
Malam kian larut, Niqy belum juga bisa memejamkan matanya. Berusaha untuk tidur namun perasaan gelisah itu datang lagi menyapa, mengganggu lagi istrahat malamnya.
Perlahan Niqy bangun dari tempat tidur sambil melihat anaknya Nandi yang sedang tertidur pulas sejak tadi setelah melewati drama yang cukup panjang tadi sore. Niqy lalu mengecup kening anaknya dan lalu duduk dikursi yang terletak dikamar.
Perlahan menyalakan lampu yang terletak dimeja kerjanya itu lalu mengambil buku agenda berwarna hitam yang berada di laci meja kerja itu. Niqy kemudian membuka lembar demi lembar kertas agenda dan menggoreskan tinta-tinta hitam itu diatas kertas putih sehingga terangkai kata setiap kata menjadi sebuah kalimat. Kalimat-kalimat itupun yang menjadi inspirasi Niqy malam ini.
"Hening Dipenghujung Malam"
Engganku meminta lagi Tuhan
Pasrahku dengan semua yang menimpa
Usahaku telah maksimal
Namun jawaban dari perjuangan ini mengecewakan
Berada dipersimpangan jalan
itu yang buatku rapuh
Memilih antara memenuhi keinginan anakku atau abaikan rasa itu
Aku berusaha bangkit walau dengan tertatih
UjianMU terlalu berat Tuhan
__ADS_1
Beri aku sandaran yg kokoh untuk buatku berpijak
Keinginan itu tidak akan kupedulikan
Bawa aku tempat yang indah
Tempat yang bisa buatku tenang
Karena saat ini,
Aku berada diantara keramaian namun hati merasa sepi, kosong terasa...
Inginku menumpahkan rasa yang semakin lama menyesakkan hati
Inginku berlari meninggalkan semua
Yang sudah menjadi tanggungjawab ku
Dia adalah anakku Nandi
Beri aku kekuatan, Beri aku tempat yang nyaman untuk merehatkan penat ini
Beri aku keyakinan akan mampu melewati ini semua
Jika melewati waktu merupakan ujian terbesar untukku
__ADS_1
Jadikan kesabaran ku lebih panjang dari ujian yang Engkau beri.
Aku rapuh Tuhan....namun aku ingin bangkit dan memperjuangkan Bahagiaku
Aku hanya belum tahu cara yang harus ku tempuh
Berikan aku petunjuk-Mu.
Goresan pena itu terhenti ketika mendengar Nandi menggeliat ditempat tidurnya. Niqy lalu dengan cepat menutup agendanya dan lalu mematikan lagi lampu dimeja kerjanya itu. Kemudian naik lagi ke tempat tidur dengan perlahan, berbaring disamping anaknya dan sebelum memejamkan matanya, Niqy masih menatap langit-langit kamar yang gelap tak nampak apa-apa itu.
Inginku seperti malam yang tak tampak segalanya, bersembunyi dalam pekatnya malam. Namun nasehat dari orang-orang terdekatku seakan memberiku penguatan dan meyakinkanku bahwa hari yang terang itu pasti akan datang, hanya butuh kesabaran untuk bisa sampai kepadanya.
Aku ingin bahagia karena untuk bahagia tidak harus dengan berpura-pura, aku harus melakukan sesuatu yang kelak akan membuat hidupku bahagia selalu tanpa beban.
Aku harus mengawali hari dengan niat yg tulus ceria, karena kita tidak akan menjumpai hari ini lagi.
Aku harus membuat hari-hari ku berarti, jika jatuh bangkit lagi, menikmati setiap prosesnya dan terus menaruh harapan disetiap Doa, karena aku yakin bahwa Tuhan akan selalu memberi pelangi disetiap badai, senyum disetiap airmata, berkah disetiap cobaan dan jawaban disetiap Doa.
Aku harus mengabaikan semua kesulitan yang pernah aku lewati dan mencoba lagi menghitung semua nikmat, karunia dan kebaikan yang ku dapatkan. Allah Maha Baik dan DIA tidak akan pernah mengecewakan hamba-NYA jika kita terus meminta.
Teruslah Berdoa, semua pasti akan diijabah, maka dari itu aku harus bersabar, karena hidup adalah pilihan, dan manusia bisa memilih menjadi malaikat tanpa sayap atau menjadi iblis tanpa tanduknya, jadi..aku harus bijaksana dalam memutuskan pilihan hidupku.
Keyakinan dan semangat Niqy muncul lagi hingga melahirkan kalimat-kalimat yang ingin digoreskan disebuah agenda itu namun berlalu begitu saja dipikirannya.
Tak terasa mata itu semakin berat, rasa kantuk yang teramat sangat pun mulai menyerang dan perlahan mulai membuat Niqy terpejam.
__ADS_1
BERSAMBUNG......