
UKS
Siswa yang terluka di periksa oleh dokter ia menghela melihat banyak luka di wajah siswa ini.
" Sebenarnya apa yang terjadi hingga terluka seperti ini?" Dokter. Tak ada yang mengeluarkan suaranua dokter hanya menghela napasnya.
Kepala sekolah dan guru telah mendengar kejadian yang terjadi di kantin, mereka segera ke UKS melihat luka siswa yang di pukul Afril.
Kepala sekolah hanya bisa menghela napasnya melihat siswa yang terluka.
" Dok, gimana keadaannya? " guru.
" Syukur lukanya tak terlalu parah" kata dokter. Mereka menanggukan kepalanya.
Setelah memastikan keadaan siswanya kepala sekolah dan guru meninggalkan UKS.
" Panggil siswa yang bernama Afril" kata kepala sekolah, guru menanggukan kepalanya.
Disinilah Afri, Ali dan Deva berada di ruang kepala sekolah
" Kalian sudah tahu tujuan saya memanggil kalian kesini? " kepala sekolah, Afril dan lainnya menanggukan kepala.
" Apakah kalian tak ingin mengatakan sesuatu? " kepala sekolah, Afril dan yang lainnya menggelengkan kepala.
" Karena ulah kalian teman kalian bisa mengalami luka serius dan masuk rumah sakit untung lukanya tidak berat" kata kepala sekolah.
" Sayang kenapa dia tak masuk rumah sakit saja, apa aku terlalu ringan memukulnya" kata Afril, Deva dan Ali mengiyakannya.
__ADS_1
Kepala sekolah menghela napasnya ia tak bisa memarahi mereka karena siswa itulah yang salah.
" Kalian bapak hukum diskors seminggu ingat seminggu kalian renungkan kesalahan kalian" kata kepala sekolah.
Afril dan lainnya menerima hukuman diberikan kepada mereka kemudian kembali ke kelas.
Kepala sekolah meminjit kepalanya. " Dasar anak muda tak bisa mengintrol emosi.
Kelas 1
Afril dan kedua temannya sudah sampai di kelas semua siswa tak berani mengeluarkan suara berbeda dengan Afril menatap ke arah Saka penuh kebencian, dia sudah menduga ini pasti ulah kedua saudara itu.
Saka menatap Afril penuh kebencian ia sangat membenci Afril karena kepintarannya juga siswi perempuan memuji Afril, Gru meminta mereka duduk dan memulai pelajaran.
Hotel
" Tuan setelah ini anda ke kantor atau menemui nona Adeeba di sekolahnya? " Irfan.
Hakim memenjamkan matanya. " Kita ke kantor, Irfan" panggil Hakim, membuka matanya.
" Ya tuan" kata Irfan.
" Hubungi Carlos aku ingin dia sendiri melindungi putriku sampai aku menemuinya" kata Hakim.
Irfan terkejut mendengarnya tak biasanya Hakim meminta Carlos turun langsung untuk melindungi putri kandung Hakim Buana.
" Tuan" kata Irfan.
__ADS_1
" Aku tahu yang kamu fikirkan tapi tak ada yang bisa kupercaya untuk melindungi putriku selain dia, minta dia menyelesaikan tugasnya secepatnya. Aku ingin secepatnya dia datang ke Indonesia" kata Hakim.
" Baik tuan" seru Hakim. yang tak bisa dibantahkan. Mereka segera menuju perusahaannya.
Sebuah kota kecil jauh dari negara Amerika terlihat rumah kecil yang dipenuhi orang berbaju hitam, mereka seperti mengawasi sesuatu atau seseorang.
" Apakah kalian sudah menemukan keberadaan mereka? " seseorang yang berwajah dingin.
" Bos mereka di hutan sebelah timur" seru anak buahnya. Dia tersenyum smirk dan minta mereka segera menangkap borunannya.
Ketika dia bersama anak buahnya akan ke lokasi penyembunyian musuh. Tiba seorang berlarian memanggilnya.
" Bos Carlos" teriak anak buahnya.
" Katakanlah aku tak punya waktu " kata Carlos, merapikan pakaiannya.
" Bos ada panggilan dari bos Irfan" kata anak buahnya.
" Irfan" seru Carlos, merasa bingung kenapa sahabatnya menghubunginya apakah terjadi sesuatu pada bos besar.
" Halo Irfan baru setahun kita tak bertemu kamu sudah merindukanku" canda Carlos.
" Carlos aku tak ingin bercanda ada pesan dari tuan Hakim, dia ingin kau menemuinya di Indonesia ingat datang secepatnya kamu tahu tuan tak ingin menunggu" kata Irfan.
" Baiklah setelah urusanku selesai aku segera datang" mereka saling menutup panggilannya.
Carlos segera menangkap orang yang telah berani menanggu perusahaan Buana Group.
__ADS_1