
Bandara internasional Soekarno Hatta
Terlihat pesawat baru mendarat satu persatu penumpang turun dari pesawat menuju kargo bandara untuk mengambil barang.
" Tuan biar saya yang mengambil barang semuanya, anda duduk di sini " kata Irfan, melihat ada kursi.
Hakim Buana dan Irfan Angkasa sudah sampai di Indonesia tepatnya malam hari mereka masih berada di bandara, setelah mengambil barang Irfan memesan taksi online untuk membawa mereka ke hotel.
Hakim Buana ingin istirahat di hotel malam ia sangat merasa lelah menempuh perjalanan beberapa jam, taksi sudah sampai di hotel mereka disambut oleh resepsionis.
" Selamat malam tuan apakah ada yang bisasaya bantu? " resepsionis.
" Saya sudah memesan kamar atas nama Irfan Angkasa" kata Irfan.
" Anda memesan dua kamar" kata resepsionis, memeriksa di komputer dan ada dua kamar atas nama Irfan Angkasa.
Irfan menanggukan kepalanya resepsionis menyerahkan kunci kamar.
" Semoga anda merasa nyaman atas pelayanan kami, tuan" kata resepsionis, memanggil pelayan pria mengantar mereka juga membawa barang.
Setiba di kamar hotel Hakim langsung tidur ia sangat merasa lelah ada senyum tipis dibibirnya ketika tidur.
__ADS_1
Keesokan harinya
Karena persiapkan ujian akhir sekolah siswa kelas tiga di sibukan dengan menjawab soal-soal di berikan oleh guru.
Siska dan Saka menemui Selly, Okta juga Una di taman sekolah entah suatu keberuntungan atau sengaja karena keadaan sepi yang biasanya ramaikan siswa walau sekedar bergosip.
" Katakan tujuan kalian ingin menemui kami" kata Selly, pada Siska dan Saka di hadapannya.
Siska dan Saka saling memandang dan menanggukan kepalanya.
" Kami tahu kalian juga tak menyukai Adeeba seperti kami membencinya" kata Siska, Selly menanggukan kepalanya.
" Bukankah kalian saudara? " Una, tak percaya dengan kedua orang dihadapannya.
Siska dan Saka tersenyum Selly dan temannya bersedia bekerja sama dengan mereka.
" Sekarang apa yang harus kita lakukan? " Okta.
Selly tersenyum smirk. " Kita akan mempengaruhi siswa lainnya untuk membencinya" kata Selly, mereka tertawa mendengar rencana yang telah tersusun rapi untuk menjatuhkan Adeeba.
Setelah membicarakan rencana untuk menjatuhkan Adeeba mereka kembali ke kelas masing-masing.
__ADS_1
" Deeba, kamu tak merasa lelah? " Dita, melihat sahabatnya sibuk membaca buku Adeeba hanya membalasnya dengan senyuman.
" Jangan samakan Deeba denganmu" Vero, mukul kepala Dita dengan buku dan duduk di samping Dita.
Dita memajukan bibirnya karena kesal. " Udah jangan kesal ini baca sebentar lagi masuk" kata Vero, memberikan buku pada Dita.
Walau merasa kesal Dita tetap membaca buku yang diberikan oleh Vero.
Taklama guru datang memberikan soal pada tiap siswa, selama mengerjakan soal tak ada yang mengeluarkan suara semua siswa fokus mengerjakan soal.
Dua jam kemudian satu persatu siswa selesai mengerjakan soal.
" Akhirnya selesai juga ayo kita ke kantin perutku sudah lapar " kata Dita. Mereka memberikan lembar jawaban pada guru dan menuju kantin.
Adeeba dan kedua sahabatnya saling memandang karena siswa berada di kantin menatap ke arah mereka.
" Mereka ini kenapa sih melihat kita seperti itu memangnya ada yang aneh" kata Dita, Adeeba dan Vero menggelengkan kepalanya.
" Ayo kita duduk" kata Adeeba, melihat kursi kosong.
Ketika mereka melewati teman sekolah terdengar suara.
__ADS_1
" Aku tak menyangka Adeeba anak hasil luar nikah dan katanya ayah kandungnya saja tak tahu siapa" kata salah satu siswa.
Deg