Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Jalan-jalan Bersama Nandi


__ADS_3

Rasa capek itu hilang begitu saja, tergantikan semangat ketika melihat Nandi yang baru selesai belajar via laptopnya.


"Belajar apa Di?!", tanya Niqy


"Udah selesai Ma, nih belajar via YouTube tugas buat program dari sekolah", jawab Nandi


"Dah makan belum?!", tanya Niqy lagi


"Belum Ma",


"Nandi Maunya makan apa?", tanya Niqy lagi


"Yeee mama gajian lagi yaaa".


Niqy hanya tersenyum ketika mendengar ledekan anaknya itu.


"Alhamdulillah ada rezeki hari ini, mama mandi dulu yaa, ba'da Isya kita baru jalan".


"Okeeyyy mama sayaaaang", jawab Nandi dengan sumringahnya.

__ADS_1


Niqy pun mengambil handuk warna orens menuju kamar mandi dan mulai mengguyurkan air disekujur tubuhnya. Rasa penat yang dirasakannya kembali berganti kesegaran.


Setelah mandi, Niqy mulai mengambil air wudhu dan melanjutkannya dengan sholat Isya.


"Maa, Nandi sholat di Masjid yaa", pamit Nandi ketika berpapasan dengan Niqy melewati ruang tengah keluarga.


"Iya...", jawab Niqy


Selang 30 menit kemudian, Nandi dan Niqy sudah siap-siap di atas motor. Nandi pun mulai menjalankan motor itu. Hembusan angin malam dan cahaya rembulan yang bersinar teduh seakan menambah keakraban malam itu. Ditengah-tengah perjalanan obrolan ibu dan anak itu seakan membuat sepasang mata yang lainnya cemburu dengan kebersamaan ibu dan anak itu.


"Maaa, kenapa mama selalu pulang malam?", tanya Nandi memecahkan suasana, mengalahkan sepinya jalan raya kala itu.


"Maa....Nandi kerja aja yaa, supaya bisa bantu mama, kebetulan orangtua teman Nandi ada kafe dan ada juga yang punya bengkel motor besar, jadi Nandi bisa bekerja disana", kata Nandi


"Nandi...tugas Nandi sekarang itu belajar dan belajar, kalau mau lihat mama bahagia Nandi harus lulus sekolah dulu, mama masih kuat untuk bekerja, nanti akan ada masanya Nandi bekerja, belum sekarang", jawab Niqy


"Atau nanti setelah Nandi lulus SMK aja Maa, Nandi kerja yaa?!", sambil terus membujuk Niqy


"Maa...nanti kalau Nandi sudah sukses dengan pekerjaan tetap, Nandi akan beri mama uang banyak, Mama gak usah kerja lagi yaa, gantian dulu Maa yang cari uang, masa' Mama terus", kata Nandi dengan semangatnya.

__ADS_1


Dengan setengah hati Niqy menjawab,


"Iya Nak".


Dan melanjutkan pinta dalam hatinya, "Yaa Allah semoga anakku bisa sukses, dan jika kelak anakku sukses berikan aku nikmat sehat dan kesempatan agar bisa melihat kesuksesannya.


Motor yang dikendarai Nandi itupun melaju di tengah-tengah keramaian jalan, meninggalkan gelap dan kesunyian yang dilintasinya dari arah utara menuju ke selatan tadi.


Niqy dan Nandi memasuki tempat perbelanjaan terlengkap di kota itu, sambil terus memperhatikan apa yang dilalui, mereka terus mengobrol.


"Nandi gak malu yaa, kalau jalan sama Mama?!", tanya Niqy


"Ngapain malu Maa!", kata Nandi


"Tuh lihat banyak anak-anak seumuran Nandi jalannya sama teman-teman bukan sama orang tuanya", kata Niqy sambil menunjuk beberapa anak seumuran Nandi yang jalan bersama teman-temannya.


"Itu mereka Mamaa....bukan Nandi", kata Nandi sambil merangkul bahu Niqy setengah memeluknya. Tak terasa Nandi sudah tinggi sekarang, melewati ketinggian Niqy 175 cm.


Nampak banyak pasang mata memandang kedua ibu dan anak itu. Menyangka jika mereka berdua adalah sepasang kekasih, karena dari segi penampilan Niqy masih terlihat muda, bisa menyeimbangi penampilan anak-anak muda zaman sekarang.

__ADS_1


Melihat semua pemandangan itu Niqy dan Nandi hanya tertawa. Ada bahagia disana. Seakan menjadi pemenang dengan peran aktor terbaik skenario cerita sinetron.


__ADS_2