
Kediaman keluarga Edoardo.
Diego Edoardo, nyonya Filide dan putri mereka Gemma Edoardo berkumpul di ruang keluarga, Pak Can mengawasi para pelayan menyiapkan makan malam.
" Bi siapkan sop sayur nona muda menyukainya" kata pak Can.
" Baik pak" kata salah satu pelayan. mereka juga menyiapkan makanan lainnya.
Gemma bersifat manja pada sang daddy membuat orangtuanya hanya menggelengkan kepalanya.
" Gemma jangan bersifat manja kamu sudah lulus sebentar lagi akan memasuki perkuliahan" kata nyonya Filide.
" Daddy, mommy" adu Gemma. Tuan Diego tersenyum menggelengkan kepalanya sedangkan nyonya Filide hanya menghela napasnya.
" Dad aku ingin kuliah di Jakarta" kata Gemma, tiba-tiba. Membuat orangtuanya terkejut.
" Kamu sudah berfikirkan semuanya" kata tuan Diego.
" Daddy, putra kita sudah tak ada di rumah sekarang putri kita juga ingin kuliah dirumah. Mommy kesepian daddy kita punya dua anak tapi mereka suka pergi" kata nyonya Filide, berat melepas putrinya.
" Mom Gemma kuliah disana dan juga ingin bersama kakak. Kalian kan bisa kesana" Gemma, merayu orangtuanya.
__ADS_1
" Kamu seorang gadis Gemma sudah cukup sekolah jauh dari keluarga, mommy ingin kamu disini" kata nyonya Gemma.
" Mom disana ada kakak. Kakak pasti bisa menjagaku" kata Gemma, senyum memeluk mommynya.
" Daddy katakan sesuatu" Nyonya Filide ingin suaminya membujuk sang putri.
" Mom dia sudah dewasa disana ada Franco dan Luciano yang bisa melindunginya biarkan putrimu melihat dunia. Dunia yang luas akan memperlajarinya sesuatu" kata tuan Diego, sebenarnya ia berat melepas putrinya pergi jauh dari dirinya walau masa sekolah putrinya sekolah di luar tapi ia tak ingin mengecewakan putrinya.
" Terima kasih dad, Daddy memang terbaik" Gemma, mencium pipi daddy. Nyonya Filide hanya bisa menghela napasnya ia tak bisa melakukan apapun setelah suaminya memberi izin.
Pak Can menghampiri mereka. " Maaf tuan, nyonya besar makan malam telah siap" kata pak Can.
" Sebaiknya kita makan dulu " kata nyonya Filide, mengajak keduanya makan malam.
" Luciano ada beberapa calon lamaran yang mendaftar? " Franco.
" 150 peserta lamaran tuan muda" kata Luciano.
" Ternyata disini banyak juga berminat bekerja disini" kata Franco, tak menduga sebanyak itu yang datang melamar ke perusahaannya.
" Luciano soal sekretaris cari yang berpengalaman aku tak ingin orang yang hanya mencari kesempatan yang sia-sia" kata Franco.
__ADS_1
" Baik tuan muda" kata Luciano. Segera melaksanakan perintah Franco.
Franco menatap gedung perusahaan yang baru sebulan ia akuisi. Sudah sebulan ini Franco mengurus cabang perusahaan barunya.
" Semoga saja tak membutuhkan waktu yang lama perusahaan ini di perkenalkan pada publik" kata Franco.
Di rumah Adeeba
Adeeba dan lainnya baru saja selesai makan malam saat ini mereka duduk di ruang tengah.
" Adeeba, kapan mulai daftar kuliah? " Emilia.
" Menunggu pengumuman tante kami sudah mencari informasi mengenai hal itu dari pihak kampus.
"Adeeba, kamu tidak mencari tahu mengenai ayah kandungmu? " Emilia, tiba-tiba dia ingin mengetahui reaksi dari Adeeba.
Deg
Jantung Adeeba berdetak dengan cepat ia tak menduga tante Emilia akan bertanya tentang hal ini sejak ia tahu bukan putri dari Rofdolf tak pernah sekali pun mencari keberadaan ayah kandungnya.
" Tante tahu kamu tak ingin mengetahuinya tapi sebagai seorang putri kamu tak ingin mengetahui sosok yang menghadirimu di dunia. Sayang tante ingin mengatakan sesuatu tante harap kamu tenang" kata Emilia, berfikir sudah waktunya Adeeba mengetahui siapa Hakim Buana.
__ADS_1
Emilia yakin dengan kekuasaan Hakim Buana dapat melindungi putri dari sahabatnya yang sudah dia anggap sebagai putri sendiri.