Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 25


__ADS_3

Para penonton saling bertepuk tangan memberi semangat bagi yang mereka dukung Saka dan Miko saling kejar mengejar


Dan


" Yes" Saka memenangkan pertandingan para pendukung memberi selamat terutama para wanita, Miko menatap Saka dengan senyum tipis walau ia kalah tak jadi masalah untuknya.


Kemudian Saka pulang ke kediaman keluarga Emril hari sudah hampir pagi, Saka masuk ke kamar dan istirahatan tubuhnya.


Sedangkan Carlos dan orang kepercayaannya sudah sampai di bandara ia tersenyum melihat negara yang sudah lama tak ia singgahi.


" Bos kita langsung ke tempat tuan besar atau ke tempat lainnya" kata Egra. Orang kepercayaannya Carlos.


Carlos menatapnya. " Kita ke hotel dulu nanti malam baru ke tempat tuan besar" kata Carlos, ia merasa lelah karena setelah menyelesaikan misi ia langsung terbang ke London.


Di tempat Hakim Buana.


Hakim sedang menikmati sarapan pagi yang disiapkan oleh pelayannya.


" Assalamualaikum " kata Irfan, masuk ke dalam.


" Wassalamualaikum salam" kata bibi, membuka pintu.

__ADS_1


" Bi apa tuan Hakim ada, ada sesuatu yang ingin aku katakan" seru Irfan.Bibi mempersilahkannya masuk dan memberitahu tuan Hakim berada di ruang makan.


" Tuan" kata Irfan, tak lupa memberi hormat.


" Irfan, kau datang? " Hakim, bertanya ada apa asistentnya datang ke rumahnya pagi hari.


" Tuan, Carlos sudah tiba dan nanti malam akan menenui anda. Tuan saya sudah menemukan dimana nona Adeeba tinggal dan ia tinggal di rumah milik nyonya Nindy sebelum menikah, mereka di temani para pelayan dan nyonya Emilia" kata Irfan.


" Emilia? " Tuan Hakim.


" Ya tuan beliau adalah sahabat nyonya Nindy dan juga beliau juga yang membawa nona Adeeba ke rumah itu" kata Irfan.


" Irfan buat janji ketemu dengannya aku ingin bicara mengenai putriku" kata Hakim, Irfan menanggukan kepalanya.


Di kediaman keluarga Abraham.


Adeeba dan Afril sedang menikmati sarapan pagi yang disiapkan oleh pelayan.


" Nona, tuan muda.Nyonya Emilia sudah datang sejak subuh" kata Pak Gun.


Adeeba dan Afril senang mendengar kalau Emilia sudah kembali dari luar kota.

__ADS_1


" Sekarang aunty Emilia ada dimana, pak? " Adeeba.


" Dalam kamar nona" kata pak Gun.


" Kak biar aunty Emilia istirahat bukannya kak harus ke sekolah" kata Afril.


Adeeba segera pamit menuju ke kamar tak lupa mengingat adiknya berhati dan jangan mencari masalah selama ia diskors, Afril hanya senyum dan menggaruk keningnya.


Sekolah Adeeba di sambut oleh kedua sahabatnya mereka bersama menuju ke dalam kelas, Selly dan sahabatnya melihat kedatangan Adeeba menatapnya dengan kebencian.


" Gara-gara anak itu Afril dan kedua sahabatnya di diskors" kata Selly, menggemgam tangannya kuat. Siska dan Saka yang berdiri di tepat belakangnya tersenyum sinis.


" Aku harus membuat kak Selly semakin membenci anak itu" kata Siska.


" Siska apa yang kamu kakukah? " Saka, Siska memberinya senyum.


Siska perlahan mendekati Selly dan menghasutnya.


" Kak harus melakukan sesuatu bukannya Afril dan kedua sahabat diskors inilah saatnya memberinya pelajaran" kata Siska. Selly dan kedua sahabatnya tersenyum senang.


Selly dan kedua sahabatnya terus melihat keadaan sekitar mencari kesempatan untuk memberinya pelajaran, selly tersenyum sinis melihat Dita dan Vero meninggalkan Adeeba sendirian di taman.

__ADS_1


Dita dan Vero memberi makanan ringan ke kantin untuk mereka nikmati di taman, dengan sombongnya Selly dan kedua sahabatnya mendekati Adeeba yang sedang membaca di bawah pohon.


Byur.


__ADS_2