Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 28


__ADS_3

Hari ini semua anak kelas tiga mengikuti ujian kelulusan pihak sekolah sudah mengatur keamanannya agar tidak terganggu dari pihak lain, siswa kelas satu dan dua sudah libur pihak sekolah meliburkan mereka selama ujian berlangsung walau libur mereka diharuskan belajar karena setelah ini akan mengikuti ujian naik kelas.


Adeeba berbeda kelas dengan kedua temannya sedangkan Siska berada di satu kelas dengannya hanya menggerut kesal karena Adeeba duduk di depan sedangkan dia di belakang.


Adeeba sangat serius mengerjakan soal ujian sebanyak 50 soal ia merasa tak terganggu dengan teman yang lain gelisah.


" Dasar sok pintar paling dia juga tak mampu mengerjakan soal ini" guman Siska, menstap kesal ke Adeeba.


Selly, Okta dan Una juga mengalami kesulitan dalam menjawab soal ujian.


" Kalian tahu jawaban ini" kata Sherly pada kedua temannya yang duduk di samping dan di depannya. Okta dan Una menggelengkan kepalanya mereka juga mengalami kesulitan menjawab soalnya.


Dua jam berlangsung waktu mengerjakan soal sudah habis guru mulai mengumpulkan soal dan jawaban membuat siswa mengeluh karena belum selesai.


Guru mempersilahkan murid keluar untuk istirahat selama lima belas menit karena setelah itu akan ada ujiah kedua di hari pertama.


Kantin.

__ADS_1


Adeeba, Dita dan Vero berkumpul di kantin sambil menikmati bakso dan segelas air.


" Baru saja ujian pertama sudah berat apalagi seminggu rasanya kepala ini mau pecah " kata Dita, Vero tersenyum sambil mengelus kepala pacarnya.


" Sayang jangan khawatirkan hal ini kamu pasti bisa melewatinya sekarang ayo makan sebentar lagi masuk" kata Vero, mengambil bakso milik Dita.


" Adeeba, apa mereka tak menanggumu? " Vero.


" Oh ya mereka satu kelas denganmu kenapa bukan kita saja yang satu kelas malah mereka" kata Dita, kesal mengingat Siska dan lainnya.


" Aw Vero kenapa kepalaku di jitak, sakit nih" kata Dita, mengelus keningnya.


Sedangkan orang yang mereka bicarakan menatap tajam benar selama ujian mereka tak berani menanggu Adeeba karena banyaknya keamanan berada di sekolah.


Afril berada di hotel milik Adeeba bersama kedua sahabat ditemani oleh manager hotel.


" Tuan muda selama nona yang mengurus hotel ini semakin berkembang bantak ramu yang menginap disini" kata Manager.

__ADS_1


" Kakak memang hebat, kalian sudah tahu kan selama kak ujian sekolah aku yang mengganti kakak untuk mengurus hotel ini" kata Afril.


" Sudah tuan muda, nona sudah memberi kabar tadi pagi tuan muda silahkan masuk" kata Manager hotel, saat ini mereka masih di luar hotel.


Afril dan lainnya mengikuti manager mereka disambut oleh karyawan hotel.


" Siapa yang bersama manager sepertinya masih muda? " karyawan A.


" Lihat mereka bertiga tampan kalau menjadi pacarnya aku mau" kata karyawan B.


" kalian jangan bergosip, jangan sampai ada yang mendengarnya kalian tahu itu tuan muda Afril Putra adik kandung nona Adeeba"kata karyawan senior.


Manager memperkenalkan Afril pada semua karyawan dan memberitahu kalau beberapa hari Afril akan menggantikan posisi Adeeba karena mengikuti ujian.


" Saya tahu usia masih muda tapi jangan harap kalian dapat melakukan sesuatu yang mengakibatkan rugi pada hotel ini, aku takkan mengampuninya. " kata Afril, dengan dingin.


" Ternyata ia tak beda jauh dengan nona Adeeba " guman manager, tapi ia bangga karena Afril dapat memposisikan dirinya.

__ADS_1


Kemudian manager mengantar Afril ke ruangan yang biasanya di gunakan oleh Adeeba.


__ADS_2