Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 42


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu Adeeba menerima Hakim Buana sebagai ayah kandungnya dan mereka tinggal bersama Afrill dan bibi Lia ikut bersamanya, Hakim Buana meminta Afrill memanggilnya daddy seperti Adeeba.


Sedangkan Emilia tetap tinggal di kediaman keluarga Abraham atas permintaan Adeeba, dia tak ingin rumah peninggalan ibunya kosong.


Beberapa hari Adeeba menghabisi waktu bersama sebelum ujian masuk universitas dan Afrill memberi kebebasan pada kakaknya untuk mengenal ayah kandungnya tapi kadang mereka bertiga menghabiskan waktu bersama walau sekedar menonton televisi.


Ketika Hakim membawa Adeeba dan Afrill ke kediamannya para pelayan yang bekerja dengannya terkejut siapa yang tidak tahu Hakim Buana tidak memiliki anak apalagi istri membuat mereka berbisik sampai Irfan menjelaskannya baru keadaan tenang.


Sedangkan di tempat lain tepatnya Bandara Soekarno Hatta terlihat gadis yang baru saja turun dari pesawat.


" Uh akhirnya sampai juga kak Franco pasti terkejut melihatku sudah datang, untung daddy dan mommy setuju untuk tidak memberitakannya pada kak Franco" kata Gemma, membuka kaca matanya sambil tersenyum.


Kecantikannya membuat para pria menatapnya tanpa berkedip, Gemma Edoardo gadis 18 tahun anak pasangan Diego dan Filide Edoardo sangat cantik ia perpaduan antara orangtuanya membuat tiap mata yang memandang akan memuji.


Gemma memesan taksi online ia akan menemui Franco di perusahaannya.


Perusahaan Edoardo Group.


Franco dan Luciano kedatangan klien dari kota B mereka membahas proyek terbaru, mereka membangun mall disana.

__ADS_1


" Tuan Franco saya harap kerja sama ini sukses dan saya mengucapkan terima kasih karena anda menerima proyek ini" kata tuan Fadil.


" Seharusnya saya yang mengucapkannya karena anda percaya pada kami untuk kerja sama ini" kata Franco, mereka saling bersalaman.


" Mari tuan saya antar sampai ke lobi" tawar Franco.


" Terima kasih tuan sejujurnya saya merasa tak enak anda sendiri yang mengantar " kata tuan Fadil, Franco tersenyum.


Mereka saling membicarakan proyek baru ini tak terasa mereka sudah sampai di lobi.


" Kakak" teriak Gemma, berlarian. ia melihat Franco dan lainnya baru keluar dari lift


Franco melihat ke arah Luciano apakah ia tahu tentang hal ini.


" Maaf tuan saya tidak tahu tuan dan nyonya tidak memberitahunya pada saya" kata Luciano.


Franco menghela napasnya dan meminta maaf pada kliennya.


" Tidak apa tuan Franco saya mengerti, saya juga memiliki seorang adik perempuan " kata tuan Fadil.

__ADS_1


Akhirnya Franco meminta Luciano mengantar tuan Fadil dan sekretarisnya sedangkan dirinya menemui adiknya yang tersenyum manis padanya.


Ketika Gemma berteriak resepsionis dan satpam segera menghalanginya karena mereka tidak tahu kalau ia adiknya Franco.


" Nona, kami harap anda pergi dari sini anda telah menanggu keyenangan disini, sampai berteriak lagi" kata resepsionis, kesal pada Gemma karena ia tak bisa melihat wajah tampannya Luciano yang melewatinya.


Ketika Luciano dan Fadil lewat Gemma sempat menggodanya hingga membuat Luciano hanya menghela napasnya ia sudah biasa di goda oleh Gemma.


" Nona, keluarlah dari sini sebelum bos kami melihatnya" kata satpam, berusaha Menariknya.


" Ada apa ini ?" Seorang dengan suara berat.


" Bos " seru mereka. Sedangkan Gemma memberikan senyuman.


" Bos, gadis ini berani berteriak disini kami sudah berusaha memintanya pergi tapi ia keras kepala" kata resepsionis, ia berharap Franco akan mengusir gadis ini.


" Gemma, kenapa tak memberitahu kakak kalau sudah sampai, kakak bisa meminta Luciano menjemputmu" kata Franco.


" Kakak aku kan mau beri kejutan padamu tapi lihat mereka menghalangiku bahkan mengusir " kata Gemma, memeluk lengan kakaknya dengan manja.

__ADS_1


" Kakak".


__ADS_2