
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Nama saya Nandi Putra Pratama biasa dipanggil Nandi. Saya lahir di kota G pada pukul 06.00 pagi hari Jumat, 11 Mei 2001. Saya terlahir dari pasangan Jon Budianto dan Niqy Safitri. Saya tinggal ditengah-tengah keluarga ibu, dan saya saat kecil dimanjakan oleh paman saya yang bernama Apris.
Selang beberapa Tahun kemudian saat saya berumur 5 tahun saya dimasukkan disekolah TK Pembina. Di TK saya memiliki banyak teman dan pikiran saya pun hanya bermain dan terus bermain.
1 Tahun berlalu...
Saya pun memasuki sekolah di SDN 76 Kota Tengah pada umur 6 Tahun, di SD inipun saya semakin banyak teman, bahkan tidak sedikit teman saya dari TK yang masuk di SD Negeri ini. Di sini sangat banyak kisah yang saya lalui. Pertama kalinya saya mulai tahu bagaimana rasa susah dan senang bersama serta kejadian yang tidak saya harapkan terjadi.
Singkat cerita...
__ADS_1
Pada kelas 6 SD disinilah kejadian yang saya tidak sangka terjadi pada keluarga. Saat itu orang tua saya bertengkar hebat sehingga mengakibatkan perceraian. Saya yang saat itu belum mengerti arti sebuah perceraian yang menghancurkan semua hal indah yang dulu pernah saya miliki. Saya pun tidak memperdulikan kejadian itu dan semua keluarga saya tidak memberitahu hal itu.
Setahun kemudian tepat saat kelas 7 SMP, entah siapa yang memberi tahu saya tentang masalah itu. Saya pun terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa karena perceraian ini sudah setahun berlalu, dan disinilah saya mulai tidak terkontrol. Sudah tidak mau mendengar siapapun, dan sudah mulai mencari kesenangan diluar rumah. Bahkan saya paling tidak suka berada dirumah, bahkan semua seakan akan ingin saya lakukan.
Tiba saat ujian semester saya pun bahkan tidak peduli terhadap ujian. Saya selalu terpikir dengan masalah yang saya alami. Walaupun saya tidak peduli dengan belajar tapi entah kenapa saya selalu merasakan keringanan saat melaksanakan ujian pada saat itu.
Beberapa waktu kemudian saya dan teman-teman dinyatakan naik kelas. Dikelas 8 inilah saya semakin tidak terkontrol, bahkan banyak hal-hal bodoh yang ingin saya lakukan, awal masuk sekolah pun saya sudah berkelahi kemudian mengikuti kenakalan teman-teman. Sering tidak mengikuti pelajaran sekolah bahkan sering keluyuran malam, tapi semua saya sadari hanya ingin menutupi kondisi keluarga.
Saya hanya ingat beberapa kalimat yang disampaikan kepada saya waktu itu "Kau Harus Kuat, karena Ibu tahu Nandi orangnya kuat, tidak perlu merasa terbebani dengan masalah itu, kau fokus sekolah saja, buat orang tuamu bangga. Bahkan banyak anak yang broken home seperti Nandi sukses dimasa depan, jangan terpengaruh dengan hal negatif dari orang lain", kata Ibu Asrin.
Dari situlah saya mulai mempertimbangkan kenakalan saya, dan mulai belajar dengan giat. Saat kelas 9 saya mendapat perwalian yang sudah tahu tentang saya. Entah sudah diceritakan oleh Ibu saya atau yang lainnya saya tidak tahu.
__ADS_1
Dikelas 9 ini saya sudah mulai bersama teman-teman yang senang belajar. Bahkan saya selalu diawasi oleh perwalian. Mempunyai sahabat seperti Surya, Dafa, Dandi, Ahim dan Rizki membuat saya senang. Merekalah teman terbaik dan kami banyak dikenal oleh guru-guru karena selalu membantu dan rajin dalam melakukan apa saja. Karena mereka saya semakin lupa dengan masalah saya. Diantara merekalah saya yang sering dikatakan oleh guru bahwa saya sudah memiliki sifat kedewasaan.
Wajar bila saat ini saya iri pada orang-orang yang hidup bahagia karena suasana yang indah dalam rumah. Hal yang selalu saya bandingkan dengan hidup saya, yang saat ini bahkan mustahil untuk terulang kembali.
Selang beberapa bulan kemudian dan ujian Akhir Nasional pun telah berlalu serta pengumuman kelulusan.
Tiba saya di SMK.....
Saya mengambil jurusan RPL dan saya berjanji untuk tidak nakal lagi. Ibu saya sudah menceritakan semua kenapa sampai ada perceraian dan saya pun sudah mengetahuinya, tidak ada lagi penyesalan dan Alhamdulillah saya sudah mulai belajar dengan giat.
__ADS_1
Semoga Ibu selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT, sehat selalu agar kita selalu bersama selamanya, aamiin.