
Suasana masih juga belum adem. Pertengkaran antara ibu dan anak itu masih berlanjut. Derasnya hujan seakan tidak bisa mendinginkan hati mereka.
"Diaaaaamm...mama bilang Diam, teriak Niqy dan Nandi pun langsung terdiam melihat mamanya yang tidak seperti biasanya.
"Sekarang jawab pertanyaan mama Nandi, pernahkan mama memukul Nandi selama ini?",
Nandi hanya menatap mamanya dan Niqy mengulang pertanyaan yang sama lagi dengan suara yang agak pelan,
"Pernahkah mama memukul Nandi sebelumnya?",
Lalu Nandi menjawab dengan isyarat menggelengkan kepalanya pertanda belum pernah.
"Pernahkah mama kasar sama Nandi?", pernahkah Nandi kehilangan perhatian dari mama?", dengan kesibukan yang mama jalanipun mama masih berusaha ada untuk Nandi, Mama kerja selama ini, bahkan lembur untuk mencukupi kehidupan kita, maafkan Mama bila mama terlalu mengekang Nandi, karena yang Mama lakukan demi kebaikan Nandi",
__ADS_1
"Mama hanya tidak tahu bagaimana cara untuk menegur Nandi lagi, emosi mama memuncak ketika mendengar Nandi main disungai dan balapan motor, mama khawatir Nak, apakah salah mama mengkhawatirkan anak mama sendiri?!",, airmata itupun perlahan menetes membasahi kedua pipi Niqy.
Mendengar itu semua Nandi luluh lalu mendekati mamanya, memeluknya dan berkata
"Maafkan Nandi Mamaa...", penyesalan yang teramat sangat dirasakannya, Nandi jadi merasa bersalah telah membuat mamanya menangis.
Niqy pun memeluk anaknya dan berkata
"Mama sayang Nandi, maafkan perlakuan mama salah dimata Nandi, tapi sebagai orangtua tunggal mama harus bersikap demikian supaya pergaulan Nandi tidak salah arah, maafkan Mama Nak",
"Mulai sekarang mama tidak akan mengekang Nandi lagi, hanya pesan mama jadilah anak yang baik, anak yang sholeh, yang menghargai orang lain, yang sukses dalam pendidikan, karena jika mama sudah meninggal nanti hanya itu yang bisa membuat mama bahagia di sisi Tuhan",
"Mamaaaa....jangan bilang-bilang begitu Maaa...Nandi sayang Mama, Maafkan Nandi dengan semua kesalahan yang telah Nandi lakukan yang membuat mama marah",
__ADS_1
"Iyaa..., mama maafkan", kata Niqy sambil mengusap kepala anaknya yang masih berada di pelukannya
Nandi jadi ketakutan ketika mendengar pesan-pesan dari mamanya, yang membuatnya sadar bahwa kasih sayang yang diberikan mamanya selama ini benar-benar tulus.
Pengorbanan yang dilakukan mamanya menjadi ayah dan ibu untuk dirinya sangat dirasakannya, namun jawaban yang diharapkan dari mamanya masih belum juga terjawab.
Masih butuh waktu untuk bersabar agar jawaban penjelasan itu bisa didengar. Belum sekarang tapi nanti.
Memikirkan itu semua membuat kepala Nandi terasa berat dan membaringkannya dipundak mamanya.
Setelah bahasa hati itu diungkapkan, Niqy merasa lega karena telah mendengar langsung permintaan maaf dari Nandi. Hanya ungkapan penyesalan itu yang diinginkan Niqy terucap dari anaknya. Karena Niqy yakin anaknya tidak seperti anak-anak yang lain. Situasilah yang membuat anaknya berubah. Dia harus perlahan-lahan membuat Nandi terbiasa dengan keadaan ini.
Niqy merasakan kepala Nandi terasa berat bersandar dipundaknya, lalu membaringkan Nandi ditempat tidur, mengganjal kepalanya dengan sebuah bantal dan memberikan guling untuk dipeluknya. Nandi pun menyambut gulingnya lalu merehatkan badannya diatas kasur empuk itu. Melupakan segala kejadian yang dialaminya hari ini.
__ADS_1
Niqy lalu berdiri mengambil selimut berwarna hijau yang terletak didekat lemari pakaian, dan menyelimuti sekujur badan anaknya karena derasnya hujan diluar sana yang belum berhenti membuat rasa dingin itu baru terasa. Niqy lalu meninggalkan kamar itu setelah mengecup kening anaknya.