
Hari ini adalah perayaan kelulusan siswa kelas 3 semua siswa perempuan memakai kebaya sedangkan siswa laki-laki berpakaian jas, para wali kelas tiga juga hadir Afrill datang sebagai wali dari Adeeba awalnya Adeeba juga mengajak Emilia tapi tak bisa karena ada keperluan luar kota.
Rofdolf Emrill , Mia dan Saka sudah berada di hotel dimana acara kelulusan diselenggarakan.
" Mami, papi disini" Siska memanggil keluarganya dan mengajak mereka duduk di tempat sudah disediakan untuk keluarga yang hadir.
Ketika mereka akan duduk tanpa sengaja disana sudah ada Afrill dan bibi Lia disana.
" Afrill" panggil Rofdolf, terkejut melihat putranya yang sudah hampir setahun tak bertemu.
" Tuan, nyonya" kata bibi Lia, memberi hormat pada mantan majikannya. Sedangkan Afrill menatap mereka dengan tatapan dingin.
" Afril, jawablah ini ayah kita" kata Saka. Sedangkan Afril tersenyum smirk. ia berdiri dan menatap tajam ke arah mereka.
" Ayah kita dia bukan ayahku. Dia ayah kalian" kata Afrill, menunjuk ke arah Rofdolf dan menatapnya penuh kebencian.
" Tuan muda" bibi Lia, tak ingin tuan mudanya membuat masalah di hari ini.
" Dasar pelayan rendahan beraninya mencampur tangan urusan kami" kata Maria.
" Aku tak menyangka sejak kamu tinggal bersama anak haram itu sudah berani pada ayah kandungmu" kata Siska, menghina Adeeba.
" Kamu jangan pernah menghina kakakku, ingat perlu kalian ketahui aku tak pernah melupakan perbuatan kalian pada kakak dan ibuku" kata Afrill.
Deva dan Ali baru saja datang dan mencari keberadaan Afrill.
__ADS_1
" Deva dimana Afrill? " Ali. Mata mereka masih mencari keberadaan Afrill.
" Ali itu Afrill" kata Deva, menunjuk Afrill ribut dengan Siska dan keluarganya.
" Ayo cepat kita kesana sebelum keadaan semakin rumit" kata Deva, mereka mendekati Afrill.
" Afrill ayo kita ke sana kak Adeeba mencarimu" kata Deva, sengaja menyebut nama Adeeba agar Afrill mau pergi.
Afrill dan bibi Lia mengikuti mereka. " Papi lihat tingkah anak itu tak sopan padamu ini gara-gara gadis itu" kata Maria, kesal.
" Ya pi selama kami sekolah Afrill selalu menanggu kami padahal kami tak melakukan apa pun" kata Siska, menghasut Rofdolf, semakin membenci Adeeba.
Mengetahui suaminya marah membuat Maria bahagia dengan ini suaminya akan semakin membenci Adeeba.
Ditempat Afrill
Deva dan Ali membawa Afrill juga bibi Lia menjauh dari keluarga Emril sebelum terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
" Sebaiknya kita duduk disini" kata Ali.
" Sebenarnya apa yang terjadi hingga kamu ribut pada mereka, Af? " Deva.
Afrill menghela napasnya. " Kalian pasti sudah tahu, bibi tidak apa kan? " Afrill.
" Bibi tak kenapa tuan muda. Bibi hanya takut mereka akan berbuat sesuatu pada nona muda. Semoga saja nona Siska tak satu kampus dengan nona muda" kata bibi Lia.
__ADS_1
Mereka mendengarnya terkejut benar Siska juga tamat hari kemungkinan kembali bertemu di kampus yang sama dengan Adeeba.
" Kenapa kita melupakan hal itu. Soal Saka kita bisa menghadapinya" kata Ali.
Saat suasana sekitar mereka tegang semua siswa kelas 3 yang lulus memasuki ruangan tak lama kemudian para guru dan kepala sekolah memasuki ruangan.
" Untuk semua siswa semuanya harap berdiri" kata MC. Semua siswa kelas 3 berdiri dan menyanyikan sebuah lagu untuk guru.
MC menyampaikan rangkaian acara di mulai dari membaca Al quran sampai kata sambutan kepala sekolah.
" Hari ini kita akan menyaksikan siapa saja mendapatan nilai tertinggi dan lulusan terbaik tahun ini. Selamat untuk kalian yang lulus" ucap kepala sekolah.
" Adeeba Putri Abraham memperoleh nilai 9.99
" Vero. 9.9
" Dita. 9,00
" Selly. 8,00
" Okta. 8,78
" Una. 8,00
Siska. 8,01
__ADS_1