
Adeba berhasil mendapatkan nilai terbaik dan naik kelas tiga saat ini sekolahnya banyaj calon siswa baru mendaftar termasuk Afril dan kedua sahabatnya.
" Afril " kata Deva, Afril tersenyum melihat Deva dan Ali sudah sampai.
"Ayo kita daftar aku tak sabar lagi melihat wajah terkejutnya kak Adeba nantinya" kata Ali, mereka tersenyum segera bagian administrasi untuk mendaftar.
Uang masuk 2.000.000,uang SPP 700.000, uang Pakaian dan lainnya 2,500.000 total yang harus mereka bayar adalah 5,200.000.
Ali dan Deva tidak menyangka kalau uang yang mereka bayar sangat murah bagi mereka awalnya mereka ingin mengajak Afril dan Adeba pindah ke sekolah Internasional, tapi saat mengenang Adeba membicarakan teman sekolahnya membuat mereka diam.
Memang dimana pun kita sekolah baik sekolah negeri atau internasional sama saja yang penting adalah gimana kita memperoleh ilmu.
Sekolah Negeri
Adeba diminta oleh pihak osis untuk membantu mereka dalam membimbing siswa baru saat masa MOS.
" Afril, kakak berangkat ke sekolah dulu nanti jangan lupa makan bibi sudah masak" teriak Adeba, ia harus terburu ke sekolah.
" Ya kak hati-hati nanti Afril ke sekolah bersama Ali dan Deva" kata Afril, masih berada di kamarnya.
__ADS_1
" Bibi Deba berangkat dulu nanti bibi istirahat saja" kata Adeba.
" Ya nona ini sedikit lagi saya tunggu tuan muda dulu " kata bibi Lia.
Adeba tersenyum mengucapkan salam dan berangkat ke sekolah menaiki mobilnya.
Sekolah Negeri.
Siswa baru sudah berdatangan ke sekolah untuk mengikut MOS yang akan dilaksanakan selama tiga hari.
Adeba sudah bersama anggota Osis lainnya mengatur siswa baru.
Tiba datang tiga mobil mewah ke sekolah semu perhatian tertuju pada mereka walau siswa yang sekolah adalah siswa bercukupan tapi tak pernah mereka melihat mobil mewah seperti itu.
Siswa baru lainnya saling berbisik karena mereka hanya orang biasa walau memakai mobil ke sekolah tapi tak semewah mobil yang baru tiba.
" Deba, kenapa mereka berbisik apa tidak tahu sebentar lagi akan di mulai" kata salah satu anggota osis.
" Ayo kita lihat apa yang mereka bisikan lihat saja nanti jika itu hanya asalan mereka" kata temannya, Adeba hanya mengikuti temannya.
__ADS_1
" Hei apa yang kalian lakukan kita ini sedang kegiatan MOS bukan bermain" teriak senior.
" Kami tak bermain kak, kami melihat itu" salah satu siswa baru menunjuk ke tiga mobil mewah yang baru saja parkir.
Adeba dan temannya memperhatikannya. " Bukannya itu " guman, Adeba menggelengkan kepalanya tidak mungkin itu mobil mereka karena masih sekolah dan untuk apa mereka kesini.
Afril tersenyum melihat kakaknya dia mengirim pesan pada kedua sahabatnya untuk keluar dari mobil.
Afril, Ali, Deva keluar dari mobil membuat lainnya histeris karena ketampanan mereka.
" Kakak maaf kami terlambat" kata Ali, dengan senyuman.
" Oh tidak apa kalian tidak terlambat kok kebetulan acaranya belum dimulai" kata senior, terpesona pada ketiganya.
Adeba menatap tajam ke arah mereka dia ingin penjelasan dari mereka. Kenapa mereka menjadi siswa baru di sekolahnya bukannya mereka baru kelas tiga SMP.
" Adeba tolong urus mereka pengenalan sekolah sebentar lagi dimulai" kata Ketua osis. Adeba menanggukan kepalanya.
Adeba membawa mereka ke barisan. " Kalian baris disini ingat kalian harus beri kakak penjelasan nanti" kata Adeba.
__ADS_1
" Baik kak" seru mereka, Adeba menggelengkan kepalanya.
Ketua osis memulai dengan kata sambutan untuk siswa baru di SMA Negeri.