Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 50


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu sejak acara sekolah Afrill di laksanakan banyak siswa yang bahagia karena mendapatkan bea siswa sampai tamat.


Sedangkan Adeeba akan segera masuk kuliah ia sudah membel perlengkapan untuk kuliah.


Adeeba, Afrill dan Hakim Buana berada di ruang makan bibi Lia dibantu pelayan lainnya menyiapkan sarapan pagi .


Tin tin tin


Terdengar suara bel bunyi pelayan segera membukanya terlihat dua pria tampan tapi dengan wajah dingin mereka.


" Bi tuan Hakim ada di dalam?" Carlos. Carlos datang ke kediaman Buana atas perintah tuan Hakim, ia dan Egra sudah beberapa minggu berada di Jakarta tapi mereka diperintahkan untuk mengurus masalah yang terjadi di salah satu proyek di puncak.


" Ada tuan, tuan besar sedang sarapan bersama nona dan tuan muda" kata pelayan.


Carlos dan Egra saling menatap mereka memang belum mengetahui hal ini karena Hakim memberitahu mereka.


" Bos tahu tentang hal ini?" Egra.


" Aku hanya tahu tuan besar memiliki seorang putri tapi putra aku tak tahu ayo kita tanya pada tuan besar, bi antar kami ke tempat tuan besar" kata Carlos.

__ADS_1


Pelayan mengantar mereka ke ruang disana Carlos dan Egra dapat melihat Adeeba dan Afrill, mereka terkejut melihat kebahagiaan di wajah tuan Hakim.


" Tuan ada tamu yang mencari, anda" kata pelayan.


Hakim menoleh ke samping." Oh kalian sudah datang tunggu aku di ruang tengah ada sesuatu yang ingin ku sampaikan" kata Hakim.


" Baik tuan" kata Carlos, sebelum mereka pergi terdengar suara Afrill.


" Dad ,kak aku pergi ke sekolah dulu hari ini ada ulangan" kata Afrill. Mencium kening kakaknya dan tangan Hakim.


" Afrill katakan pada Ali dan Deva kakak traktir mereka makan siang bersama, ada Dita dan Verlo " kata Adeeba.


" Ya dad, Adeeba minta maaf karena tak bilang semalam Dita memberi ide " kata Adeeba, menggaruk hidungnya.


Hakim tersenyum mengelus tangan putrinya." Tidak apa sayang setelah ini kalian pasti sibuk" kata Hakim.


" Baiklah nanti Afrill sampaikan, dah" Afrill melambaikan tangannya.


" Dan untuk kalian tunggu di ruang tengah sayang kamu ikut ya" kata Hakim.

__ADS_1


" Tapi dad" Adeeba, takut menanggu daddynya tapi Hakim melarang putrinya dan mengajak bicara bersama.


Saat ini mereka sudah berada di ruang tengah mereka semuanya menanti apa yang ingin disampaikan oleh Hakim.


" Sayang kapan mulai perkuliahanmu?" Hakim.


".Seminggu lagi dad kami akan mengikuti masa pengenalan selama seminggu, memangnya kenapa dad?" Adeeba.


" Mereka berdua akan mengawalmu selama kamu kampus atau di luar" kata Hakim.


" Dad tidak seriuskan?" Adeeba, terkejut dengan kata daddynya.


" Sayang daddy khawatir keadaanmu sebentar lagi daddy akan memperkenalkan dirimu pada orang kalau kamu putriku" kata Hakim, minta pengertian dari putrinya Adeeba tak ingin mengecewakan daddynya ia setuju.


" Kalian perlu tahu ia Adeeba Putri Buana putri kandung dan kau Carlos pasti sudah tahu ceritanya, sekarang kalian bekerja dengan putriku ini kata Hakim.Carlos dan Egra menangguk mereka mengerti.


" Dad aku pergi dulu ke tempat Dita setelah itu kami akan ke restoran menunggu kedatangan Afrill dan lainnya" kata Adeeba.


Adeeba masuk ke kamar mengambil tas." Kalian harus melindunginya dari apapun aku tak ingin keluarga itu menanggunya ,Carlos aku percaya kamu dapat melindunginya " kata Hakim.

__ADS_1


Carlos dan Egra menanggukkan kepalanya setelah Adeeba keluar mereka berpamitan pada Hakim.


__ADS_2