
Beberapa hari kemudian acara sekolah akan di mulai beberapa menit lagi sudah banyak tamu undangan dan siswa memenuhi lapangan ,diatas panggung ada beberapa siswa mengatur sistem.
" Bagaimana?" Afrill, mendekati mereka.
" Aman, apakah pemain musiknya sudah datang?" Ali.
" Tadi ia memberi pesan lima menit lagi datang " seru siswa .
" Terus hubungi mereka,jika sudah datang tolong sambut mereka" kata Afrill
" Baik" siswa tersebut menghubungi pihak pemain musik.
Para guru bicara pada para tamu mereka membicarakan acara yang sebentar lagi mulai.
" Sepertinya konsep kali ini berbeda kepala sekolah" kata pemimpin di sekolah.
" Benar tuan semua ini ide anak- anak kami juga tak menyangka akan seperti ini tidak seperti tahun lalu dalam ruangan" kata kepala sekolah.
Taklama pemain musik sudah datang mereka diantar salah satu siswa ke tempat mereka.
" Afrill" panggil ketua osis.
" Ya kak"sahut Afrill.
" Kalian sudah memastikan dengan benar kalau CEO dari perusahaan Edoardo dan Buana Group akan datang karena acara akan di mulai" kata ketua Osis.
" Kalau CEO Buana Group akan datang kak mungkin masih dalam perjalanan" kata Afrill.
__ADS_1
Irfan sudah menghubunginya kalau mereka akan datang beberapa menit lagi sedangkan Franco Edoardo belum memberi kabar padanya.
Di perusahaan Edoardo Group.
" Tuan tidak ke acara sekolah itu?" Luciano.
" Memangnya sudah waktunya, kamu sudah menghubungi pihak mereka" kata Franco.
"Sudah waktunya tuan, maaf saya belum sempat menghubungi mereka" kata Luciano, senyum pahit.
Franco menggelengkan kepalanya. " Ayo kita pergi sekarang" kata Franco, mereka segera menuju sekolah.
Kedatangan Franco beriringan dengan datangnya Hakim Buana.
" Om, juga menghadiri acara ini?" Franco.
Hakim memukul punggungnya. " Om ,kenapa aku di pukul" kata Franco.
" Dasar anak kurang ajar sudah lama ada di Indonesia tidak satu hari pun menemuiku, apa perlu aku katakan pada daddymu" kata Hakim.
Franco tersenyum. " Maaf om ,om tahu sendiri aku baru buka cabang baru dan masih membutuhkan perhatian ekstra" kata Franco.
" Sudah mari kita masuk kamu ke sini sebagai sponsor kan" kata Hakim. Franco menanggukan kepalanya mereka masuk ke dalam dan di sambut oleh kepala sekolah.
Afrill melihat kedatangan kedua segera memberitahu kepalanya.
" Apa, kamu yakin itu CEO Buana Group dan Edoardo Group yang datang dan keduanya menjadi sponsor terbesar untuk acara ini" kata kepala sekolah, dengan gugup.
__ADS_1
" Ya pak sekarang mereka sudah ada di luar" kata Afrill.
" Ya pak sebaiknya kita secepatnya menyambut mereka jangan sampai mereka menunggu lama" kata guru.
Mereka segera keluar dan menyambut kedatangan Franco dan Hakim Buana.
" Silahkan duduk tuan suatu kehormatan bagi kami kalian bersedia datang ke acara ini" kata kepala sekolah.
Hakim Buan dan Franco tersenyum mereka duduk setelah di persilahkan oleh kepala sekolah.
Acara di mulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan kata sambutan dari kepala sekolah.
Para siswa mulai menunjukan keahliannya seperti nyanyi, dance dan drama.
" Sekarang giliran kita" kata Deva. Afrill dan Ali menanggukan kepalanya mereka memainkan alat musik .
Hakim tersenyum melihat penampilan dari adik putrinya itu.
" Om mengenal siswa itu?" Franco, menatapnya .
" Bagaimana kamu pendapat seperti itu?" Hakim.
" Ya sepertinya om mengenal sangat jelas dari tatapan om pada siswa itu" kata Franco.
" Nanti kamu tahu sendiri" kata Hakim .Franco terus menatapnya sampai tak menyadari Afrill selesai.
Selama tiga jam acara berjalan dengan lancar dan sukses bahkan Hakim Buana memberi bea siswa bagi siswa frestasi tak kecuali Franco. Kepala sekolah sangat mengucapkan rasa terima kasihnya.
__ADS_1