membuat mereka ketakutan.


" Bos kami minta maaf, kami tak tahu dia adik anda" kata Resepsionis, dengan suara gemetaran.


" Sudahlah kak, kak ayo kita ke restoran aku belum nakan sejak tadi" kata Gemma, manja dan senyum manis.


Franco tersenyum dan mengelus kepala adiknya.


" Kali ini saya ampun kalian jika kalian mengulangnya tak ada ampun bagi kalian ingat itu, dan satu siapa saja yang datang ke sini perlakukannya dengan hormat dan sopan" kata Franco, tegas. Mereka mengucapkan terima kasih dan berjanji takkan mengulanginya.


Setelah memastikan klien meninggalkan perusahaan Luciano menghampiri Franco sedang berbicara dengan Gemma.


" Tuan, dia sudah pergi " kata Luciano.


Franco menanggukan kepalanya. "Kita ke restoran " kata Franco, Luciano menanggukan kepalanya.

__ADS_1


"Terima kasih kak aku ingin mencicipi semua makanan ada disini" kata Gemma semangat.


Franco memerintahkan Luciano menuju rumah makan Padang.


Satu jam kemudian mereka sampai di rumah makan Padang Gemma melihat sekitarnya restoran ini sangat berbeda yang biasanya dia kunjung.


" Kak, kita ada dimana? " Gemma.


" Katanya kamu ingin mencoba semua makan disini, disini rumah makan Padang kamu pasti menyukainya" kata Franco. Gemma diam mengikuti kakaknya.


Gemma melihat suasana yang disungguhkan dia merasa heran karena para tamu duduk di bawah bukan di kursi bahkan ruangannya terbuka, Tapi suasana sekitarnya sangat sejuk banyak pohon yang mengelilinginya.


" Dari teman, tak sia aku mengajakmu kesini setelah ini aku akan mengantarmu ke apartemen " kata Franco, Gemma menanggukan kepalanya ia juga merasa lelah.


Setelah menghabiskan makanannya Franco dan Luciano mengantarkan Gemma ke apartemennya, kemudian mereka kembali ke perusahaan.


Gemma memutuskan langsung istirahat tidak lupa dia memberitahu pada orangtuanya kalau ia sudah berada di apartemen kakaknya. Tuan dan nyonya Edoardo hanya berpesan jangan membuat kakaknya khawatir dan sering memberi kabar pada mereka.

__ADS_1


Tuan Hakim Buana, Adeeba dan Afrill sedang makan siang bersama.


" Nak kapan ujianmu? " Tuan Hakim.


" Beberapa hari lagi dad" kata Adeeba, tuan Hakim Buana, menanggukan kepalanya.


" Kalian tidak memberitahu teman kalian kalau sekarang tinggal disini? " Hakim, sudah beberapa hari Adeeba dan Afrill tinggal bersamanya tak pernah sekalipun ada teman mereka datang.


"Tidak perlu dad kami bisa bertemu di tempat lain" kata Afrill, tak ingin Hakim terganggu.


" Nak jangan membatasi diriku denganmu kau adalah adik dari putriku juga putraku, ajaklah mereka datang aku juga mau mengenal mereka " kata Hakim, menatap Afrill dengan senyuman.


Afrill menanggukan kepalanya ada senyuman di wajahnya.


" Kalau kamu sayang? " Hakim, pada Adeeba.


" Mereka liburan bersama keluarga dad , mereka pulang sehari sebelum ujian" kata Adeeba, Hakim menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Dia ingin memperkenalkan Adeeba Putri Buana sebagai putri kandung Hakim Buana pada masyarakat hingga tak ada yang melukainya dan keluarga Emrill menerima akibatnya nanti.


Hakim tak ingin keluarga itu menyakiti anak-anaknya lagi itulah alasan yang membuatnya agar semua orang mengetahui kebenaran tentang Adeeba Putri sebagai putri dari Hakim Buana.


__ADS_2