Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 29


__ADS_3

Seminggu telah berlalu anak kelas 3 sudah melaksanakan ujian akhir sekolah mereka harap cemas dengan hasil yang diperoleh begitu pula dengan Adeeba, Dita dan Vero.


Mereka berada dikantin menikmati waktu menunggu hasil yang sebentar lagi akan di umumkan.


" Ya Allah, akhirnya selesai juga " kata Dita, menghela nafasnya, Adeeba dan Vero hanya menggelengkan kepalanya.


" Deeba, kabarnya selama seminggu ini Afril mengurus hotel dan selama ia mengurus banyak perkembangan " kata Vero.


" Sayang darimana kamu tahu, sedangkan sahabat kita satu ini tak pernah memberitahu" kata Dita.


Adeeba hanya senyum. " Dua hari yang lalu papi ada metting di sana dan bertemu Afril, banyak pegawai hotel yang memujinya walau ia bersikap dingin" kata Vero.


" Deeba gimana tanggapanmu? " Dita.


" Afrill memang pintar mengurus hotel apa dia saja mengurusnya aku hanya kuliah" kata Adeeba, senyum.


" Kau ini dia masih kelas 1 SMA" kata Dita, menggelengkan kepalanya.


" Kalau ia mau tak apa" canda Adeeba, menaiki alisnya.


" Sayang lihat dia " rengek Dita, akhirnya mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Sedangkan bangku yang tak jauh terlihat beberapa siswa menatap ke arah mereka dengan tatapan benci terutama Adeeba.


" Siska, katanya dia itu saudara tirimu? " Selly.


" Darimana kau tahu" kata Siska, tak menyangka Siska tahu hubungannya dengan Adeeba


" Kau tak perlu dari mana, aku tak menyangka saja dia itu saudaramu walau itu saudara tiri" kata Siska.


" Kata siapa ia saudara ku, kalian tahu dia itu anak haram entah siapa ayah kandungnya beruntung papiku mau mengurusnya, sekarang kalian lihat sendiri sikapnya" kata Siska, berpura sedih.


" Aku tak menyangka dia seperti itu dia sepertinya baik kenyataannya" kata Okta.


" Terus Afrill?" Una, penasaran jika Adeebatak punya hubungan dengan Siska terus Afrill.


" Dasar gadis licik dia memisahkan kalian bersaudara" kata Siska.


Siska menundukan kepalanya sambil menunjukan kesedihannya tapi ia senyum licik berhasil menghasut ketiga temannya semakin membenci Adeeba, sedangkan Saka hanya mendengarkannya tanpa mengeluarkan suaranya.


Di tempat Afrill.


Ali dan Deva berada di ruangan Afril mereka menemaninya.

__ADS_1


" Lihat banyak sekali laporan yang kamu urus, Afrill beberapa hari lagi kita akan kembali sekolah terus hotel ini siapa yang urus, atau kak Adeeba urus sambil kuliah? "Deva.


Mendengar perkataan temannya membuatnya menghela napasnya.


" Itulah yang sedang aku fikirkan aku tak ingin kak Adeeba lelah mengurus perusahaan aku ingin kak Adeeba fokus pada kuliahnya saat ini" kata Afrill.


" Gimana biar tante Emilia yang mengurusnya kan ada manager yang membantunya sekali kamu bisa memantaunya" kata Ali.


" Nanti aku katakan pada tante Emilia apakah ia bisa atau tidak dia kan juga ada perusahaan yang ia urus" kata Afrill, meragukan jika Emilia yang merupakan sahabat dari ibunya bersedia.


Tok tok tok


" Masuk " kata Afrill.


" Tuan muda ini ada laporan yang harus di tanda tangani oleh nona " kata Manager.


" Sudah waktunya memberian gaji? " Afrill.


' Ya tuan muda, hotel kita semakin di minat oleh para parawisata dan tamu lainnya hingga kita memperoleh keuntungan 3%" kata Manager.


" Nanti aku berikan pada kak Adeeba, katakan pada karyawan bulan ini gajinya naik karena hasil kinerja mereka kak Adeeba sudah merencanakannya" kata Afrill.

__ADS_1


Manager mengucapkan terima kasih dengan bonus yang ia terima dapat mengajak keluarga kecilnya liburan, Adeeba sudah membicarakan hal ini dengan Afrill walau hotel sementara di urus oleh adiknya selama ia ujian tapi perhatiannya pada hotel tetap utama.


Adeeba ingin karyawan yang bekerja dengannya merasa nyaman hingga tak ada satu orang pun merasa kecewa.


__ADS_2