
Afrill dan Hakim Buana bahagia mendapatkan hadiah dari Adeeba begitu pula dengan Ali dan Deva.
Beberapa hari lalu hasil ujian akan di umumkan Adeeba menunggunya dengan perasaan resah.
" Sayang apapun hasilnya kamu harus terima" kata Hakim, mereka sedang duduk di ruang tengah.
" Tapi aku yakin kakak pasti lulus" seru Afrill, dengan yakin.
" Dad aku ingin mengatakan sesuatu" kata Afrill, pada Hakim duduk di sebelahnya.
Hakim menutup koran yang dibacanya dan menatap Afrill.
" Sekolah sedang mengadakan acara dalam menyambut hari nasional dan kami membutuhkan sponsor, kami sudah membuat beberapa proposal aku ingin daddy melihatnya apakah ada yang salah" kata Afrill, senyum sambil menggarut keningnya.
Hakim membacanya dengan teliti ada senyuman tipis di bibirnya.
" Dad bagaimana?" Afrill, dengan perasaan gugup sedangkan Adeeba fikus dengan laptopnya ia menunggu pengumuman hasil ujiannya.
" Proposal sudah bagus hanya tinggal perubahan sedikit saja, kamu tidak ke perusahaan daddy untuk mengajukan ini? " Hakim.
" Emangnya boleh dad ini kan hanya acara sekolah " kata Afrill, senyum tak menyangka Hakim akan menangatakan tentang hal ini.
" Dad hanya ingin menghabiskan uang daddy" kata Hakim, tawa kecil. Afrill ikut tertawa dan memeluk Hakim.
Tak lama terdengar suara sorak dari Adeeba membuat mereka menoleh.
__ADS_1
" Hore" teriakan Adeeba begitu keras hingga membuat Afrill dan Hakim terkejut begitu pula dengan pelayan segera mendekat.
" Adeeba, kakak" seru Afrill, Hakim. Melihat kearahnya dengan tatapan tanya.
Adeeba segera menutup mulutnya dengan malu menundukan kepalanya.
" Maaf" seru Adeeba, dengan lirihnya. Hakim meminta pelayan kembali bekerja.
Afrill dan Hakim mendekati Adeeba. " Nak? " Hakim.
Adeeba memeluk Hakim dengan rasa halu ia menangis Hakim dan Afrill membiarkannya sampai tenang.
" Apakah ini mengenai hasil ujianmu? " Hakim, setelah putrinya tenang.
" Daddy, hik hiks hiks Adeeba lulus di jurusan keduanya" kata Adeeba. Semua orang bahagia mendengarnya.
".Kami yakin kamu pasti bisa sayang " kata Hakim.
" Ya kak sekarang kakak fokus saja pada kuliah soal perhotelan biar manager yang urus sekali Afrill akan mengontrolnya" kata Afrill.
" Terus tokomu bagaimana? " Adeeba. Memandang adiknya.
" Kakak jangan khawatir ada Ali dan Deva yang membantu, mereka sendiri yang mau sekarang kakak hanya fokus pada kuliah dan tamat secepatnya" kata Afrill.
Adeeba senyum dan mengucap terima kasih sedangkan Hakim senyum dan mengelus rambut putrinya.
__ADS_1
Sedangkan di Apartemen Franco.
Gemma juga memberitahu tentang kelulusannya pada orangtuanya.
" Sayang selamat sekarang kamu sudah jadi mahasiswa, ingat belajarlah dengan giat jangan banyak main" kata tuan Diego
Tak terkecuali nyonya Filide juga bahagia bahkan ia terhalu karena putri kecilnya lulus dengan nilai tak mencewakan.
" Sayang ingat selalu kata kakakmu dan jangan membuatnya marah" kata nyonya Filide, tahu kalau kedua anaknya sering bertengkar walau mereka saling sayang.
" Ih mommy Gemma tak membuat kakak marah, kakak sering pulang malam mana sempat bertengkar" keluh Gemma, memang beberapa hari ini Franco sering lembur bahkan tidur di kantor.
Nyonya Filide minta putrinya menjaga kakaknya ia khawatir pada putranya.
Franco juga bahagia mendengar adiknya lulus ia akan makin perketat keamanan adiknya selama di universitas.
Emili yang dapat dari Adeeba menengai kelulusannya ikut bahagia.
" Sayang ibumu pasti bangga" kata Emili dengan haru. Adeeba senyum dan memeluk wanita ini.
Saat ini Adeeba berada di kediaman keluarga Abraham ia memeluk wanita yang merupakan sahabat ibunya dan juga menerima dirinya dan Afrill.
" Terimakasih tante" kata Adeeba, Emilia senyum dan mencium keningnya.
Mereka merayakan kelulusan Adeeba dengan makan siang bersama di restoran.
__ADS_1