Anak yang tak dianggap

Anak yang tak dianggap
Episode 20


__ADS_3

Emilia membawa mereka ke butik NA melihat isi butik membuat lainnya kagum Adeeba dan Afril tak percaya kalau ibu mereka memiki butik besar.


" Adeeba, Afril inilah butik milik ibu kalian sekarang tante akan menyerahkannya padamu" Emilia, memegang tangan Adeeba.


" Tapi tante Adeeba masih sekolah dan ingin fokus pendidikan dulu" kata Adeeba, merasa tak enak pada Emilia.


" Tante paham sayang dan untukmu Afril ibumu juga memberimu restoran di sebelah butik" kata Emilia, Afril tersenyum.


" Aku tak menyangka sahabatku kaya selain memiliki toko pakaian sekarang ada restoran, Af lain kali ajaklah kami makan gratis di restoranmu" canda Ali, senyum menaiki alisnya.


Mereka tertawa mendengarnya dan menggelengkan kepalanya.


Emilia memanggil karyawan butik dan manager.


" Kalian pasti sudah tahu kalau saya hanya penimpin sementara di sini dan sekarang sudah saatnya kalian mengenal pemilik asli dari butik NA, kenalkan dia Adeeba Putri Abraham putri kandung Nindy Abraham.Sayang ayo kenalkan dirimu" kata Emilia.


Adeeba tersenyum. " Assalamualaikum perkenalkan saya Adeeba Putri Abraham seperti tante katakan saya putri mommy Nindy tapi tak hanya saya ini adik saya yang akan membantu saya dalam mengurus butik ini, sebenarnya saya masih sekolah dan belum paham mengenai butik maka saya harap kalian mau membantu saya " kata Adeeba.


prok prok prok


Mereka bertepuk tangan sangat senang melihat putri dari pemilik butik NA sungguh merendah dan mau percaya pada mereka.


" Nona jangan khawatir kami akan mengembangkan butik ini sampai anda siap" seru manager.

__ADS_1


" Tante apakah sudah boleh kami melihat pakaian di sini" kata Dita, senyum.


" Dita" Vero, meminta Dita diam.


" Vero, kapan kita lagi melihat pakaian yang indah, Adeeba beri kami diskon ya" kata Dita, senyum, lainnya hanya menggelengkan kepalanya.


" Kak lihat pacarmu" kata Ali.


" Kamu sebenarnya juga ingin kan" kata Deva, Ali menyinyir.


Adeeba memperbolehkan mereka untuk memilih beberapa pakaian untuk mereka dan juga memberikan diskon 50%.Dita dan lainnya senang dan memilih beberapa pakaian.


" Kalian tidak memilih" kata Emilia, pada Adeeba dan Afril. Mereka duduk di kursi yang disediakan oleh butik, pelayan membawakan minuman.


Sudah mendapat beberapa pakaian yang di sukai oleh Dita dan lainnya kemudian Emilia mengajak mereka ke restoran milik Afril pemberian mommynya.


Tanpa mereka sadari di dalam restoran ada Selly dan sahabatnya. Melihat Emilia datang manager menyambutnya.


" Selamat datang nyonya Emilia silahkan ruangan yang anda minta sudah siap" kata manager.


" Kalian lihat bukankah itu Adeeba dan temannya" kata Una, menunjuk pintu masuk.


Selly dan Okta membalikan badannya dan terkejut melihat Adeeba dan lainnya.

__ADS_1


" Kok mereka bisa ke restoran ini memangnya mereka mampu untuk membayarnya" kata Selly, dengan sinis.


" Pasti Deva atau lainnya yang membayarnya ayo kita ke butik sebelah katanya ada desain terbaru" kata Okta.


" Ayo kita ke sana " kata Selly, mengajak sahabatnya ke butik NA. Tanpa mereka sadari butik dan restoran milik Adeeba dan Afril.


Kediaman keluarga Emril.


Sudah enam bulan Adeeba dan Afril meninggalkan kediaman keluarga Emril mereka hidup bersenang-senang apalagi Mia dan Siska sering menghabiskan uang untuk shopping.


" Siska gimana sekolahmu? " Mia.


" Biasa saja mom " kata Siska, kesal. Mia melihat putrinya kesal membuatnya bertanya.


" Sayang apa yang membuatmu kesal? " Mia.


" Apalagi mom dua anak yang terusir itu mereka disukai disana" kata Siska.


" Memangnya kamu tak bisa memberinya pelajaran " kata Mia.


" Sering mom tapi tiap aku bertindak sahabat mereka pasti menolong hingga rencana yang kami susun gagal" kata Siska.


" Apa di sekolah tak ada orang juga membenci mereka? " Mia. Siska tersenyum licik ia mengingat Selly and gank juga membenci Adeeba.

__ADS_1


__ADS_2