Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 45


__ADS_3

Para calon mahasiswa baru fokus mengerjakan semua soal yang tersedia mereka berharap dapat masuk ke kampus yang mereka inginkan termasuk Adeeba dab kedua sahabatnya.


Semua calon mahasiswa baru wajib mengerjakan soal sebanyak 150 soal dalam kurun waktu dua jam, jika tidak selesai makan harus dikumpulkan sebanyak soal yang di jawab.


Dita dan Vero tak kalah fokus menjawabnya mereka sudah belajar tiap hari bersama Adeeba, mereka ingin berkuliah di tempat yang sama walau jurusan harus berbeda, sedangkan Adeeba menjawab soal dengan santai karena ia juga belajar bersama Irfan hingga semua soal yang dia pelajari di jelaskan oleh Irfan.


Dua jam telah berlalu pengawas mulai mengumpulkan soal dan jawaban banyak yang protes karena belum menjawabnya walau hanya separohnya sedangkan Adeeba, Dita dan Vero menyerahkannya dengan senyuman.


" Kalian boleh meninggalkan kelas setengah jam kemudian kembalilah ke kelas mengikuti ujian selanjutnya" kata pengawas ujian.


Para calon mahasiswa baru meninggalkan kelas kecuali Adeeba, Dita dan Vero mereka lebih memilih membaca buku.


" Kalian berapa soal yang busa di jawab? " Adeeba.


Dita menghela napasnya. " Walau soalnya sudah kita pelajari sejak SMP tapi masih saja sulit, ada sekitar lima soal yang belum terjawab semoga saja semuanya benar yang di jawab " kata Dita.


" Aku tinggal satu soal lagi" kata Vero.


" Uh pacarku memang hebat " seru Dita, memberian jempolnya pada Vero. Vero tersenyum dan membelai rambut Dita.

__ADS_1


" Kalau kamu jangan di jawab kami sudah tahu" kata Dita, ketika Adeeba ingin bicara.


" Siapa tahu ada yang salah" kata Adeeba.


" Nggk mungkin" teriak Dita, Vero menanggukan kepala.


" Vero jadi mengambil jurusan Manajemen? " Adeeba.


" Ya, papi ingin aku belajar manajemen bisjis kalian tahu keadaan papiku sering sakit makanya aku ingin mengurus perusahaan sambil kuliah nantinya" kata Vero.


" Kamu ingin aku bantu sayang" kata Dita. Vero menggelengkan kepalanya.


" Jika Dita ingin membantumu tidak apa Ver" kata Adeeba.


" Nggk usah Adeeba biar dia bersamamu" kata Vero.


Para calon mahasiswa baru kembali masuk ke ruangan dan pengawas kembali membagi soal.


Sedangkan ruangan sebelah terlihat Gemma duduk di sudut sendiri memang hanya ia sendiri bule berada disana banyak para pria yang ingin kenalan dengannya yang membuatnya menahan kekesalannya apalagi yang wanita menatapnya dengan iri.

__ADS_1


" Semoga saja nanti ada yang mau berteman dengan tulus" guman Gemma, mengerjakan soal yang di berikan.


Di sekolah


Afrill dan kedua sahabatnya menjadi anggota osis mereka sedang membahas perlombaan antar kelas dalam menyambut hari nasional.


" Apakah kalian ada usul?" Ketua osis.


" Kak gimana kita mencari sponsor untuk acara kita ini siapa tahu ada perusahaan yang ingin membantu kita dalam dana, atau mereka memberi hadiah berupa bea siswa untuk siswa yang berprestasi misalnya" kata Afrill.


" Itu ide bagus untuk urusan proposal Afrill yang menangani, Ali dan Deta mencari pihak sponsor dan untuk lainnya mengurus lainnya" kata ketua osis.


Setelah mendapatkan kesempatan mereka meninggalkan ruang osis.


" Gimana kita mengerjakannya di perpustakaan agar lebih fokus " kata Ali, mereka menanggukan kepalanya.


Sejak Siska lulus beberapa bulan lalu Saka berusaha agar tidak berurusan dengan Afrill karena dia tak ingin mendapat teguran dari Rofdolf.


Rofdolf yang memintanya agar mengambil hati putranya itu ia ingin Afrill kembali ke kediaman keluarga Emrill dan meninggalkan Adeeba, Tapi Saka tidak menyukainya makanya ia lebih menghindar Afrill selama di sekolah.

__ADS_1


__ADS_2