
Pagi itu tak terasa lagi dinginnya udara, bahkan diruang kamar yang kipas anginnya nyala sudah di maximal set itu tidak terasa udara yang berhembus, semua panas seketika, masih sama dengan semalam.
Jalan kedepan,..kebelakang lagi...kedepan lagi dan kebelakang lagi, Entah sudah berapa kali Niqy mondar mandir dikamar menunggu suaminya, sambil menggigit bibirnya, dengan kedua tangan memeluk dada dan dengan nafas emosi tak beraturan akhirnya Niqy jatuh duduk terkulai lemas diatas kasur,...
Jon yang saat itu selesai mandi dan kembali hanya menggunakan celana pendek mendekati Niqy sambil mengelus kepala istrinya dan berkata, "ada apa...apa yang kamu mau bahas, aku sebentar lagi mau berangkat,
Belum Niqy menjawab tiba-tiba handphonenya Jon berdering, kriiiiingg...kriiiiingg lalu Jon mengangkat telponnya
"iya...iya aku sudah siap, dapat penumpang berapa hari ini,...oo iya baguslah kalau full, okay makasih ...sebentar lagi aku kesana".
itulah setiap jawaban yang disampaikan oleh Jon dengan pemilik suara ditelepon itu, entah temannya atau bos pangkalan mobil nya.
__ADS_1
Jon duduk disamping Niqy sambil mencoba untuk merayu, merangkaikan kata untuk meluluhkan hati istrinya, dan dengan perlahan bertanya lagi..
Maa..kenapa? tanya Jon kepada istrinya
"Malam itu perasaanku tidak enak makanya aku menelpon kamu jadi aku yang seharusnya bertanya, ngapain kamu malam-malam di dekat pantai,..gak biasanya sudah jam 1 malam belum tidur. terus semalam aku mimpi buruk lagi", (Niqy sedikit berbohong hanya untuk mencari tahu) ....
Dan saat Niqy sedang berbicara, tiba-tiba Jon menggaruk pahanya yang tidak disadarinya Niqy sedang memperhatikannya, masih ada tanda merah itu dan terlihat jelas karena celana pendeknya tersingkap, dengan menahan emosi Niqy bertanya sambil menunjuk ke tanda yang dilihatnya, "ini apa, ada tanda merahnya lagi," masih dengan kepura-puraan untuk mendengar jawaban yang akan dijelaskan oleh suaminya,
Ooww...Dalam hati Niqy hanya terus mengumpat, dia pikir aku gak tahu apa?! hah..!?
Sebagai istri Niqy yakin tidak akan keliru dalam membedakan mana bekas luka tergores karena jatuh dengan bekas tanda cium kecupang, namun mengingat suaminya akan berangkat lagi menuju kota M, dengan mempertimbangkan perjalanan jauh dan demi kelancaran perjalanan jauh itu , Niqy mengurungkan niatnya untuk mengaduk emosi, justru Niqy menyulutkan emosinya dan kembali berusaha dengan sabar, dan sebagai seorang istri juga tidak sepantasnya mengantarkan suami untuk bekerja dengan marah-marah,
__ADS_1
Namun Niqy mengeluarkan kalimat yang sempat membuat terpana suaminya,
Paa...aku percaya kamu, dengan semua aktifitas ataupun pekerjaan yang kamu lakukan diluar sana, dan aku yakin kalaupun kamu melakukan kesalahan pasti Tuhan akan memberikan kamu petunjuk sampai kamu kembali kejalan yang benar lagi, dan aku akan selalu sabar menunggumu, tapi ingat jika kamu menghianatiku, rasa sayangku tidak akan pernah ada lagi untukmu, dan aku tidak akan pernah memaafkanmu.
Iyaa...aku tau maafkan aku yaa...kamu ini terlalu banyak nonton film dan tidak usahlah mendengar omongan orang, aku tidak seperti mereka, urus Nandi saja dia sangat butuh perhatian kamu. dan kalau tentang mimpi itu hanyalah bunga tidur, tidak usahlah di kait-kaitkan denganku, nanti kalau tidak ada halangan Minggu depan kita ke kota M, kebetulan mama aku dari Jakarta jadi kita jemputnya di bandara sekalian jalan-jalan".
Dan sambil mengecup kening istrinya dia meninggalkan kamar dan lalu memakai kaos T'-shirt dan celana jeans yang sudah disetrika oleh Niqy diruang setrika baju dekat TV, dan lalu mengambil beberapa T-Shirt lagi dan celana untuk di isi di tas punggung nya yang akan menjadi salinan pakaian ganti nanti setibanya di kota M lagi. Karena Jon tahu dia tidak akan mungkin meminta istrinya untuk mengatur perlengkapan yang mau dibawa dengan melihat sikon istrinya lagi not good. Dan juga karena Jon merasa sudah mulai di curigai oleh istrinya, dia berusaha untuk menghapus lagi kecurigaan-kecurigaan itu dengan menyiapkan semua keperluannya sendiri. Dan merayu istrinya untuk diajak ke Kota M nanti menjemput mamanya yang akan datang dari Jakarta.
Dengan senyum kemenangan Jon di atas mobilnya merasa senang karena bisa menghindari perdebatan dengan istrinya.
Dan akhirnya Mobil Innova yang dikendarai yang bermuatan tujuh orang pun melaju meninggalkan kota G.
__ADS_1