Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 27


__ADS_3

Emilia tak percaya apa yang baru saja ia dengar tuan yang dihadapannya ini adalah ayah kandung dari Adeeba Putri Abraham yaitu putri dari sahabatnya Nindy Abraham tapi kenapa sahabatnya tak pernah memberitahunya tentang hal ini.


" Nyonya Emilia saya tahu anda pasti terkejut dan tak percaya dengan apa yang saya katakan, saya sudah lama mencari keberadaan putri kandung saya itu dan saat ini saya ingin menemuinya dan meminta maaf" Tuan Hakim, menundukan kepalanya ia sangat mengesal kenapa tak sejak awal ia mencari keberadaan mereka hingga mengalami penderitaan sampai Nindy Abraham meninggal.


Emilia dapat melihat dan merasakan penyesalan dari orang duduk di sampingnya tapi untuk menyampaikan berita ini pada Adeeba membuatnya ragu.


" Tuan saya tahu keinginan anda dan saya pun mengerti tapi saat ini belum waktunya" kata Emilia.


" Nyonya Emilia saya harap anda jangan bicara sembarangan tuan saya berhak bertemu dengan putri kandungnya" teriak Irfan, merasa marah mendengarnya.


" Saya tahu tuan tapi coba anda fikirkan jika saya memberitahu anak itu mengenai anda apa yang dirasakannya, tolong beri waktu saat ini ia sedang fokus menghadapi ujian akhir sekolahnya setelah itu saya janji akan mempertemukan dengan kalian" janji Emilia, sebenarnya ia berharap dengan kedatangan Hakim Buana Adeeba dapat merasakan kasih sayang dari seorang ayah yang selama ini tak pernah ia dapatkan.


Tuan Hakim dan Irfan pamit karena harus kembali ke perusahaan tinggalah sendiri Emilia dengan kebingungannya.

__ADS_1


" Ya Allah semoga anak itu menerimanya dan bisa memperoleh kebahagiaan yang semestinya ia dapat" guman Emilia, memanggil pelayan untuk membayar pesanannya.


Dalam mobil.


" Tuan baik saja apa kita ke rumah nggak perlu ke kantor" kata Irfan, mengkhawatirkan keadaan bosnya yang terlihat tak sehat.


Hakim meminjit keningnya ia merasa pusing. " Fan kita ke rumah kepalaku pusing" kata Hakim.


" Baik tuan" kata Irfan, merasa kasihan kepada bosnya masalah yang dihadapannya sangat besar dan dia berharap putri kandung bosnya dapat menerimanya.


" Senangnya melihat mereka kembali ke sekolah rasanya berbeda" kata siswi A.


" Kalian itu kerjaannya hanya memujinya apa yang dilihat dari mereka, kita juga tampan" seru siswa pria. Siswi cewek heboh mendengarnya.

__ADS_1


Sedangkan ketiga orang disebutkan biasa saja tak merasa terganggu apa pun.


" Afril, Ali kita harus ke guru piket memberitahu kedatangan kita" kata Deva, Afril dan Ali menanggukan kepalanya.


Setelah memberitahu guru piket mereka mencari keberadaan Adeeba karena tadi pagi berangkat ke sekolah tak bersama.


Adeeba, Dita dan Vero lebih sering berada di perpustakaan disaat ada waktu, ujian sekolah tak lama dimulai dan mereka ingin lulus dengan nilai terbaik.


" Kak Adeeba dimana sih kita sudah ke kelasnya juga tak ada" keluh Ali, sebelumnya mereka menuju ke kelas Adeeba tapi tak ada.


" Pasti mereka berada di perpustakaan karena waktu ujian sebentar lagi, eh sekolahkan libur selama anak kelas tiga ujian" kata Ali. Mereka terus menuju perpustakaan.


" Aku ingin membantu kakak mengurus hotel selama ujian" kata Afril, tak ingin ujian Adeeba terganggu karena urusan hotel atau lainnya.

__ADS_1


Taklama mereka sampai di perpustakaan melihat Adeeba dan lainnya fokus membaca Afril dan lainnya lebih memilih duduk agak jauh dari Adeeba.


__ADS_2