
Byur
Dengan sengaja Selly mengiram jus yang ia bawa hingga membasahi Adeeba yang tak menyadari kedatanganny, Adeeba yang sedang asyik membaca terkejut dengan apa yang dilakukan Selly dan kedua temannya.
" Selly, apa yang kau lakukan" kata Adeeba, mengelap pakaian yang basah, Selly dan kedua sahabatnya menatapnya dengan senyuman sinis.
Dita dan Vero yang baru saja kembali ke kantin terkejut melihat Adeeba bicara dengan Selly.
" Adeeba, ada apa dengan ini kenapa bicara dengan mak lampir itu" kata Dita.
" Ayo kita ke sana kurasa ada sesuatu" kata Vero, Dita menanggukan kepalanya dan khawatir dengan Adeeba.
" Adeeba, kenapa bajumu basah? " Dita, terkejut melihat pakaian Adeeba basah dengan segera menutupi dengan jaketnya.
" Hei ini pasti gara - gara kalian ya. Kenapa kalian terus menanggu Adeeba" kata Dita, menatap tajam ke arah Selly.
" Tanyakan saja pada sahabatmu, Okta Una ayo kita pergi dari sini" kata Selly, mengajak kedua sahabatnya pergi.
" Sebaiknya kalian ke toilet untung hari ini kita ada pelajaran olahraga, Dita sudahlah jangan mencari ribut" kata Vero, melihat Dita terus cerewet.
Dita membawa Adeeba ke kamar mandi sedangkan Vero menunggu di luar.
__ADS_1
Irfan telah menghubungi Emilia untuk bertemu di restoran.
" Siapa tuan Hakim kenapa ia sangat ingin bicara denganku menengai Adeeba, Nindy apakah ini ada hubungannya dengan kehamilanmu dulu" kata Emilia, mengendarai mobil menuju restoran tempat janji dengan Hakim.
Nindy Abraham memang memberitahunya tentang kehamilannya beberapa hari setelah menikah dengan Rofdolf Emril tapi Nindy tak mengetahui siapa pria itu.
Emilia berharap semoga ini sesuatu yang baik terutama bagi Adeeba sendiri.
Perusahaan Buana Group.
Irfan telah memberitahu Hakim kalau ia telah menghubungi Emilia dan memiliki janji nanti siang di restoran.
" Irfan gimana dengan nyonya Emilia apakah ia bersedia bertemu? " Hakim.
Restoran.
Emilia sudah berada di restoran dimana ia janji dengan Irfan.
" Nyonya ingin memesan sesuatu? " pelayan, memberikan daftar menu pada Emilia.
" Saya pesan Jus jeruk 1" kata Emilia, mengembalikan daftar menu ke pelayan. Pelayan pamit akan segera membawakan pesanan Emilia.
__ADS_1
Taklama kemudian Irfan dan Hakim datang mereka disambut oleh pelayan.
" Fan dimana dia? " Hakim, menangakan keberadaan Emilia. Irfan melihat sekitarnya tak lama melihat Emilia duduk di pojokan.
" Disana tuan" kata Irfan, Hakim menanggukan kepalanya beruntung suasana restoran sepi dan takkan menanggu pembicaraan mereka.
Hakim mengikuti langkah kaki Irfan menuju meja Emilia.
" Maaf, apakah dengan nyonya Emilia?" Irfan.
" Ya" sahut Emilia, melihat dua orang pria yang tak muda lagi menatapnya dengan kaku. Irfan mempersilahkan Hakim duduk.
" Ada urusan apa kalian menghubungiku dan ada hubungan apa dengan putri sahabatku?" Emilia, tak mau bertele-tele.
" Saya suka sikap anda yang tak suka membuang waktu, saya ayah kandung Adeeba putri dari Nindy Abraham" kata Hakim.
" Apa " teriak Emilia, berdiri di karenakan ia terkejut dengan berita ini.
" Nyonya saya harap anda bisa mengontrol diri anda" kata Irfan, melihat sekitarnya orang sudah melihat ke arah mereka.
Emilia hanya senyum dan minta maaf juga meminta penjelasan dari Hakim.Dia tak bisa berita ini sudah tujuh belas tahun lamanya akhirnya orang yang mengaku sebagai ayah kandung Adeeba tepatnya orang yang menghamili sahabatnya ada di hadapannya.
__ADS_1
Hakim pun menceritakan semuanya yang membuatnya memperlakukan Nindy Abraham sampai hamil juga akhirnya ia mengetahui kalau ia memiliki putri atas kejadian malam itu. Hakim juga menceritakan kalau ia sudah mengetahui kematian Nindy dan penderitaan sang putri.