Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Melewati Waktu


__ADS_3

Teriknya matahari membakar kulit setiap calon pendaftar Bintara. Peluh keringat bercucuran namun mereka mengabaikan semua itu. Mengingat cita-cita yang ingin dicapai dan kebanggaan yang akan dipersembahkan kepada klorang tua tercinta jika nanti lulus dan diterima sebagai anggota Polri nanti.


Banyak sudah latihan fisik yang telah mereka lakukan. Mengabaikan lelah demi harapan besar untuk menjadi seorang abdi negara.


Setelah mengikuti latihan fisik, mereka kemudian dikumpulkan dilapangan.


"Latihan ini belum seberapa, karena setelah kalian lulus nanti akan ada masa pendidikan pembentukan Bintara Polri selama 7 Bulan. Jadi kalian harus lebih semangat untuk berlatih. Jangan pernah mengeluh dan patah semangat, seorang calon Bintara harus kuat menerima hasil keputusan apapun itu. Jika gagal bangkit lagi, jika tidak lulus tahun ini, coba lagi untuk berjuang di tahun depan", pesan dari seorang pembina panitia penerimaan Polri didepan calon peserta.


Para peserta yang duduk bersila dilapangan mendengar dengan seksama setiap penyampaian dari panitia. Dan kegiatan siang itu diakhiri dengan hiburan musik. Ada beberapa peserta yang mempunyai suara bagus dipersilahkan untuk turut meramaikan kegiatan siang itu. Banyak info-info yang mereka dapatkan saat berkumpul itu.


Dengan waktu istirahat yang diberikan peserta meluangkan waktu untuk menghafal yel-yel yang akan ditampilkan saat pengumuman hasil pantukhir nanti. Gerakan fisik dan yel-yel mereka sesuaikan dengan irama lagu yang dinyanyikan. Hingga semua mantap akhirnya latihan dihentikan. Peserta dibubarkan.


Tiba dirumah....

__ADS_1


Nandi disambut Niqy dengan susu kacang hijau yang rutin dibuatkan untuk pertahanan fisik selama mengikuti latihan. Nandi tersenyum melihat mamanya.


"Ada lagi Maa?!", sapa Nandi seadanya karena capek yang dirasakan tidak bisa mengimbangi fisiknya.


"Iyaa Di, ini spesial mama buatkan untuk Nandi, supaya terus semangat". kata Niqy


Makasih Maa, tapi bentar yaa, Nandi mau baring-baring dulu, sambil menjulurkan badannya dikursi.


"Pasti Maa", balas Nandi.


"Maa ada bisik-bisik yang Nandi dengar tadi", kata Nandi


"Apa itu", tanya Niqy sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Kata beberapa teman tadi kalau mau lulus harus mempersiapkan uang ratusan juta".


"Haach mau ambil dimana uang sebanyak itu Di?, untuk keperluan sehari-hari saja mama sudah mengurangi kebutuhan mana yang belum terlalu penting tidak dibeli. Mama sekarang lebih fokus pada kebutuhan primer saja Di, karena setelah ditinggalkan Opa, semua harta perkebunan cingkeh dijual untuk membayar hutang. Jadi Mama sekarang berusaha sendiri untuk mencukupi kebutuhan kita bertiga bersama Oma".


"Jadi Nandi harus bagaimana Maa?", tanya Nandi lagi.


"Di...mama kan bilang dari awal, kalau Nandi memilih untuk mendaftar menjadi calon Bintara Polri, mama hanya bisa support dengan Doa. Setiap sholat Mama selalu mendoakan kesuksesan Nandi. Jika lulus Alhamdulillah kita harus mensyukurinya dan jika tidak Nandi harus bangga setidaknya pernah mengikuti tes seleksi penerimaan Bintara Polri, karena rezeki kita telah diatur Nak. Walaupun kita menghindar, namun jika Allah menetapkan itu adalah rezeki kita, maka rezeki itu akan tetap sampai kepada kita, semua telah diatur sesuai dengan porsi kita masing-masing". kata Niqy.


Nandi hanya menghela nafas mendengar semua itu.


"Andai Opa (sebutan untuk kakek) masih hidup, pasti Opa akan membantu Mama untuk mensupport Nandi. Kemana Papa? kenapa tidak pernah hadir? kenapa membiarkan mama sendiri menghadapi semua ini? Kemana saudara-saudara Mama? Begitu cepatnya kasih sayang mereka berubah, Mamaa....sabarr yaaa....Nandi hanya minta Mama untuk selalu hadir memberikan penguatan kepada Nandi. Karena Nandi tidak tahu harus mengeluh kepada siapa selain kepada Mama".


Bulir airmata itu hampir terjatuh, namun Nandi menghapusnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2