
Afrill, Ali dan Deva berkumpul di rumah Ali mereka sedang mengerjakan proposal yang akan di usulkan ke beberapa perusahaan.
" Kita sudah menyelesaikan dua proposal apakah masih ada yang belum? " Afrill.
" Sebaiknya ditambah satu proposal lagi kabarnya ada perusahaan yang baru di bangun dan hanya beberapa bulan perkembangannya sangat besar" Deva.
" Darimana kamu mengetahuinya, Dev? " Ali.
" Perusahaan papi ada kerja sama dengan perusahaan itu " kata Deva.
" Perusahaan itu apa namanya?" Afrill.
" Perusahaan Edoardo Group" kata Deva.
" Aku juga pernah mendengarnya dari papi, apa kita harus mencobanya? " Ali, memandang kedua temannya.
" Ya kita harus mencobanya besok" kata Afrill, merapikan semua barang.
Pelayan mengantar makanan dan minuman untuk mereka.
" Dimana orangtuamu Ali sejak tadi kami tidak melihatnya? " Afrill.
" Mami menemani papi ke luar kota ada pekerjaan " kata Ali, mereka menikmati makanan yang telah di siapkan.
Ditempat lokasi ujian baru saja menyelesaikan ujian kedua dimata para calon mahasiswa baru terlihat kelegaan tapi juga kecemasan menunggu hasilnya.
" Semoga saja kita semuanya lulus" kata Dita, Deeba dan Vero senyum.
Mereka meninggalkan lokasi ujian begitu pula dengan lainnya gemma baru saja meninggalkan kelasnya menghubungi kakaknya.
__ADS_1
".Kak dimana aku baru saja selesai " kata Gemma.
" Kamu tunggu di sana Luciano dalam perjalanan ingat Gemma tunggu disana jangan kemana" kata Franco.
" Ya kak" Mereka menutup panggilannya.
" Sebaiknya aku tunggu di sana" kata Gemma, melihat ada kursi di bawah pohon.
Lima belas menit kemudian Luciano datang menjemput Gemma.
" Nona" panggil Luciano, menghampiri Gemma yang kesal.
" Kenapa lama sekali sih"kata Gemma, menatap Luciano dengan kesal.
" Maaf nona, mari saya antar" kata Luciano. Mereka menuju apartemen Franco.
Drt drt drt
Terdengar suara HP berbunyi Adeeba melihat panggilan ternyata Hakim menghubunginya.
" Aku angkat telepon dulu" kata Adeeba, pamit menuju ke toiet.
" Sayang tak biasanya Adeeba mengangkat teleponnya jauh" kata Dita.
" Mungkin penting sebaiknya kita menunggu Adeeba di toko itu" kata Vero, menunjuk toko jam.
" Kamu ingin membeli jam? " Dita, diangguk oleh Vero.
" Jam kemaren pecah" kata Vero, mereka masuk ke toko jam sebelum itu Dita mengirim pesaj pada Adeeba memberitahu keberadaan mereka.
__ADS_1
Di toilet.
" Assalamualaikum dad" kata Adeeba.
" Waalaikumsalam, sayang gimana ujiannya? " Hakim.
" Alhamdulillah dad, Adeeba bisa menjawabnya tinggal menuju hasilnya saja. Dad" kata Adeeba.
" Ya sayang kamu ingin mengatakan sesuatu? " Hakim.
" Ya Dad, Adeeba hari ini pulangnya telat. Adeeba bersama Dita dan Vero sedang di mall " kata Adeeba, merasa tak enak karena tidak memberitakannya terlebih dahulu.
" Tidak apa sayang kalian pasti ingin rileks .Kamu ingin dad jemput? " Hakim.
" Dadd tidak sibuk .Adeeba tak ingin menanggu dad" kata Adeeba.
" Untukmu dan adikmu daddy tak merasa terganggu atau kamu ingin biar supir yang jemput " kata Hakim.
" Itu lebih baik dad. Adeeba tak ingin mereka merasa sungkan nantinya. Adeeba belum memberitahu pada mereka mengenai kita" kata Adeeba.
" Baiklah sayang bersenang-senanglah nanti daddy minta jemputmu" kata Hakim. Setelah memberi salam mereka memutuskan panggilannya.
" Aku minta maaf kalian harus menunggu lama" kata Adeeba, merasa bersalah pada sahabatnya karena belum menceritakan tentang Hakim.
" Kamu tenang saja Adeeba lihat dia serius sekali melihat arloji" Bisik Dita. Setelah memutuskan panggilannya Adeeba langsung menyusul sahabatnya di toko Jam.
" Tidak apa, tunggu aku mau lihat sepertinya itu cocok untuk Afrill dan lainnya " kata Adeeba, tanpa sengaja melihat jam yang menarik menurutnya.
" Kamu ingin menberli jam untuk Afrill dan lainnya" kata Dita. Adeeba menanggukan kepalanya. Tanpa sepengatahuan sahabatnya Adeeba membeli jam empat untuk Hakim satu.
__ADS_1